
Genessa melihat Harold membalik kan tubuhnya. Dia buru buru kembali ke kamar. Genessa juga jadi ciut melihat kekejaman Harold. Apa lagi Genessa melihat Darah jessika yang memenuhi keseluruh mulut dan dadanya.
,,,,
Keesokan Harinya Genessa sudah siap ingin ke kampus. Dan menyiap kan pakaian Harold yang sedang mandi.
Harold keluar dari kamar mandi melihat Genessa yang sudah siap. Genessa menunduk tidak ingin melihat tubuh Harold yang sering membuat dia kagum
" kau mau ke mana Genessa " tanya Harold memakai pakaiannya
" mau ke kampus tuan" jawab Genessa
"kau sudah baikan." tanya Harold lagi
"iya tuan"
Harold menghampiri Genessa,memberikan tangan nya pada Genessa. Genessa faham maksud Harold dan langsung mengancing kan lengan kemeja Harold.
Harold mengembil obat untuk Genessa" sini aku obati mata mu dulu" kata Harold
Genessa mendongak agar lebih mudah Harold memberikan nya obat. Genessa memperhatikan wajah Harold yang memberikan matanya obat.
__ADS_1
Deg!
Deg !
Deg !
Genessa berdebar-debar melihat wajah Harold yang sangat dekat dengan nya. Dia langsung menutup matanya saat cairan obat masuk ke dalam bola matanya dengan jantung yang masih berdebar-debar.
Ada apa dengan Jantung ku...mengapa aku berdebar-debar Batin Genessa.
Harold kembali menyimpan obat. " ganti pakaian mu Genessa " kata Harold sambil mengenakan dasinya
Genessa menghampiri Harold lalu mengambil alih pada dasi yang Harold ingin kenakan." kenapa kau sering berpakaian terbuka seperti itu Genessa. " kata Harold melihat penampilan Genessa yang mengenakan jeans panjang sedikit sobek di sebelah lututnya dan baju yang sangat minim.
" aku akan menggantikan nya. " jawab Genessa cepat.
Genessa berlalu mengganti pakaiannya setelah selesai mengenakan dasi Harold.
" mengapa kau tidak pernah mengenakan pakaian yang berada di lemari... Bukan kah sudah ada di siap kan di sana Genessa." tanya Harold. karena Harold tidak pernah melihat Genessa memakai pakaian yang dia siap kan untuk nya.
" ini saja tuan. Nanti orang orang di kampus berfikir saya menjual diri, jika memakai pakaian sangat mewah" jawab Genessa
__ADS_1
" walau pun itu kenyataannya " sambung Genessa bergumam. karena memang ayah nya menjual nya secara tidak langsung pada Harold dengan alasan jaminan.
Harold tidak lagi menjawab Genessa. Mengeluarkan kartu Black card nya yang Genessa simpan di dalam laci hias.
" Sejak kapan kau menyimpan ini di sini" tanya Harold. Semalam Harold tidak sengaja menemui kartu itu di laci meja rias.
Genessa tiba-tiba mengingat Semalam Harold menampar jessika. Membuat Genessa berdebar-debar ingin menjawab Harold. Dia sangat takut jika Harold akan memarahinya.
"Genessa "panggil Harold saat Genessa hanya diam.
" i itu... sejak pak Aiden memberi kan nya" lirih Genessa gugup
Harold melangkah mendekati Genessa. Genessa menunduk dan sedikit menyembunyikan wajahnya.
Harold menarik nafas dalam karena Genessa tidak mahu menggunakan semua yang dia berikan pada Genessa. Dari pakaian sampai kartu kreditnya.
"pastikan kau memakai ini setiap hari Genessa... Jika tidak, aku akan menghukum mu." kata Harold mengulurkan semula Black Card nya pada Genessa.
Genessa buru buru mengambil kartu di tangan Harold. Dia takut jika Harold memarahi nya lagi.
***
__ADS_1
Assalamualaikum salam kenal dari autor ya🤗 maaf jika typo bertebaran di mana-mana. bantu dukung karya autor ya. 😊 like dan komen🥰 maaf jika autor agak terlambat Update nya😅. terimakasih semua yang masih setia menunggu Update autor