Kau Harus Mencintaiku

Kau Harus Mencintaiku
Episode 63


__ADS_3

Manager itu melongo mendengar kalimat Harold. Terima kasih.. ulangnya dalam hati. tuan muda Harold tidak kesurupan kan.tambahnya membatin. karna Harold di kenal kejam bengis dan angkuh yang tidak pernah mengucap kan kata 'terima kasih' atau 'maaf' "mungkin aku salah dengar"gumamnya pelan lalu melangkah pergi dari hadapan pintu kamara Harold.


Di dalam kamar Harold membaringkan tubuh Genessa dengan pelan di atas ranjang. tiba tiba Genessa mengangkat kedua tangannya dengan mata yang masih tertutup rapat lalu memegang rahang Harold menariknya kemudian menempelkan bibirnya dan bibir Harold.


Genessa mencium dengan lembut bibir Harold yang membuat Harold sangat kaget dengan tindakan Genessa yang tiba tiba dan sangat berani. Genessa ******* bibir Harold dan memperdalam ciumannya. Genessa tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Kau yang memancingku.. jadi jangan salahkan aku. Batin Harold perlahan membalas ciuman Genessa.


🙏maaf ya, author skip aja ya. tidak baik buat kesehatan😁


,,,,,,,


Keesokan harinya Genessa masih tertidur di pelukan Harold yang dari tadi menatap wajah cantiknya. Harold tersenyum sendiri mengingat permainan panasnya semalam bersama dengan Genessa.


Dia mengangkat tangannya lalu merapikan Anak rambut Genessa. semoga penerus ku tumbuh di rahim mu... kau tidak perlu pengkhawatirkan tentang yang kau katakan... kau hanya perlu mencaintai ku dan hanya melihat ke arah ku saja... karna hanya itu yang aku ingin kan. aku tidak akan pernah membuang mu dari kehidupan ku. jadi kau tidak perlu khawatir sayang. batin Harold mencium dahi Genessa.


Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt


Ponsel Harold berdering

__ADS_1


Asisten Liam


" Hallo" jawab Harold


" Maafkan saya jika mengganggu waktu anda tuan muda, tapi sebentar lagi kita akan berangkat keluar kota tuan, apa saya batalkan saja dan kembali mengatur jadwal ulang tuan muda"


Harold terdiam sebentar lalu melihat ke Arah Genessa yang masih sangat pulas dengan tidurnya setelah kelelahan akibat ulahnya semalam.


Tiba-tiba Harold tersenyum licik. " Tidak usah Liam. kita berangkat sekarang juga. tiga puluh minit lagi aku tiba di sana"


" Baik tuan muda."


Harold melihat bercak darah di kasurnya lalu kembali tersenyum kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu keluar dari kamar meninggalkan Genessa saat melihat sudah pukul 9 siang.


,,,,,,


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Genessa perlahan menggerakkan tubuhnya.

__ADS_1


Mengapa tubuhku terasa sakit semua... ada apa dengan tubuhku... aku seperti sudah tertimpa pohon besar. batin Genessa. lalu menggerakkan kakinya


"Auwww... sakit, " teriak Genessa langsung membuka kedua matanya saat merasakan kewanitaan nya sangat perih.


Genessa melihat tubuhnya yang polos tanpa menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya.


Deg!


Glek!


Apa yang terjadi pada ku.batin Genessa mulai panik. Genessa dengan buru buru mengecek tubuhnya matanya membola saat tubuhnya di penuhi dengan tanda merah bekas kecupan kecupan Harold. Genessa memeriksa kewanitaan nya. . .


Astaga... Genessa semangkin panik. tanpa sengaja mata Genessa menangkap bercak merah di kasurnya


Glek!


Wajah Genessa langsung pucat pasi saat sadar jika baru saja di sudah tidur bersama dengan pria yang tidak dia kenal. tiba-tiba Genessa teringat dengan suaminya Harold.

__ADS_1


Wajah Genessa semangkin bertambah pias. bagaimana ini... dia pasti akan membunuhku.batin Genessa yang panik setengah mati


__ADS_2