
"I i ya tuan muda, ma maaf kan kelancangan saya tuan" kata Liam meminta maaf dengan terbata bata. Harold hanya menganggu dan memejam kan matanya menyandar di kursi penumpang yang dia duduki.
"Kita pulang hari ini juga Liam" kata Harold menutup kelopak matanya
"Hari ini tuan" ulang asistan Liam bertanya pada Harold. karna mengingat besok kan mereka masih ada urusan bersama beberapa clain yang lainnya lagi di sini.tambah asisten Liam kembali berfikir dengan sikap aneh tuannya.
"Tidak Liam, beberapa tahun lagi ke depan " jawab Harold terdengar Horor di telinga Asisten Liam yang membuat nya Kembali menelan salivanya dengan susah payah.
"Ba baik tuan Muda" jawab Liam sedikit gugup.
Ahhh... kenapa akhir akhir ini aku juga ikutan suka error' ya... ini pasti akibat sentuhan nona muda itu di tubuh ku.
,,,,,,,,,,,
Genessa sudah tiba di mension Harold. lalu mulai melangkah masuk kedalam.
"Dari mana saja kau... kenapa kau baru pulang..."tanya Mommy Harold penuh selidik dengan nada Angkuhnya.menatap Genessa
__ADS_1
"Rumah ibuku" singkat Genessa berbohong kembali ingin melangkah pergi naik ke atas. tapi Jessika tiba tiba menarik bajunya dan menghirup baju Genessa.
"Dasar ******.. sama siapa kau menghabiskan waktu mu semalam... baju mu saja bau alkohol" sinis Jessika pada Genessa
Genessa menarik ujung baju nya yang di pegang oleh Jessika." kau terlalu kurang pekerjaan sampai sampai semua urusanku kau terus mengurusinya... kenapa kau tidak mendaftar saja menjadi reporter, kurasa itu cocok untuk mu" skat mat. Genessa membungkam mulut Jessika dengan kata kata pedasnya.
"Kau!!!" marah Jessika nunjuk Genessa.
"Nona Jessika, jaga sikap anda nona" tegur Pak Aiden yang dari tadi diam melihat perdebatan mereka
"Tentu saja nona..karna Nona Genessa adalah nyonya di dalam rumah ini jika anda lupa maka saya ingat kan pada anda nona" ujar Pak Aiden penuh penekanan menatap Jessika
"Jaga ucapanmu Pak Aiden.. mommy ku yang nyonya di dalam rumah ini. bukan si ****** ini" teriak Jessika marah pada pak Aiden.
" Anda benar nona, tapi itu saat tuan besar masih hidup, beda dengan sekarang, tuan besar sudah tiada. tuan muda Harold yang menggantikan posisi tuan besar sepenuhnya, jadi istrinya juga yang menggantikan nyonya di rumah ini. jadi kedepannya bersikap lah lebih sopan pada nona muda Genessa jika masih ingin tinggal di mension ini." jawab pak Aiden tanpa rasa takut sedikit pun. Mosha Mommy Harold tidak membantah sama sekali mendengar ucapan pak Aiden.
Mommy Harold hanya diam dengan wajah yang geram Pada Pak Aiden, dia juga tidak berani pada pak Aiden, orang kepercayaan mendiang suaminya yang kini sudah berganti menjadi orang kepercayaan anaknya. mengingat pak Aiden juga tahu penyebab kematian suaminya akibat perselingkuhannya jadi dia tidak berani macam-macam pada pak Aiden
__ADS_1
Jessika langsung bungkam tidak berani lagi menjawab pak Aiden, dia tahu seperti apa posisi pak Aiden di dalam rumah itu.
"Mari nona muda saya menghantar anda ke atas" sopan Pak Aiden berbicara pada Genessa yang membuat Telinga kedua wanita itu memanas ingin sekali mencakar wajah Pak Aiden
Genessa hanya mengangguk dengan pelan kemudian melangkah naik ke atas di susul oleh pak Aiden.
,,,,,,,,,,,
"Apa dia sudah kembali" tanya Harold pada pak Aiden melalui sambungan telefon selepas pak Aiden menghantar Genessa. Harold menghubungi nya dan menanyakan istrinya.
"Sudah tuan muda."jawab pak Aiden.
"Apa mereka di mension mengganggunya lagi" tanya Harold lagi pada pak Aiden tentang ke tiga wanita di mension itu yang selalu mengganggu istrinya.
"Ya tuan muda. tapi anda tidak perlu khawatir tuan muda, saya bisa mengatasinya."
.
__ADS_1