Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Mati aku


__ADS_3

Genessa menyerjit karena sarapan nya hanya satu. sedang kan Harold juga belum sarapan


Genessa melirik pada Harold yang sibuk dengan komputer nya lalu membisik Asisten Liam. "Asisten liam, apa tuan kejam mu itu tidak sarapan "bisik Genessa pada Liam


Liam hanya menggeleng lalu mengkode Genessa seperti mengatakan 'diam lah nona tuan sedang tidak baik baik saja'


" silakan nona. Saya permisi dulu." kata Liam.


Genessa melototi Liam seolah mengatakan 'tetap lah di sini.. Aku takut sama tuan mu'


'maaf nona' balas Liam juga dari sorot matanya lalu melangkah keluar. Asisten sialan... Bisa mati tegang aku.batin Genessa karena Harold dari bangun belum pernah bersuara padanya


Genessa diam dan mulai memakan sarapannya. Setelah selesai sarapan Genessa lelah dan capek terus di ruangan Harold. Dia bingung apa yang akan dia lakukan di sana. Genessa Ingin mengajak Harold berbicara tapi wajah Harold hanya dingin dan datar. Genessa menarik nafas dalam menghadapi situasi saat ini. Akhirnya mengeluarkan ponselnya lalu bermain game. Lelah bermain game Genessa tertidur di sofa ruangan Harold.


Harold melihat Genessa yang sedang tertidur lalu mengangkat tubuh Genessa ke ruang istirahat di ruangan itu. Dia tahu istrinya Itu pasti terjatuh nanti di sofa jika dia terus membiar kan nya di sana.


,,,,,,


beberapa jam tertidur Genessa terbangun. Aku di mana ini.batin Genessa yang tidak pernah ke kamar istirahat Harold di ruangan nya. Genessa melihat jam sudah pukul tiga sore.. bagaimana aku bisa tertidur sangat lama.tambah Genessa membatin.

__ADS_1


Genessa melihat ada makanan yang Harold sudah siap kan di kamar itu.


masih hangat batin Genessa saat menyentuh makanan itu.


,,,,,


Setelah selesai makan Genessa keluar dari kamar. Di luar sangat sunyi. Harold Tidak ada di ruangannya. Genessa melangkah keluar dari ruangan Harold.


"nona" sapa Liam yang melihat Genessa ada di luar ruangan


"mana tuan kejam mu itu" tanya Genessa pada Liam.


Genessa melihat Liam dari atas sampai bawah,dan dari bawah kembali ke atas lagi


"Ada apa nona. Anda Seperti menelanjangiku" jujur Liam tentang tatapan Genessa padanya.


Bola mata Genessa melebar mendengar ucapan Liam "Eh Asisten sialan... Tangan ku aman aman saja di sini dan kau berkata aku menelanjangimu... Wah kau menuduh ku Asisten Liam " marah Genessa melototi Asisten Liam


"itu hanya pribahasa nona" bela Liam pada dirinya

__ADS_1


"ya sudah.. karena kau sudah terlanjur menuduh ku. Mari sini aku membuka semua pakaian mu."Jahil Genessa mendekati Liam. Tapi Liam menjauhi nya.


"nona.. Jangan Seperti ini.. Nanti tuan muda datang,,,"kata Liam terus menjauhi Genessa


"aku tidak peduli. Kau yang memulainya Asisten Liam " Genessa tersenyum jahil pada Asisten Liam lalu menarik ujung baju kemeja Liam dengan keras, yang berada di balik jas abu abunya.


krekk !!


Bunyi sobek dari kemeja Liam dan memperlihat kan dada seksinya..


"apa yang kalian lakukan" suara bariton Harold yang berdiri di punggung Genessa dan Liam


Harold Melihat Tangan Genessa yang memegang ujung baju Liam. Dan Liam yang terpojok dengan dada yang terbuka oleh sobekan akibat ulah Genessa yang menarik baju Asisten Liam


Mati aku...batin Genessa


,,,


Assalamualaikum salam kenal dari autor ya🤗 maaf jika typo bertebaran di mana-mana. bantu dukung karya autor ya. 😊 like dan komen🥰 maaf jika autor agak terlambat Update nya😅. terimakasih semua yang masih setia menunggu Update autor

__ADS_1


__ADS_2