Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Ke Resort


__ADS_3

Harold mengerat kan pelukan nya pada Genessa. yang membuat Genessa tidak bisa bernafas. Genessa. Mengapa kau sering mengeluar kan kata kata yang membuat mu mendapat hukuman. Coba tadi kau diam saja dan mengiya kan. batin Genessa yang mengutuki kebodohan nya sering mengikuti hati nya jika berbicara.


" baik lah aku akan di mension anda tuan. Sampai tuan kembali." ujar Genessa lalu memegang tangan Harold yang memeluk nya erat.


" mengapa kau suka sekali di kasari baru nurut Genessa. " ujar Harold melepas kan pelukan nya pada Genessa lalu berdiri dari duduk nya. Genessa hanya diam melihat Harold.


Harold mengambil ponsel lalu menghubungi Liam. "siap kan mobil" ujar Harold saat Liam mengangkat panggilan nya.lalu Harold langsung menutup ponsel nya. Genessa yang melihat Harold seperti itu menggeleng.


Mentang mentang bos sesuka jidat saja dia. batin Genessa saat melihat Harold memerintah kan Liam tanpa bertanya lebih dulu.


" bersiap lah. Sebentar lagi kita keluar. " Harold melangkah keluar dari kamar.


...****************...


Harold dan Genessa melangkah menuruni anak tangga. Liam sudah menunggu di luar.


" kita langsung ke lokasi." ucap Harold pada Liam.


" baik tuan muda"

__ADS_1


...****************...


Setelah berjalan berjam jam dalam perjalanan yang sangat panjang. dengan sumpah serapah Genessa dalam hatinya, karena bokong Genessa sudah sangat pegal. Akhirnya mereka tiba di sebuah Resort berhampiran pantai milik Harold.


Ternyata Harold membawa Genessa mengunjungi Resort nya. Puluhan karyawan berjejer menyambut kedatangan pemilik Resort itu.


Seberapa kaya pria ini. sepertinya kaya banget. Tapi kenapa dia memilih menikah dengan ku. batin Genessa yang heran karena Harold memilih nya menjadi istri.


Buk


" jidat ku... Siapa yang naruh tembok di sini sih... " gumam Genessa saat menabrak punggung Harold yang berhenti berjalan.


Genessa mendongak aduh... Ku kira tembok. Ternyata pria tukang kasar ini.. Batin Genessa yang pura pura tidak melihat Harold yang menatap nya tajam.


Harold kembali melangkah ke hadapan Resort. " selamat datang tuan muda Harold.. " sapa Manager pengurus di Resort milik nya.


Harold mengangguk. " Bagai mana perkembangan Resort ini." tanya Harold. karena Resort itu memang baru di resmi kan setahun yang lalu.


" semua berjalan dengan lancar tuan muda. Pengunjung banyak yang datang." jawab Manager itu.

__ADS_1


Harold mengangguk. " hantar aku ke kamar yang sudah di siap kan" ujar Harold.


Mata Genessa membola.


Dia ingin Menginap? Yang benar saja. Aku bahkan tidak membawa apa apa persiapan. Aaaa dia memang sering sesuka hati nya. Batin Genessa karena Harold tidak memberi tahu jika dia ingin menginap di Resort nya.


" mari tuan muda saya akan menghantar anda ke kamar anda." ujar Manager Resort itu dengan sopan.


Harold mengikuti Manager itu ke kamar yang di siap kan Manager nya.


Setelah tiba di kamar Manager itu berpamitan.


" ada apa apa lagi yang anda butuh kan tuan muda " tanya Liam pada Harold.


" tidak. Kau pergi lah berehat. Jika ada apa apa. Aku akan memanggil mu." ujar Harold.


Liam berpamitan. Harold melihat ke arah Genessa yang sibuk mengagumi Resort milik Harold dari balkon kamar nyaa.


Genessa menutup mata nya sambil tersenyum menikmati angin malam yang meniup menyapu wajah cantik nya.

__ADS_1


karena tadi mereka berangkat sore. Akhirnya malam hari baru mereka tiba di Resort.


__ADS_2