
Malam hari Genessa duduk diam di balkon kamar sambil melamun. Genessa tidak pernah terbayangkan jika dia akan menghabiskan seumur hidupnya dengan Harold laki laki yang sering dia juluki 'manusia kejam'
Puas melamun Genessa masuk ke dalam dan duduk di ranjang
Clekkkkkk
Harold melangkah masuk kedalam kamar lalu menghampiri Genessa. Harold membawa sesuatu di tangannya lalu duduk di dekat Genessa. Genessa masih diam Seperti tadi.
Harold menarik kaki Genessa, yang membuat Genessa kaget " Ada apa... "was was Genessa takut Harold menyakiti nya
Harold menaikkan kedua betis Genessa di pahanya lalu meletak kan minyak urut yang dia bawah tadi. Genessa hanya diam pemperhatikan tindakan Harold.
Harold mulai memijit betis Genessa Hingga ke pahanya." barusan kau tidak melawan saat ada yang ingin menyakiti mu.. "tanya Harold pada Genessa tanpa melihat ke arahnya. karna Harold tahu istrinya itu tidak mudah di tindas oleh siapa pun, makanya di bertanya.
"Dia itu Mommy anda tuan... Mana mungkin aku mengasarinya... "lirih Genessa menjawab Harold.
__ADS_1
"Kerana, kau takut pada ku" tanya Harold lagi.
Genessa diam tidak berniat lagi menjawab Harold. Harold kembali bersuara saat Genessa hanya diam.
"Aku serius dengan ucapanku tadi." kata Harold
Genessa menyerjit."ucapan yang mana" tanya Genessa karena dia memang tidak tahu apa yang di maksud Harold.
" Aku ingin kau hamil dalam masa terdekat ini." kata Harold melihat ke arah Genessa.
Harold menatap Genessa Dengan pandangan yang sangat tajam." bukan kah sudah jelas semua di dalam surat perjanjian jika pihak kedu harus mengikuti semua yang di perintah oleh pihak pertama." Dingin Harold pada Genessa.
" Aku tahu... tapi tidak untuk yang satu itu... aku tidak mahu! " Teriak Genessa dengan beraninya menarik kasar kakinya yang di tahan oleh Harold.
Harold menolak keras tubuh Genessa lalu menahan tubuhnya." Kau ini memang keras kepala Genessa... kau fikir kau siapa berani beraninya menolak ke inginan ku hah!.... Kau dengar sini Genessa.... mulai hari ini, malam ini juga kau harus belajar untuk mencintai dan menerima ku dalam kehidupan mu. dan berhenti lah terus melawan jika kau tidak ingin aku nyakitimu " ujar Harold penuh penekanan dan menatap kedua bola mata Genessa yang sudah berkaca kaca.
__ADS_1
"Kau memang pria gila.! kau terus memaksa ku semahumu. kau seperti kaisar yang memerintahkan ku, sampai kapan dan sampai bila bila pun aku tidak akan pernah mencintai mu, apa lagi sampai melahirkan benih mu dari rahim ku!!! tidak akan!!!" kata Genessa dengan yakin. Genessa sangat tidak menyukai dan membenci Harold yang mengekangnya dan mengambil semua kebebasannya.
Harold menarik tubuhnya yang mengukung tubuh Genessa. Harold berdiri lalu melangkah keluar dari kamar.
Brakkkk
Harold membanting pintu kamarnya. dia benar benar sakit hati mendengar semua ucapan Genessa yang tidak ingin melahirkan benihnya
Harold masuk ke dalam ruang kerjanya lalu....
Brang! brang! brang!
Harold membanting semua barang barang yang berada di ruang kerjanya meja kerjanya menjadi kosong dan tidak berisi lagi. dia benar benar marah pada ucapan Genessa. tapi dia juga tidak ingin lagi menyakiti Genessa seperti dulu. maka itu dia lebih memilih pergi dari hadapan Genessa
"Kau harus mencintai ku Genessa.. harus... hanya aku yang bisa memiliki hati dan ragamu... aku pastikan suatu hari nanti kau akan membalas cinta yang sudah hadir di dalam hatiku."
__ADS_1