Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Menemukan


__ADS_3

Dua bulan berlalu dengan cepat. Kandungan Genessa sudah Jalan Tiga bulan. Hubungan Harold dengan Genessa juga semangkin Dekat layaknya suami istrinya pada Umumnya. Hubungan Mereka Tidak Lagi Kaku seperti sebelum Nya.


Saat ini Harold Sedang berada Di kantor Sibuk dengan pekerjaan nya Yang menumpuk di meja Kerjanya.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu Ruangan Harold.


" Masuk" Kata Harold Tanpa menghentikan kesibukannya di meja Kerjanya.


Tap Tap Tap


Seseorang melangkah masuk Ke dalam Ruangan Harold. Tapi Harold Sedikit pun tidak mengangkat Pandangannya Untuk melihat Siapa yang sedang masuk Ke dalam ruangannya. Karena Dia mengira jika yang masuk Ke dalam ruangannya adalah Asisten Liam.


Tiba Tiba Harold merasa seseorang memeluknya dari arah belakang yang membuat Harold Tersadar.


" Honey" Ujar Harold Memegang Lengan Genessa yang memeluknya.


" Kenapa serius sekali sih" Tanya Genessa menaruh dagunya Di bahu suaminya.

__ADS_1


"Aku Ingin segera menyelesai kan pekerjaan ku Honey setelah itu aku mau pulang ke rumah, Karena aku sudah sangat merindui mu" Jawab Harold memutar pelan Kursinya dan menarik Genessa untuk duduk di atas pangkuannya.


" Gombal" Ucap Genessa saat mendengar Ucapan Suaminya.


" Kau Tidak percaya jika aku sangat merindui mu Honey "tanya Harold memeluk pinggang Genessa dan menyentuh perutnya yang sudah ketara.


" Tentu saja.. Kita kan Baru saja ketemu Pagi tadi di rumah" Kata Genessa merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya.


Harold tersenyum dan mencium sekilas Bibir Merah istrinya yang terlihat sangat menggodanya.


"Kau naik apa ke sini Honey.. Kau bawa mobil sendiri lagi" Tanya Harold Pada Genessa. Dia sangat tidak suka jika istrinya itu bawa mobil sendiri semenjak dia hamil.


Genessa mengangguk dan tersenyum manis pada suaminya.


" By terlalu berlebihan... Aku baik baik saja kan. Tidak kenapa kenapa" jawab Genessa membuat Harold Menarik nafas.


"Apa kau bisa tidak membantah ku Honey, Aku sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada mu sayang"Jelas Harold mencium lembut dahi istrinya.


" Baik lah, baik lah.. By itu sudah kayak Ibu ibu Rempong tauk, Suka sekali mengoceh." Genessa berdiri dari pangkuan suaminya dan melangkah ke sofa. Harold menyusul pada Istrinya dan kembali memeluk tubuh munggil istrinya di Sofa.

__ADS_1


"Kau sudah makan siang By" Tanya Genessa pada Suaminya.


" Belum" Jawab Harold, Karena dia memang belum makan tengah hari.


" Ya sudah, mari kita pergi keluar untuk mencari makan" Ajak Genessa.


" Ayo " Harold melepas pelukannya pada istrinya dan berniat untuk mengajak istrinya keluar makan tengah hari.


Tok tok tok


Tiba tiba seseorang dari luar ruangan Harold mengetuk pintu ruangannya.


" Masuk" Kata Harold.


Asisten Liam Melangkah masuk ke dalam ruangan Tuannya.


" Maaf kan saya jika mengganggu waktu istirahat anda tuan muda" Kata Asisten Liam Tidak enak hati karena dia juga tidak tau jika ada ada istri tuannya di dalam ruangan tuannya.


" Tidak mengapa. Ada apa Liam" Tanya Harold.

__ADS_1


" Saya sudah menemu kan tempat tinggal dokter yang menangani nyonya Salsa semasa nyonya Salsa melahirkan Tiga puluh tiga tahun yang lalu tuan muda" Jawab Asisten Liam Yang sudah menemui dokter yang menangani Salsa istri pertama daddy Hoarold.


" Baik lah, Kita langsung ke sana sekarang" Perintah Harold


__ADS_2