
Harold menggeleng lalu menarik nafas berat melihat Genessa yang sudah mabuk berat. Harold mendudukkan dirinya di dekat Genessa lalu membuka topi baju Hoddy Genessa yang menutupi kepalanya.
Genessa mengangkat kepalanya saat merasa seseorang yang mengganggunya." pergi dari sini.. jangan mengganggu ku" ujar Genessa dengan suara beratnya lalu menolak tubuh Harold yang berada di dekatnya.
Harold memegang tangan Genessa yang menolaknya " apa yang kau lakukan disini dan mabuk seperti ini."tanya Harold manatap wajah Genessa
"Singkirkan tangan mu dari ku... tapi tunggu dulu kenapa suara mu mirip dengan manusia kejam itu... apa aku sudah mulai gila,karna di mana pun aku berada,aku masih bisa mendengar suara pria pemaksa itu"kata Genessa lalu menyandarkan dahinya di bahu Harold. Genessa memang sudah benar benar mabuk berat dan bahkan dia sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas jika laki laki di sebelahnya itu adalah Harold suaminya.
Harold tidak menjawab Genessa yang mengumpatnya.dia memanggil salah satu pelayan di bar itu lalu menyuruhnya memesan kamar. setelah itu Harold mengangkat tubuh Genessa.
__ADS_1
"Kau ingin membawaku kemana... turunkan aku.. "kata Genessa lemah menyandarkan kepalanya di bahu Harold yang Menggendongnya. Harold hanya diam tidak menjawab Genessa
" Kenapa semua orang orang di sekelilingku hanya ingin mengambil keuntungan dari ku... kenapa tidak ada satu pun yang ikhlas dan benar benar menginginkan aku...Hiks " oceh Genessa sambil terisak
"Aku lahir ke dalam dunia ini hanya karna sebuah warisan dan demi sebuah karir.. menyedihkan bukan... mereka tidak menginginkan ku.. tapi tidak sampai disitu, aku juga bahkan di jual pada manusia kejam. .. yang sekarang ini menjadi suamiku.. dia sangat pemaksa, dia menyuruhku hamil dan melahirkan anak untuknya demi menyenangkan Grandma nya.. dan itu sama seperti diriku yang di lahirkan karna memiliki tujuan.." kata Genessa tidak sadar jika Harold yang bersamanya. Harold menghentikan langkah kakinya saat mendengar ocehan Genessa
"Mungkin jika keinginannya sudah dia dapatkan, pasti dia juga akan menendang ku dari kehidupannya dan memisah kan aku dengan anak ku... dan anakku akan berakhir seperti diriku yang sangat menyedihkan... setelah itu dia juga pasti menikah lagi dan hidup bahagia bersama istri kedua nya dan membiarkan aku dan juga anakku, sama seperti ayah... yang tidak pernah memberiku sedikit pun kasih sayang... aku hanya ingin ayah sedikit saja melihat ke arah ku dan mengusap rambutku seperti anak anak yang lainnya.... "kata Genessa menjatuhkan air matanya
" alasan aku tidak ingin hamil... aku tidak ingin anakku berakhir sepertiku yang sangat menyedihkan" Tambah Genessa lirih dengan air mata yang semangkin deras.
__ADS_1
Harold sangat iba mendengar curahan hati istrinya itu. Harold memeluk tubuh Genessa dengan hangat. jangan sama kan aku dengan Ayahmu Genessa.. ayah mu tidak mencintai ibumu.. beda dengan ku yang mencintai mu, tapi kau tidak mengetahuinya. Batin Harold lalu kembali melangkah menuju kamar.
Tiba di kamar sudah ada manager bar itu menunggunya di depan pintu. "maafkan saya tuan muda yang tidak menyadari kehadiran tuan muda di bar kami" ujar manager itu tidak enak sambil sedikit membungkuk.
"Tidak mengapa.. aku ingin segera menghantar istri ku kedalam, apa boleh pintunya di buka,." kata Harold pada manager itu,
" Baik tuan muda" manager itu buru buru membuka kan Harold pintu kamar."silakan tuan muda''
"Terima kasih" kata Harold melangkah masuk ke dalam.
__ADS_1