Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
episode 74


__ADS_3

Setelah selesai makan siang Genessa pamit pada Grandma Harold untuk beristirehat. dia merasa akhir akhir ini tubuhnya sering kelelahan.


Cklekk


Harold melangkah masuk ke dalam kamar dan melihat Genessa yang tertidur di sudut kasur


"Kenapa Gadis ini terlalu ceroboh.. dia tidur seperti ini pasti sebentar lagi dia akan terjatuh." gumam Harold lalu mengangkat tubuh Genessa memperbaiki posisinya.


Wajah Harold sangat dekat dengan Genessa sehingga Harold dapat merasakan hembusan nafas Genessa.


Dia tiba-tiba teringat malam panasnya bersama Genessa yang membuat tubuhnya terasa panas dingin.


Perlahan Harold mendekat kan bibirnya pada bibir merah Genessa


Cup


Bibirnya sudah menempel pada bibir Genessa yang terasa hangat. Harold mulai ******* bibir manis Genessa.


Genessa yang merasa ada yang menyentuh bibirnya perlahan membuka matanya. dia melihat Harold yang sedang mencium nya. Genessa ingin menolak tubuh Harold. tapi tidak tahu kenapa tubuhnya menginginkan yang lebih dari itu.

__ADS_1


Perlahan Genessa kembali menutup kedua bola matanya dan mulai membalas ciuman Harold. lama mereka berciuman, Harold ingin menarik wajahnya untuk melepas ciumannya pada Genessa.


Tapi dengan cepat Genessa mengalungkan tangannya di leher Harold dan menahan Harold untuk melepas ciumannya.


Ciuman ini seperti tidak asing... batin Genessa.


Hasrat Harold semangkin mengebu gebu saat Genessa terus memperdalam ciumannya.


Perlahan tangan Harold mulai membuka resleting gaun Genessa dan memasukkan tangan nya menyentuh dada kenyal Genessa yang padat


Aghhh


Genessa langsung tersadar jika saat ini Harold tidak baik baik saja setelah nanti mengetahui apa yang ingin dia tanyakan pada Grandma tentang Daddy nya.


Mana mungkin bersamaan dengan mengetahui Genessa yang tidak perawan lagi. bisa bisa Harold menjadikannya pelampiasan kemarahan nya. fikir Genessa.


Saat Genessa akan menolak tubuh Harold tanpa sadar jika senjata Harold sudah masuk ke dalam sarangnya. Genessa melihat ternyata dia dengan Harold sudah polos.


Deg! Deg! Deg!

__ADS_1


Genessa berdebar debar menunggu reaksi Harold. tapi Genessa tidak melihat Harold bereaksi apa pun. dia hanya melihat tatapan mata Harold yang menatap nya penuh hasrat dengan nafas yang tidak beraturan naik turun di tubuh Genessa.


Dia tidak bereaksi apa pun.batin Genessa. perlahan Genessa juga mulai hanyut dengan permainan Harold


tanpa terasa satu jam berlalu mereka sama sama mencapai puncaknya. Harold langsung merebahkan tubuhnya di dekat Genessa dengan keringat yang membasahi tubuhnya.


Harold menarik Genessa ke dalam pelukannya lalu mengecup dahinya dengan sangat lembut.


"Terima kasih" lembut Harold dengan nada yang seperti berbisik


Aku mencintaimu sayang. Batin Harold menatap wajah Genessa yang memerah karna malu bercampur takut sambil menutup kedua bola matanya berpura pura tertidur.


Terima kasih... apa aku yang tidak waras atau dia yang mulai gila... aneh.. dia langsung tidak bertanya tentang keperawanan ku, dan lebih parahnya dia malah berterima kasih ku rasa dia yang harus mandi kembang tujuh rupa agar kembali normal seperti semula. fikir Genessa yang terus tertanya tanya tentang sikap Harold


Aaaaa kenapa tiba tiba jadi sangat gerah.


Harold menahan tawanya saat sadar Genessa kegerahan menahan panas karna Harold dengan isengnya mematikan AC menggunakan remote yang berada di dekatnya.


Dia mengeratkan pelukannya pada Genessa, yang membuat Genessa semangkin mengumpati Harold dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2