Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat

Kalau Aku Makan Aku Akan Bertambah Kuat
Akhir Dari Babak Pertama


__ADS_3

Aku pun mengeluarkan Pedang Red Fire Of Destruction dari dalam Storage Ku.


Setelah ku keluarkan dari dalam Storage, Aku pun mengangkat tangan ku ke atas dan mengayunkan pedang serta tangan ku depan.


Saat sudah ku ayunkan, Sebuah dinding api yang besar sekaligus tinggi terwuju di satu garis lurus tempat ujung pedang menunjuk.


Setelah dinding api mereda dan menghilang apa yang mereka lihat adalah bahwa seluruh Monster menghilang dan meninggalkan sebuah parit besar di tempat lintasan dinding api lewati.


Semua orang terkejut melihat hal tersebut. Termasuk Elvi yang dari awal kami bertemu selalu membuatku kesal.


"Apa apaan serangan tadi itu? " (Guild Master).


"Itu adalah serangan yang ku lancarkan dengan cara menggunakan Pedang yang saat ini sedang ku pegang. " (Alcot).


"Kalau Kau bisa melakukan hal itu, mengapa Kau tidak melakukan hal tersebut dari tadi? " (Elvi).


"Soalnya itu merepotkan. Dan lagi supaya kalian bisa bertambah Kuat dan bisa mengalahkan mereka. " (Alcot).


"Hah!? Merepotkan? Dan lagi, apa maksud dari perkataan 'Supaya kalian bisa bertambah kuat dan bisa mengalahkan mereka'. Memangnya Siapa Mereka yang Kau maksud!? " (Elvi).


"Kau akan tau sebentar lagi. Kalau dilihat dari jaraknya kemungkinan kalian akan tau siapa Mereka yang kumaksud dalam waktu 4 menit lagi. Jadi kalian tunggu saja. " (Alcot).


"Hah!? Apa Kau pikir kami akan percaya begitu saja!? " (Elvi).


"Itu terserah Kau, Mau percaya atau tidak, Aku tidak peduli. " (Alcot).


"Kauuu, Sial--. " (Elvi).


Tiba tiba Guild Master maju dan menutup mulut Elvi dengan tangan nya.


"Baiklah Kami akan percaya perkataan mu dan menunggu selama 5 menit di sini. " (Guild Master).


"Tidak kurang Otak Otot lebih mudah di ajak bicara di bandingkan dengan dengan Elvi. " (Alcot).


Segera setelah itu Guild Master melepas tangan nya dari mulut Elvi.


"Kenapa Kau menutup mulut ku dengan tangan mu!? Dan juga apa apa an tangan mu itu. Tangan mu terlalu asin. Jangan jangan Kau sudah lama tidak mencuci tangan pakai sabun? " (Elvi).


"Iya. Terakhir Aku mencuci tangan ku sekalian mandi, dan itu ku lakukan dua hari yang lalu. " (Guild Master).


"Cuaks, Cuaks, Cuaks. Menjijikan. Saat ini semua sudah selesai, Kau harus mandi! Kalau Kau tidak mandi, Kau hanya akan membuat orang orang yang di sekitar mu menjadi risih dengan bau mu. " (Elvi).


"Ternyata Kau orang yang cukup perhatian juga ya. Aku cukup terkejut dengan fakta itu. " (Guild Master).


"Hah!? Emang Kau kira Aku itu apa? " (Elvi).


"Iblis yang suka cari gara gara. " (Guild Master).


"Hahh!? Kalau apa yang kau katakan betul. Bahwa Aku adalah Iblis, itu berarti seharusnya saat ini Aku membantu monster untuk menyerang Kota ini, dan juga kalau Aku betulan Iblis saat di perjalanan kalian semua sudah akan terbunuh ole diri ku! " (Elvi).


"Waw. Ternyata bukan hanya fakta bahwa Elvi adalah Orang yang peduli dengan orang lain, melainkan dia Juga sangat cerewet. Aku kagum dengan si Alcot yang selalu meladeni mu dengan tenang saat kita dalam perjalanan kemari. " (Guild Master).


"Hah!? Jadi sekarang Kau menyebutku sebagai seorang perempuan yang cerewet!? " (Elvi).


"Iya. Memangnya Aku salah? " (Guild Master).

__ADS_1


Guild Master menanyakan hal tersebut kepada para petualang lain yang saat ini ada di tempat ini.


Seakan menyadari maksud dari pertanyaan dan tatapan Guild Master, mereka semua menganggukkan kepala mereka secara serentak.


"Hah!? Jadi selama ini kalian menganggapku seperti apa yang di katakan oleh si Guild Master ini!? " (Elvi).


""" Iya. """ (Alcot, Suveilla, Walikota).


"Hah!? Jadi selama ini kalian menganggapku begitu! Cih, kukira hubungan kita spesial! " (Elvi).


"Hei, Elvi. " (Guild Master).


"Apa!? " (Elvi).


Jawab Elvi dengan nada jutek.


"Kau dari tadi teriak teriak mulu. Apa kah tenggorokan mu itu tidak sakit sama sekali? " (Guild Master).


"Hah!? Tentu saja tidak. Aku sudah sering teriak teriak, jadi tenggorokan ku sudah terbiasa! " (Elvi).


"Heh~. Setelah mendengar jawaban mu, Aku jadi semakin yakin, bahwa Kau adalah seorang cewek yang sangat cerewet. " (Guild Master).


Para petualang kecuali Elvi yang mendengar perkataan dari Guild Petualang mengangguk kan kepala mereka, tanda bahwa mereka setuju dengan perkataan Guild Master.


Melihat hal itu, Elvi pun merespon dengan cara berkata sesuatu.


"Cih! Ternyata kalian selama ini adalah seorang pengkhianat! " (Elvi).


Elvi pun mengambek karena di perlakukan dengan cara seperti itu.


"Sudahlah jangan ngambek, itu tidak bagus. Yakan, Alcot? " (Guild Master).


"Alcot? " (Guild Master).


*š˜’š˜³š˜Ŗš˜¬š˜¬š˜¬*


Tidak ada respon sama sekali. Guild Master yang merasa itu aneh, segera dia membalikkan tubuh nya. Dan apa yang Dia lihat adalah.


"Eh? Alcot di mana? Bukankah tadi dia ada di situ? " (Guild Master).


Para petualang yang mendengar hal itu, langsung melihat ke segala penjuru arah. Tapi mereka tidak menemukan sesuatu.


"Alcot!! Alcot!! Alcot!! Hei! Apa yang kalian lakukan!Cepat bantu Aku mencari Alcot. " (Guild Master).


Guild Master mulai mencari bersama dengan para petualang yang lain. Elvi juga ikut membantu.


"Ish! Kemana lagi dia pergi? Bikin Orang kerepotan saja. " (Elvi).


Mereka terus mencari. Tapi setelahencari selama 3 menit, mereka tidak menemukan Alcot sama sekali.


"Hm.... Kemana ya dia pergi. " (Guild Master).


Guild Master yang terus mencari, tidak sengaja melihat sesuatu yang mengkilat mengeluarkan cahaya berwarna merah.


Dia pun menyampari kertas tersebut. Setelah sampai di situ, Dia melihat bahwa itu adalah kertas. Dia mengambil kertas tersebut dan membukanya.

__ADS_1


Kertas itu berisi tulisan.


Ā 


Musuh baru sudah dekat, Jadi Aku pergi duluan untuk melawan bos mereka. Oh iya, Persiapkan diri kalian untuk menghadapi mereka. Jangan sampai kalah. Kalau kalah itu berarti Kota Terlevir akan terhapus dari peta,


~Alcot


Ā 


Guild Master yang membaca hal tersebut, segera memasang posisi waspada. Elvi yang melihat hal tersebut langsung memberikan pertanyaan kepada Guild Master.


"Apa yang Kau lakukan? " (Elvi).


"Waspada." (Guild Master).


"Hah!? Waspada? Kau waspada dari siapa? " (Elvi).


Guild Master tidak berbicara sama sekali, tapi Dia menyerahkan kertas itu kepada Elvi.


Elvi yang melihat itu, langsung mengambil kertas tersebut, dan membukanya. Setelah di buka dia pun membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.


"Hah!? dia menyuruh kita untuk bersiap untuk menghadapi musuh baru? " (Elvi).


Setelah Elvi menanyakan hal tersebut tiba tiba ada sebuah suara terdengar dari arah Hutan Dark Forest berada.


"Hah~. Jadi rencana penyerangan kita telah di ketahui ya. " (Tetap Slay).


"Aku cukup terkejut bahwa kalian bisa menyadari bahwa serangan monster tersebut adalah sesuatu yang sudah di rencanakan. " (Vode).


"Hah~, Dan di lihat dari ekspresi kalian, sepertinya orang yang mengetahui tentang penyerangan ini dan membocorkan nya kepada kalian sudah pergi ke tempat Bos dari kelompok ini berada. " (Ale).


Para Petualang yang mendengar suara tersebut, langsung membalik tubuh mereka. Mereka melihat tiga orang misterius sedang berdiri di sana.


"Siapa Kalian!? " (Elvi).


"Kami? " (Tetap Slay).


"Ya! Kalian! Kalian siapa!? " (Elvi).


"Kami adalah.... Orang yang merencanakan penyerangan ke kota ini. " (Tetap Slay).




š™Šš™ š™–š™®, š˜¾š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™ š™–š™”š™ž š™žš™£š™ž š™Ÿš™Ŗš™œš™– š™Øš™šš™”š™šš™Øš™–š™ž. š˜¾š™š™–š™„š™©š™šš™§ š™Øš™šš™”š™–š™£š™Ÿš™Ŗš™©š™£š™®š™– š™–š™™š™–š™”š™–š™ š™„š™šš™§š™©š™–š™§š™Ŗš™£š™œš™–š™£ š™—š™–š™—š™–š™  š™ š™šš™™š™Ŗš™– š™®š™–š™£š™œ š™–š™ š™–š™£ š™Øš™šš™œš™šš™§š™– š™™š™ž š™¢š™Ŗš™”š™–š™ž.



š™ˆš™–š™–š™› š˜¼š™„š™–š™—š™žš™”š™– š˜¼š™™š™– š™†š™šš™Øš™–š™”š™–š™š™–š™£ š™†š™–š™©š™–.



š™‡š™žš™ š™š~~

__ADS_1



š˜½š™®š™š š˜½š™®š™š~~


__ADS_2