
Genessa turun dari ranjang dengan tertatih tatih. karna menahan sakit di bawah pusarnya. Genessa masuk ke dalam kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya yang sangat lengket. tiba di dalam kamar mandi Genessa melihat lehernya yang di kelilingi bekas kecupan.
Siapa yang sudah meniduriku... apa yang akan aku katakan nanti pada tuan kejam itu jika dia mengetahui ini. Batin Genessa yang benar benar ketakutan saat ini.
Tapi tunggu dulu... bukannya dia juga tidak tahu jika dia menikahi ku dalam keadaan masih perawan... ya itu dia... dia kan tahu jika aku hidup dalam keadaan bebas sebelum dia menikahi ku, jadi wajar saja jika aku sudah tidak perawan lagi. Batin Genessa mencoba menenangkan perasaannya yang terus merasa gelisah.
Genessa membersihkan tubuhnya lalu kembali ingin memakai bajunya yang semalam " ihhhh bau,,,, bau Alkohol... bagaimana ini... " gumam Genessa yang masih menggunakan handuk minim.
Tunggu, tunggu.... tunggu dulu. batin Genessa kembali mencium baju nya. "kenapa aroma baju ini ada bau parfum pria kejam itu... ya... aku sangat hafal dengan Aroma parfum ini.. " gumam Genessa.
__ADS_1
Aaaaa bodoh, bodoh, bodohnya kau Genessa... memangnya hanya dia yang mampu membeli parfum mahalnya pake banget ini, lagi pula jika itu dia, mesti dia akan membawa ku pulang ke mension nya.tambah Genessa kembali membatin. dia benar-benar tidak bisa mengusir kegundahan yang berada di dalam hatinya.
"Ya sudah lah,, pakai ini saja, mustahil juga kan aku keluar dari sini dalam keadaan polos" gumam Genessa kembali memakai bajunya dan keluar dari sana..
Tiba di luar Genessa turun ke bawah. ternyata aku masih di bar ini... terus siapa pria yang sudah meniduriku... tambah Genessa membatin lalu melangkah keluar dari bar itu kembali ke mension Harold yang Genessa beri nama 'panggung penuh drama'
,,,,,,,,,,,
Harold pengusaha yang terkenal sering berwajah tanpa eskpresi, jika dia tersenyum pasti senyuman yang mengandung makna di sebaliknya. dan melihat Harold yang seperti saat ini membuat mereka ngeri seperti asisten Liam
__ADS_1
Lebih baik tuan muda Harold berwajah seperti biasa dari pada seperti saat ini.. itu hanya membuat dia terlihat lebih mengerikan dari biasanya. batin mereka semua yang berada di sana. mana berani juga mereka menegur sikap Harold yang aneh itu, mengingat Harold yang suka bertindak semahunya sendiri bisa bisa dia memutus kan kerja sama sepihak kan rugi nanti. fikir mereka semua.
Beberapa waktu berlalu akhinya rapat mereka sudah selesai. saat ini Harold dan asisten Liam sedang berada di mobil. Harold terus memandang ponselnya sambil tersenyum.
Tiba tiba Harold bersuara." kau masih ingin bekerja bersama ku Liam"tanya Harold tanpa melihat ke arah Asisten Liam.
" Tentu saaj tuan muda."'
"kalau begitu berhenti terus melihat ke arahku..." ujar Harold dengan nada santai.
__ADS_1
Glek!
Liam sangat mengenal tuan mudanya itu. jika dia bernada santai itu tandanya sinyal nya buruk, beda halnya jika dia berwajah tanpa ekspresi itu tandanya dia baik baik saja suhunya. fikir Asisten Liam