Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Kita lihat saja


__ADS_3

" apa kau sudah bosan bekerja dengan ku Liam " ucap Harold pada Liam. Harold tahu jika Liam sedang mengumpat nya dalam hati.


" ti tidak tuan muda. Maaf kan saya tuan" gugup Liam."aaaa bahkan dalam hati saja, dia tahu jika aku sedang mengumpat nya". Tambah Liam dalam hati.


"Apa kata mu Genessa. Kau tidak menyukai ku, apa lagi mencintai ku... Kita lihat saja Genessa. Sampai di mana pertahanan mu untuk tidak mencintai seorang Harold ivander Genessa".batin Harold memegang erat ponsel nya.


****************


Genessa berdiri di balkon kamarnya melihat pemandangan Resort Harold. "Apa benar kau tidak menyukai tuan kejam itu Genessa. Mengapa ada rasa tidak rela yang terselip di lubuk hati mu saat kau mengatakan itu pada felix Genessa. Ada apa dengan mu wahai hati, bukan kah yang kau sukai itu adalah felix". Batin Genessa sambil memegang dadanya.


" apa kau belum kemana mana Genessa " tanya Harold yang baru tiba di kamar nya. Harold memeluk Genessa dari arah belakang.


Genessa kaget karena Harold tiba tiba memeluk nya. Akibat kaget Genessa juga reflex menggeleng.

__ADS_1


" benar kah" ujar Harold yang terdengar menyeram kan. Harold menurun kan baju Genessa di bahu kanannya lalu meletak kan bibir nya di sana.


Harold mengecup bahu Genessa. yang membuat Genessa merinding. Perlahan Harold membuka mulut nya.


Genessa melebarkan bola matanya saat sadar jika Harold mulai menggigit bahu nya. Perlahan tapi pasti Genessa merasa kan Semangkin sakit.


Genessa reflex memegang wajah Harold." sakit.... " lirik Genessa sambil menahan wajah Harold.


Genessa yang mulai faham dengan sikap Harold langsung berucap. "sa saya sudah dari luar tadi tuan" gugup Genessa terdengar lirih lalu menunduk.


Harold melepas kan gigitan nya di bahu Genessa. Lalu mengambil obat sapu yang tadi sempat Harold beli saat keluar. Harold kembali menghampiri Genessa. Lalu mengoles obat sapu itu pada bahu dan lengan Genessa yang semalam sempat dia buat merah.


" mengapa kau suka sekali berbohong Genessa... " ujar Harold masih mengoles obat pada tangan Genessa.

__ADS_1


Genessa bungkam. sebentar nya Genessa tidak pernah berniat berbohong pada Harold. Tapi tidak tahu mengapa setiap kali melihat wajah Harold. Genessa langsung ciut. Padahal Genessa tidak pernah takut pada siapa pun. Tapi karena Harold sering menyakiti fisik nya. Dia jadi was was, dan sering takut berucap yang jujur pada Harold.


" kenapa kau diam Genessa. Kau ingin aku menghamili mu dulu baru kau tidak lagi berbohong pada ku hm." ujar Harold memegang dagu Genessa.


Genessa menggeleng cepat. Harold mendekat kan wajah nya di telinga Genessa lalu berbisik. " tapi aku suka penolakan." bisik Harold di telinga Genessa.


" aku lapar" ucap Genessa cepat saat Harold menarik tangan nya ke arah ranjang.


Harold menatap Genessa penuh arti." saya tidak berbohong tuan. Saya memang lapar. Ini sudah waktu nya makan siang" ujar Genessa sambil memperhati kan wajah Harold yang menatap nya.


"apa dia akan percaya? Aaa jika tidak aku pasti kan dia akan menghukum ku lagi".batin Genessa was was.


Harold tersenyum dalam hati. "Kita lihat saja sampai di mana kau mampu mengelak untuk tidak melayani ku di ranjang gadis kecil.batin Harold. menyeringai dalam hati. karena Harold bisa baca niat Genessa untuk menghindari nya.

__ADS_1


__ADS_2