
"Biarkan cinta ku yang akan mengajarimu bagaimana kau harus mencintai ku... dan aku tidak peduli dengan semua penolakan mu padaku." ujar Harold dengan nafas yang memburu. menongkat tubuhnya dengan kedua tangannya di atas meja kerjanya
,,,,,,,,,
Keesokan harinya. Harold sedang bersiap siap untuk ke kantor. dia terus diam dengan wajah dinginnya tanpa memperduli kan Genessa. Genessa mengambil dasi Harold dan melangkah dengan takut takut untuk mendekati Harold yang berwajah dingin.dia ingin memasang kan dasi buat Harold tapi Harold melangkah menjauhi Genessa. Genessa Sadar jika Harold terus menghindarinya.
Harold keluar dari kamar menuju ke bawah dan langsung keluar dari mensionnya. Harold tidak sarapan. Genessa yang mengikuti Harold dari belakang juga langsung melangkah keluar dari mension saat Harold tidak mampir untuk sarapan
Genessa tahu pasti Harold masih marah dengannya pasal hal semalam yang mereka perdebat kan di tempat tidur. Dia juga melangkah ke mobil yang sudah ada supir menunggunya untuk menghantarnya ke kampus.
,,,,,,,,,,
__ADS_1
Saat tiba di kampus Genessa melangkah masuk ke dalam. saat sadar supir Harold sudah pergi dia kembali keluar dari kampus dan mencari taksi untuk menghantarnya ke villa ibunya
Karna sebenarnya Genessa tidak ada mata kuliah pagi.
Ini lah pertama kali Genessa kembali lagi ke villa ibunya Harlyn selama dia sudah menikah dengan Harold. 40 minit berlalu Akhinya Genessa sudah tiba di villa ibunya. Genessa melangkah masuk ke dalam melewati pagar.
"Non Genessa... dari mana saja non.. kenapa baru pulang ke villa non." sapa pak satpam yang menjaga villa ibu Genessa.
"Pak Asdar... aku tinggal di rumah ayah pak asdar," jawab Genessa bohong. lalu tersenyum pada pak Satpam yang biasa di sapa pak asdar
"Ada non.. tuan besar juga ada di dalam non Genessa.." jawab pak Asdar tersenyum pada Genessa.
__ADS_1
Ayah... apa lagi yang dia inginkan...mengapa dia kemari. batin Genessa
"Ya sudah pak Asdar,,, Genessa masuk ke dalam dulu ya pak." kata Genessa di angguki oleh pak Asdar.
Genessa melajukan langkah kakinya menuju pintu villa. sebelum Genessa masuk kedalam dia mendengar suara Ayah dan juga ibunya sedang bertengkar dengan hebat. Genessa menghentikan langkah kakinya saat mendengar mereka bertengkar.
"Tega sekali kau mas!!! ternyata selama ini kau membohongiku... kau bilang Genessa mahu tinggal bersama mu, ternyata kau menikahkan nya dengan pengusaha kejam itu... jelaskan pada ku mas... apa perjanjianmu pada pengusaha itu.. tidak mungkin kan kau menikahkan Genessa padanya jika tidak ada sebabnya, jelaskan padaku mas!!..." teriak Harlyn bertengkar dengan Suaminya Amiltoniam. Harlyn benar benar marah dengan tindakan suaminya yang menikahkan Genessa tanpa sepengetahuannya.
Harlyn baru tahu jika Genessa sudah menikah Dengan Harold baru saja. selama ini Amiltoniam membohonginya mengatakan jika Genessa tinggal bersamanya. mula mula Harlyn juga tidak percaya karna tumben Genessa mahu tinggal bersama dengan Ayahnya. tapi karna Harlyn terlalu sibuk mengurus butiknya jadi dia membiarkan saja.
Kemarin dia baru tahu saat teman teman kampus Genessa memberitahukannya tentang kekacauan yang berlaku di kampus Genessa kemarin, di mana Harold datang dan mengatakan jika Genessa adalah istrinya dan memecat semua dosen juga Dekan yang memarahi Genessa waktu itu. begitu pun dengan murid murid yang ikut menghina dan mengecam Genessa,mereka juga semua di keluarkan dari kampus l.
__ADS_1
mengetahui itu membuat Harlyn benar benar marah. dia menghubungi Ayah Genessa Amiltoniam untuk datang ke Villanya. dan Harlyn Sengaja tidak memberi tahu kemarin di panggilan pada suaminya jika dia ingin penjelasan tentang pernikahan Genessa dengan pengusaha yang terdengar rumor sangat kejam itu.
"Cih!! apa yang membuat mu marah,,, aku hanya menikahkannya, lagi pula kau juga tidak pernah peduli kan sama anak itu." sinis Amiltoniam Pada Harlyn