Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Episode 61


__ADS_3

Saat ini menunjuk kan pukul delapan malam, dan Genessa sedang berada di bar. tadi pagi semasa Genessa mendengar perdebatan kedua orang tuanya. Genessa berjalan tanpa Arah tujuan dan duduk di taman seperti orang bodoh hingga sore hari... dia juga mematikan ponselnya. setelah lama di taman Genessa tanpa sadar melangkahkan kedua kakinya ke arah bar yang biasa dia dan teman temannya menghabiskan waktunya


Tapi karna baru baru ini Mellania memojokkannya juga di kampus maka itu dia juga tidak menghubungi Mellania mahu pun Disya. dia benar benar tidak memiliki siapa pun untuk menumpahkan kesedihannya. jadi dia memilih menghabis kan waktunya di bar seorang diri.


Genessa juga menggunakan Hoddy dan menutup kepalanya menggunakan topi Hoddynya. Agar jika ada teman temannya di sana tidak ada yang akan mengenalnya.


Tanpa sadar Genessa sudah menghabiskan minuman keras sebanyak dua botol. pandangan Genessa juga sudah mulai kabur. dia benar benar sudah mabuk berat tapi Genessa masih memesan minuman lagi dan terus meminum nya sehingga pukul 10 malam Genessa masih berada di bar.


,,,,,,,


Di lain tempat Harold baru tiba di mension setelah pukul 10 malam. Harold sangat sibuk di kantor tanpa sadar sudah pukul 10 malam. saat tiba di mension Harold langsung naik menuju kamarnya.


Clekkkk


Harold melangkahkan kakinya masuk kedalam dan mengedarkan pandangannya tapi tidak ada Genessa di dalam. Harold mengecek balkon juga Genessa tidak Ada. Harold memanggil Pak Aiden.


Tok tok tok


Ketukan pak Aiden di pintu kamar Harold

__ADS_1


" Masuk saja" kata Harold sambil membuka jasnya dan juga dasinya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda" tanya pak Aiden dengan sopan


"Pak Aiden, Mana Genessa. apa dia belum pulang"tanya Harold yang membuat pak Aiden gugup.


"Maaf tuan muda. nona muda memang belum pernah kembali saat keluar tadi pagi ke kampus tuan muda" jelas pak Aiden sedikit menunduk dan gugup


Harold menatap tajam pada pak Aiden"Sepertinya kau sudah bosan bekerja di mension ini pak Aiden" dingin Harold menatap Pak Aiden.


Glek!


Karna setiap yang berlaku di mension itu dia pasti melaporkannya pada Harold. tapi saat Genessa lambat pulang Pak Aiden tidak melaporkannya pada Harold karna berharap jika Genessa bisa kembali sebelum Harold kembali. pak Aiden kasihan pada Genessa jika sampai tuan mudanya itu menghukum Genessa karna terlambat pulang lagi. tapi tidak di sangka sampai pukul sepuluh malam pun Genessa belum kembali juga.


"Ku harap ini yang terakhir kau melakukan kesalahan Pak Aiden, karna jika kau melakaukan ini lagi aku tidak segan segan untuk memecatmu" kata Harold marah pada Pak Aiden.


"Ba baik tuan muda... saya tidak akan mengulangi ini lagi."


"Hm, pergilah" Harold mengibaskan tangannya menyuruh Pak Aiden keluar dari kamarnya

__ADS_1


" Baik tuan muda. saya permisi" pamit pak Aiden langsung melangkah keluar


Harold melangkah kan kakinya ke sofa dan mendudukkan dirinya di sana. Dia mengeluarkan ponselnya dari sakunya sambil memijat bahunya yang terasa sangat lelah. Harold menghubungi Asisten Liam


Drrrttt Drrttt Drrrttt


Tuan muda


"Hallo tuan muda." jawan Asisten Liam


"Perintahkan anak buahmu untuk mencari keberadaanya Genessa." kata Harold lalu mematikan ponselnya.


Beberapa minit berlalu Asisten Liam mengirim lokasi Genessa pada tuan mudanya. Harold langsung berdiri dari duduknya lalu bergegas ke bar tempat Genessa saat ini setelah melihat Lokasinya.


Tiba di bar Harold langsung melangkah masuk ke dalam dan mencari keberadaan Genessa. hanya sebentar Harold sudah menemui keberadaan.


Harold melangkah mendekati Genessa yang membaringkan kepalanya di meja bar sambil terus mengoceh dengan mata yang tertutup.


.

__ADS_1


__ADS_2