
" Baik lah. kau Hantar kan makanan ke dalam kamar. jangan biarkan sesiapa pun yang mengganggunya. dan jangan biarkan dia turun kebawah, biar kan dia istirahat saja di kamar. bawah juga buah dan beberapa cemilan yang sehat ke dalam kamar. dan tanya kan padanya apa yang dia inginkan" perintah Harold panjang lebar pada Pak Aiden. yang membuat pak Aiden jadi aneh dengan sikap tuan mudanya itu, karna dia tahu tuannya itu tidak pernah sepeduli itu pada siapa pun termasuk Mommynya sendiri dan juga Marry yang pernah menjadi kekasihnya
"Baik tuan muda akan saya laksakan sekarang juga tuan"
"Hm." dehem Harold lalu mematikan ponselnya.
Ada apa dengan tuan muda.... aneh... tidak biasanya dia seperti itu, apa dia sudah mulai mencintai istri kontrak nya itu. ah, apa yang kau katakan Aiden. dia pasti akan mengetahuinya nanti. batin pak Aiden kembali memarahi dirinya sendiri karna dia lancang membicarakan tuan mudanya dalam hati.
Tidak berapa lama ponsel pak Aiden berbunyi menerima notifikasi dari tuannya
Ting!
Jangan membicarakan ku di mension ku pak Aiden... aku mengetahuinya. kata Harold yang tahu pak Aiden mengumpatinya.
Begitulah kira kira Pesan Harold yang di baca pak Aiden. nah kan, aku bilang juga apa dia pasti akan mengetahuinya... sepertinya dia memiliki indra keenam.Batin pak Aiden lalu melangkah untuk menyiapkan yang di perintahkan oleh Tuan mudanya.
__ADS_1
,,,,,,,,,,,,
Di kamar Genessa mondar mandir seperti setrikaan. dia benar benar tidak bisa tenang memikirkan tentang Harold jika mengetahui apa yang sudah dia lakukan. Walau pun sudah berkali kali dia berfikir jika Harold juga tidak mengetahuinya perawan atau tidak, sebelum menikahinya. tapi tetap saja itu tidak berhasil untuk menengkan perasaannya.
Genessa tidak tahu jika Harold mengetahui semua daftar riwayat kehidupannya yang lalu dan yang saat ini.
Tiba tiba Genessa kembali membola kan kedua matanya saat mengingat sesuatu. " aku terlupa kan satu poin... bagai mana jika aku hamil" kata Genessa menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya dengan wajah yang benar benar shock
Tamat lah riwayat mu Genessa...Batin Genessa menelan saliva nya dengan kasar. saat genessa masih sibuk memikirkan nasibnya tiba tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar
Genessa melangkah membukan pak Aiden pintu. karna tadi dia mengunci pintu kamarnya
"Maaf mengganggu waktu istirahat anda nona. ini saya bawakan makan siang dan juga buah buahan serta beberapa cemilan nona muda."
Aku bahkan terlupa untuk makan hari ini... karna terus memikirkan pria kejam itu. batin Genessa yang baru mengingat jika dia belum pernah mengisi apa pun ke dalam perutnya semenjak terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Terima kasih pak Aiden "'Kata Genessa ingin mengambil makanan di troli yang pak Aiden bawa, tapi pak Aiden menghalanginya.
"Biar saya saja nona muda. bisa saya masuk" kata pak Aiden lalu meminta izin masuk ke dalam. Genessa mengangguk memberi izin Pak Aiden untuk masuk ke dalam
Pak Aiden pun menolak troli makanan itu masuk ke dalam kamar.
"Pak Aiden jika bisa tahu kemana tuan Ke.... ah, maksud ku tuan muda mu itu." tanya Genessa melihat wajah pak Aiden.
"Suami anda maksudnya nona muda. tuan muda Keluar kota nona" jawab Pak Aiden
Suami? kenapa terdengar Serem ya. fikir Genessa", owh... kapan dia keluar kota? dan apa semalam dia tidur di mension" tanya Genessa lagi dengan hati hati agar Pak Aiden tidak curiga padanya.
Pak Aiden Terdiam mengingat ucapan tuannya tadi pagi semasa tuan mudanya pulang mengganti pakaian.
"Pak Aiden jika Nanti Genessa pulang dan menanyakan ku, kata kan saja padanya jika aku keluar kota awal pagi sekali. dan jika dia menanyakan ku tidur di mana. katakan saja jika aku tidur di mension"
__ADS_1
Seperti itu lah pesan Harold pada pak Aiden. Tuan muda memang memiliki indra ke enam yang bisa membaca ke adaan. batin Pak Aiden yang lagi lagi berfikiran aneh aneh