Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Mata suci ku


__ADS_3

"Ya. Dan kurasa kau sudah cukup tua untuk melepas kan Jabatan mu" kata Harold menatap Dingin pada Dekan yang tadi membentak istrinya


"T tuan muda maaf kan saya tuan, saya tidak tahu jika Genessa adalah istri anda tuan" Dekan meminta maaf dengan terbata bata.


" Jadi maksud mu, jika Genessa bukan istri ku, kalian akan berbuat sesuka hati kalian saja... Dan apa kah benar selama ini istri ku yang sering cari masalah di kampus ini. Atau kalian saja yang lalai tidak melihat siapa yang suka cari masalah." kata Harold melihat mereka semua satu persatu dengan tajam.


Mereka semua ketakutan Dengan tatapan Harold. Tidak terkecuali Genessa. Dari tadi Genessa mempersiap kan diri jika Harold akan mengencang kan pelukan di pinggangnya.


Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Harold. karena selama ini memang mereka kurang teliti tantang para pelajar di kampus itu.


"Asisten Liam "panggil Harold


"Ya tuan muda" sigap Liam


"Kau urus semua masalah di kampus ini. keluarkan saja siapa pun yang sudah memojokkan istri ku. Dan jika orang tuanya ada bekerja sama dengan perusahaan H.I.K group. Putuskan saja kerja samanya. Begitu pun dengan yang lainnya."kata Harold memerintah Liam.


"Siap tuan muda"

__ADS_1


Harold melangkah pergi membawa Genessa. sedangkan mereka yang terlibat hanya bisa meratapi nasibnya. Dia tetap lah tuan muda Harold yang melakukan sesuka hatinya tanpa fikir siapa pun itu.


***


Di mobil Genessa hanya diam tidak berani bergerak. Bahkan bernafas pun Genessa tahan, dan hanya bernafas pelan saja.


" mengapa pagi pagi kau sudah membuat masalah di kampus Genessa " tanya Harold pada Genessa yang diam dari tadi..


Genessa meremas ujung baju nya tidak tahu akan menjawab Harold apa.


Drrtt Drrtt Drrtt


Grandma


"Hallo Grandma... "jawab Harold dengan nada yang sangat lembut. Membuat Genessa bertambah merinding mendengar suara Harold.


"Kapan kau berkunjung ke Villa Nenek lagi Harold... Nenek ingin menemui cucu menantu nenek. Nenek ingin pastikan apa istri mu sudah berisi apa belum." kata Grandma Harold

__ADS_1


Harold langsung melirik Genessa yang melihat keluar jendela mobil.


"Aku baru pulang dari Resort ku Grandma. Jadi mungkin akhir akhir ini Harold akan sibuk di kantor Grandma." jawab Harold masih menatap Genessa


"Baik lah.. Tapi satu bulan dari sekarang kau harus berkunjung bersama Dengan istri mu. Aku ingin membawa nya ke rumah sakit. Apa dia sudah hamil apa belum. Ya sudah, Grandma tutup dulu"Grandma Harold langsung menutup Ponsel nya.


Harold menyimpan Ponsel milik nya lalu menarik Genessa mendekat Dengan nya. "A ada apa... "tanya Genessa karena Harold memeluknya.


"Kau harus Hamil dalam masa terdekat ini Genessa."Bisik Harold pada Genessa.


Genessa melirik pada kaca di hadapan Asisten Liam. Bola matanya bertemu bola mata Asisten Liam. Wajah Genessa langsung memerah karena dia sangat malu pada Asisten Liam yang melihat Harold memasukkan tangannya ke dalam baju miliknya.


"J jangan Seperti ini... Ada Asisten Liam di sini" lirih Genessa menahan tangan Harold yang menjelajahi nya.


Bukan nya mendengar. Harold malah mengukung tubuh Genessa di kursi belakang.


Mata suci ku ternodai....Dasar tuan muda tidak berakhlak.batin Liam yang mengemudi.

__ADS_1


***


Assalamualaikum salam kenal dari autor ya🤗 maaf jika typo bertebaran di mana-mana. bantu dukung karya autor ya. 😊 like dan komen🥰 maaf jika autor agak terlambat Update nya😅. terimakasih semua yang masih setia menunggu Update autorAssalamualaikum salam kenal dari autor ya🤗 maaf jika typo bertebaran di mana-mana. bantu dukung karya autor ya. 😊 like dan komen🥰 maaf jika autor agak terlambat Update nya😅. terimakasih semua yang masih setia menunggu Update autor


__ADS_2