
"Awal pagi pagi tadi Tuan muda sudah berangkat keluar kota nona. dan semalam tuan muda juga tidur di Mension ini nona." kata pak Aiden sesuai yang di perintah kan oleh tuan mudanya.
"Benar kah... "
"Ya nona. ada apa apa lagi yang nona muda butuhkan" tanya Pak Aiden lagi masih sesuai yang di perintah kan
" Tidak ada sudah pak Aiden. " jawab Genessa tersenyum pada pak Aiden.
" Baik lah nona muda. kalau begitu saya pamit dulu. jika ada yang nona butuhkan lagi, nona bisa memanggil saya di luar "
" Baiklah"
Setelah itu pak Aiden langsung undur diri. Genessa menghampiri makanan itu lalu mulai memakannya. Baru saja beberapa suap Genessa memakan makanan itu dia merasa sudah kenyang Akibat tidak berselera terus membayangkan nasibnya kedepannya akan seperti apa.
__ADS_1
''Aku bisa Gila... " frustasi Genessa mengacak rambur panjangnya."atau aku lari saja dari mension ini.. " ujar Genessa pada drinya sendiri karna dia benar benar sudah buntu dan takut jika nanti Harold akan membunuhnya.
,,,,,,,,,,
Setelah selesai makan siang tadi Genessa tertidur dengan menggunakan celana serta baju yang serba tertutup, juga tidak lupa dengan syal di leher jejangnya. alasan Genessa menggunakan pakaian seperti itu agar jika Harold kembali tidak melihat bekas kecupan yang berada di lehernya.
Genessa tertidur dengan pulas di ranjang tanpa sadar sudah pukul delapan malam. Genessa terbangun dan mendudukkan tubuhnya di ranjang dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, dia masih sangat mengantuk, tapi karna perutnya yang terus berbunyi meminta di isi jadi terpaksa Genessa terbangun. Genessa menguap, perlahan bola mata Genessa menangkap sosok yang duduk di sofa sedang sibuk dengan tab nya.
Glek!
"Kau sudah bangun, " terdengar suara bariton Harold yang berbicara padanya tanpa melihat ke arah Genessa karna masih sibuk dengan tabnya.
Glek!
__ADS_1
Sekali lagi Genessa menelan saliva nya dengan susah payah mendengar suara Harold saja membuatnya merasa seperti di hunus dengan pedang yang sebentar lagi akan menyayatnya.
"Apa kau akan terus duduk di ranjang itu tanpa ingin beranjak dari sana...aku sudah sangat lapar dari tadi menuggu mu untuk bangun." kata Harold mematikan Tab nya lalu melihat ke arah Genessa.
Bola mata Harold dan Genessa bertemu. Genessa dengan buru buru mengalihkan pandangannya dari bola mata Harold. entah mengapa dia merasa seperti terintimidasi dengan tatapan Harold padanya. Genessa beranjak dari kasur dan melangkah ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya. tingkah Genessa tidak luput dari sorot mata Harold.
Harold dapat melihat ketegangan di wajah Genessa. beberapa minit berlalu Genessa keluar dari kamar mandi. Tapi dia masih berdiri mematung di depan kamar mandi, dia bingung ingin berhadapan dengan Harold seperti apa. apa lagi saat ini dia memakai pakaian yang serba tertutup. dia pasti terlihat aneh, karna Genessa adalah wanita yang sering berpenampilan terbuka.
"Aku sudah lapar Genessa... apa yang kau lakukan di situ...,kemari lah" kata Harol lagi menatap Genessa dengan tajam yang membuat Genessa ingin mati saja saat ini juga.
Genessa melangkah cepat ke Arah Harold yang menatapnya tajam. Genessa langsung mendudukkan tubuhnya di hadapan Harold. sudah banyak makan yang terhidang di atas meja yang berada di hadapan Harold. Harold memang sengaja menyuruh pak Aiden untuk menyiapkan nya makan malam di atas saja, karna tadi dia melihat Genessa yang tertidur pulas, dia tidak tega membangunkan Genessa.
Apa lagi Genessa harus punya energi yang banyak untuk dia bawa bermain main. Fikir Harold yang senang melihat wajah pias Genessa.
__ADS_1