
Gadis kecil itu semangkin mengencangkan tangis nya. Genessa buru buru mengeluar kan uang 50 ribu dari saku nya.
" bagai mana jika yang ini saja" bujuk Genessa lagi sambil memperlihat kan uang 50 ribu pada anak itu. Gadis kecil itu langsung sumright dan mencium wajah Genessa. Lalu mengambil uang di tangan Genessa dan pergi begitu saja dari hadapan Genessa mencari ibu nya sendiri.
Genessa langsung bengong dengan respon Gadis itu. Genessa melihat tangan nya yang masih menggantung. Genessa menggeleng. " kecil seperti itu sudah matre. bagai mana setelah dewasa nya. Aneh..." ujar Genessa. Lalu berdiri dari jongkok nya.
tiba-tiba Genessa merasa ada yang memeluk pinggang nya dengan agresif. Genessa buru buru melihat ke belakang. " ah tuan muda apa yang anda lakukan. Lihat lah orang orang melihat ke arah kita. Bagai mana jika nanti anda jadi heboh di media tuan" bisik Genessa.
" tidak ada yang berani berbuat macam macam. " ujar Harold lalu melangkah membawa Genessa pergi dari sana.
Saat tiba di parkiran Liam sudah menunggu nya disana.
...****************...
Harold membawa Genessa ke sebuah butik. "selamat siang tuan muda. " sapa Manager di butik itu.
__ADS_1
Harold hanya mengangguk" kalian bawa istri ku memilih gaun yang cocok untuknya. " perintah Harold lalu duduk di sofa butik itu dengan menyilang kakinya.
Manager dan Beberapa pekerja yang ada di sana semua mematung mendengar Harold menyebut 'istri' kapan tuan Harold menikah. Batin mereka semua.
"apa perlu saya mengulangi ucapan ku" ujar Harold menatap tajam mereka semua.
" ba baik tuan muda. Maaf" gugup Manager butik itu.
mereka langsung kalang kabut.sedangkan Liam hanya berdiri melirik Harold "ada apa dengan anda tuan muda. Tentu saja mereka terkejut dengan ucapan anda tuan. Tapi seperti nya anda memang sudah mulai tidak sehat tuan"batin Liam yang melihat Harold akhir akhir ini sering berlaku aneh.
Glek !
Liam menelan saliva nya mendengar ancaman Harold." maaf tuan muda" Liam langsung diam mematung tidak berani lagi melirik Harold.
Genessa keluar dari ruang ganti memperlihat kan Harold gaun yang dia gunakan. Harold tertegun melihat Genessa yang sangat cantik dengan gaun yang dia guna kan.
__ADS_1
" ganti, itu jelek" ujar Harold mengalih kan pandangan nya dari Genessa. karena Harold tidak ingin Genessa melihat dia yang terpesona dengan kecantikan Genessa.
Tidak lama Genessa keluar lagi menggunakan gaun lain.yang membuat Genessa bertambah anggun. Harold menelan saliva nya melihat Genessa yang sangat cantik.
" ganti itu juga jelek" ujar Harold lagi.
Genessa mendengus kesal melihat tingkah Harold.
Sudah 10 kali Genessa mengganti gaun nya Harold tetap mengatakan jika gaun nya jelek.sehingga Genessa ingin sekali mencakar wajah Harold yang terlihat tidak bersalah telah membuatnya kelelahan terus berganti.
Mengapa gaun yang dia kenakan semua membuat dia bertambah cantik. Itu sangat berbahaya pasti akan ada lagi felix yang kedua ketiga ke empat,bahkan sampai felix ke lima.fikir Harold menjadi kesal sendiri melihat istri nya mengenakan apa saja tetap cantik.
Sedangkan Genessa di dalam ruang ganti sudah mengutuk habis habisan Harold.
" Arrkkhh kenapa pria itu sangat menyebal kan, menjengkel kan, aku ingin sekali membunuh nya. Lalu tubuh nya ku olah menjadi daging panggang. Sumpah aku ingin sekali mencakar cakar wajah tampan nya itu. Biar dia berubah jadi jelek seperti omongan nya." geram Genessa mengingat Harold yang menyuruh nya terus mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"apa kau yakin berani melakukan itu?" bisik Harold yang sudah di belakang Genessa. Genessa melebarkan kedua bola matanya.