Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat

Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat
Penyerangan Monster (4)


__ADS_3

"Ah, Aku tidak ikut. " (Alcot).


Pernyataan yang datang dari Alcot secara tak terduga.


"Mengapa Kau tidak ingin ikut? " (Guild Master).


"Buat apa Aku harus bertarung dan membahayakan nyawaku? " (Alcot).


Tanya Alcot yang penasaran.


"Suapaya Kau dapat gelar dan bisa bertambah Kuat. " (Guild Master).


"Aku tidak tertarik dengan gelar, soalnya dengan gelar bukan berarti Aku bisa melakukan apapun. " (Alcot).


"Hmm..... Perkataan mu ada benarnya. Baiklah kalau begitu Aku harus melakukan apa supaya Kau mau ikut? Kau boleh meminta apapun. " (Guild Master).


"Aku tidak mau bertarung membahayakan nyawaku. Tapi misalkan Kau memaksa Kau harus membayar 3 Koin Emas Putih. " (Alcot).


"Hah!? Bukankah itu jumlah yang terlalu banyak? " (Elvi).


"Bukankah Guild Master bilang padaku bahwa Dia akan mengabulkan apapun keinginan ku kalau Aku ingin ikut membantu. " (Alcot).


"Cih. Licik dan Serakah sekali diri mu. " (Elvi).


"Ya, Aku licik dan serakah. Abis itu apa? " (Alcot).


"...... " (Elvi).


"Tidak ada apa apa kan. Lagi pula kalau Kau ingin Barter harus ada kesepakatan antar dua pihak. Dia ingin barter berupa satu permintaanku akan di kabulkan asalkan Aku menukarnya Aku ikut membantu membantai para Monster. " (Alcot).


Lagi lagi keheningan terjadi lagi. Padahal tadi sudah tidak hening lagi.


"Baiklah Aku akan membayar sebesar 3 Koin Emas Putih, Tapi itu misalkan kita berhasil membunuh para Monster sebelum Kota ini Rata dengan Api. Tapi misalkan Kita berhasil mengalahkan para Monster tapi Kota telah rata oleh Api Kau hanya akan ku bayar sebesar 1 Koin Emas Putih. Setuju? " (Guild Master).


"Hm... Baiklah Aku setuju. Ingat tidak ada penarikan ucapan. " (Alcot).


"Baiklah, Akan ku ingat dengan baik. " (Guild Master).


"Baiklah, kalau begitu ayo pergi, dan membantu para Ksatria. " (Guild Master).


Segera setelah itu kami keluar dari dalam bangunan Guild Petualang.


"Oh iya. Siapa nama mu? " (Guild Master ).


"Nama ku Alcot, Alcot Relinsten. Kau bisa memanggilku Alcot. " (Alcot).


"Alcot ya. Kalau begitu salam kenal Aku adalah Guild Master dari Guild Petualang cabang Kota Terlevir. Salam Kenal. " (Guild Master).


"Ya." (Alcot).


"Wah jawaban yang singkat sekali. Oh iya, Alcot. " (Guild Master).


"Ya? Apa? " (Alcot).


"Aku ingin bertanya tentang ke anehan di guild, apa Kau tau sesuatu? " (Guild Master).


"Ke anehan yang terjadi di Guild? Apa maksudnya? " (Elvi).


"Entah mengapa segala jenis Suara yang datang dari luar tidak bisa terdengar dari dalam Guild Petualang. " (Guild Master).


"Oh, Begitu. " (Elvi).


"Apakah kau tau apa yang menyebabkan hal itu terjadi? " (Guild Master).


"Ya. Aku tau penyebabnya. " (Alcot).


"Apa penyebab ke anehan itu bisa terjadi? " (Guild Master).

__ADS_1


"Itu karena Aku memindahkan Bangunan Fisik Guild Petualang ke dalam Storage. " (Alcot).


"Hah? Apa maksudmu? " (Guild Master).


"Aku memindahkan seluruh isi Guild Petualang ke dimensi lain, dan misalkan Aku melakukan itu. Segala jenis Suara yang datang dari luar dimensi tidak akan bisa di dengar. Singkatnya Aku memindahkan Isi bangunan ke dimensi lain dan membiarkan bagian luar nya tetap berada di dimensi asli. " (Alcot).


"Hm..... Aku tidak mengerti. " (Guild Master).


"Ya. Soalnya sepertinya Kau adalah seseorang yang memiliki Otak Otot. Terlihat jelas dari penampilan mu. " (Alcot).


"Eh, Oh iya. Mengapa Kau melakukan hal tersebut? " (Elvi).


"Itu karena Aku ingin tidur dengan tenang. " (Alcot).


"Hah? Apa maksudmu? Kau melakukan hal tersebut supaya Kau bisa tidur tanpa di ganggu? Bukankah itu berarti Kau tau bahwa situasi saat ini akan terjadi? " (Elvi).


"Ya. Aku sudah tau bahwa Kota Terlevir akan di serang. " (Alcot).


"Hei, seharusnya kalau kau sudah tau akan terjadi hal ini, minimal kasih tau orang lain. Jangan diam saja. " (Elvi).


"Itu merepotkan. Dan lagi mana mungkin ada yang percaya dengan perkataan ku misalkan tidak ada bukti sama sekali. " (Alcot).


"Ya.... Kau ada benarnya juga sih. " (Elvi).


"Kalau Kau sudah setuju dengan perkataan ku. Mari kita akhiri pembicaraan tentang topik yang saat ini kita bahas. " (Alcot).


"Baiklah." (Elvi).


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami ke arah barat. Tempat pertempuran di adakan.


Kami melewati jalanan yang di penuhi oleh kobaran api, dalam perjalanan kami juga melihat seseorang mengenakan topeng Rubah Jepang.


Seakan tau siapa orang di depan, Guild Master pun berteriak memanggil nama nya.


"Oi!! Walikota!! " (Guild Master).


""" Hah? Walikota? """ (Elvi, Suveilla, Alcot).


Seakan mendengar suara itu, Dia pun berhenti dan melihat ke belakang. Melihat itu Guild Master menurunkan kecepatan dan berhenti di dekat orang bertopeng Rubah Jepang tersebut.


"Lama tidak bertemu. " (Guild Master).


Orang misterius itu pun melepaskan Topeng Rubah Jepang yang ia kenakan. Wajah nya terlihat.


"Hah, Padahal Aku berencana menyembunyikan identitas ku tapi Kau malahan memanggilku dengan sebutan Walikota, bahkan kau berteriak saat Kau menyebut nya. " (Walikota).


"Ya, Maaf. Oh, iya, Perkenalkan. Dia adalah seorang Walikota yang dulu pernah menjadi Petualang Rank AA+,Dia pernah se tim dengan ku ketika Aku masih menjadi Petualang. " (Guild Master).


"Halo~." (Walikota).


Kami bertiga pun terkejut, tapi itu hanya untuk sementara saja. Kami bertiga langsung sadar dari keterkejutan.


"Oh, apakah Kau sedang pergi menuju ke tempat para Monster menyerang? " (Alcot).


"Iya, Aku sedang berlari menuju ke arah yang Kau bilang. " (Walikota).


"Oh, yaudah. Ayo kita berangkat bersama ke sana, Kami juga bertujuan untuk pergi ke sana. " (Alcot).


"Ya, Baiklah. Ayo. " (Walikota).


"Hei, itu betulan Alcot kan? " (Elvi).


"Iya, Tapi dilihat perilakunya barusan sepertinya dia ingin membangun sebuah koneksi yang bagus dengan Walikota Kota Terlevir. " (Suveilla).


"Oh, Begitu. " (Elvi).


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju ke tempat penyerangan, di jalan lagi lagi apa yang kami lihat hanyalah kobaran api, yang entah mengapa Guild Master yang hanya memakai ****** ***** Boxing tidak kepanasan.

__ADS_1


Setelah berjalan cukup lama dan jauh, kami mulai bisa melihat area tempat para Ksatria menahan para Monster.


Saat itu kami melihat bahwa ada seseorang yang hampir terkena Cakaran Serigala, tapi dengan cepat Elvi melempar sesuatu dari jarinya ke arah Serigala itu berada.


Dan saat serangan Elvi mengenai tubuh Serigala tersebut, tiba tiba tubuh Serigala tersebut terhisap ke satu titik dan mengubah nya menjadi sebuah Kristal Hitam yang kecil.


"Kekuatan yang aneh. " (Alcot).


"Hm.... Ku akui bahwa kekuatan ku itu memang lah aneh. " (Elvi).


"Jarang jarang Aku bisa menemukan seseorang yang mengakui suatu hinaan secepat ini. " (Alcot).


"Eh, apakah tadi itu pernyataan yang bertujuan untuk menghina diri ku? " (Elvi).


"Tidak Juga. Aku hanya terkejut dengan pengakuan mu saja, dan penerimaan suatu kata secepat itu. " (Alcot).


"Oh, jadi Kau terkejut karena hal itu. Aneh sekali Kau. " (Elvi).


"Kau mau mati pakai cara apa? Mau ku penggal? Apa tubuh mu Ku mutilasi? Apa Mau Kau ku bakar hidup hidup? Atau Kau mau terkena penyiksaan abadi yang membuat mu mati secara mental? " (Alcot).


"Waw, Semua tawaran mu sangat mengerikan. Tapi maaf Aku tidak tertarik pada semua tawaran yang Kau berikan kepada Diri ku. " (Elvi).


"Oh.Sayang sekali. Padahal kalau Kau memilih salah satu tawaran ku, itu akan menjadi tontonan yang menarik loh. " (Alcot).


"Apakah Kau seorang Psikopat? " (Elvi).


"Hm... Mungkin saja. " (Alcot).


"Hah? Mungkin saja? Itu berarti ada kemungkinan bahwa Kau adalah seorang psikopat ya. Hm... Lebih baik mulai sekarang Aku menjaga jarak dari kamu. " (Elvi).


"Terserah, Kau bisa melakukan apapun asalkan itu tidak merugikan Aku. " (Alcot)


"Baiklah." (Elvi).


"Yah, Singkirkan pembicaraan konyol kita sebentar dan mulai membahas tentang situasi yang sedang terjadi. " (Alcot).


"Baiklah." (Elvi).


"Yah, Apa apan situasi ini? Ini sangat parah. " (Alcot).


"Hah, Kau menanyakan hal itu. Padahal kalau Kau ikut saja tanpa harus ber negosiasi kita akan sampai lebih cepat. " (Elvi).


"Ya, Maaf. " (Alcot).




š™Šš™ š™š š™Øš™Ŗš™™š™–š™ š™ š™šš™”š™–š™§ š™˜š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™ š™–š™”š™ž š™žš™£š™ž, š™Žš™–š™®š™– š™©š™–š™Ŗ š™—š™–š™š™¬š™– š™…š™Ŗš™™š™Ŗš™” š™£š™®š™– š™©š™žš™™š™–š™  š™©š™šš™§š™”š™–š™”š™Ŗ š™£š™®š™–š™¢š™—š™Ŗš™£š™œ š™™š™šš™£š™œš™–š™£ š™–š™”š™Ŗš™§ š™˜š™šš™§š™žš™©š™– š˜¾š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™žš™£š™ž, š™š™–š™„š™ž š™©š™šš™©š™–š™„ š™Øš™–š™Ÿš™– š™Øš™–š™®š™– š™žš™£š™œš™žš™£ š™Ÿš™Ŗš™™š™Ŗš™” š™£š™®š™– š™Øš™šš™„š™šš™§š™©š™ž š™žš™£š™ž.



š™ˆš™¤š™š™¤š™£ š™ˆš™–š™–š™› š™–š™„š™–š™—š™žš™”š™– š™–š™™š™– š™ š™šš™Øš™–š™”š™–š™š™–š™£ š™†š™–š™©š™–.



š™‡š™žš™ š™š, š™‡š™žš™ š™š š™‡š™žš™ š™š~~~



š˜½š™®š™š š˜½š™®š™š~~~



š˜¾š™Ŗš™¢š™– š™ š™šš™©š™žš™ š™–š™£ š™‚š™–š™—š™Ŗš™©.


__ADS_1


š™ƒš™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™–


š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™ š™–š™ š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™–š™ š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™–š™ š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™–š™ š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™– š™š™–.


__ADS_2