
"Pastikan semua berjalan lancar. Aku sudah membayar mahal kau semalam! Ingat, jangan sampai meninggalkan jejak dari apa yang kau lakukan nanti!" pesan Clara pada pria yang merupakan partner kejahatannya.
Semalaman pria itu meminta upahnya terlebih dulu, sehingga Clara harus merelakan tubuhnya untuk memuaskan pria itu. Clara tidak mengatakan keadaan dirinya yang tengah hamil pada pria itu.
Karena, semua rencananya bisa berantakan.
Tak ada pria nakal' yang mau dengan wanita hamil.
__________
Setelah bermain di atas karang.
Leo mengajak Nadia untuk bermain wahana yang ada di pantai itu.
Flyboarding.
Seperti yang Nadia katakan sebelumnya.
"Aaaa ... Leo. Kau sungguh yang akan menaiki benda itu!" pekik Nadia.
Padahal di raja Ampat belum tersedia olahraga air seperti ini. Akan tetapi, Leo dengan kekayaan dan kuasa yang ia miliki tentu saja bisa, semua demi mewujudkan keinginan Nadia.
Permainan ini menggunakan alat bernama flyboard. Alat ini adalah sepasang sepatu yang menyatu dengan papan mirip sky, dimana sudah dilengkapi dengan mesin berteknologi canggih.
"Semua ini khusus untuk ratuku. Aku mendatangkan ini jauh-jauh kesini secara Ekspres," terang Leo yang sudah mulai memasang alat tersebut pada kedua kakinya.
"Bersiaplah. Aku akan mengajakmu terbang!" ucap Leo, setelahnya pria itu turun ke dalam air.
Di pandu oleh guide yang menjalankan jetski. Dimana kendaraan itu berfungsi untuk mengoperasikan flyboard dan tekanan air laut yang bisa mengangkat tubuhmu hingga dua puluh meter di atas permukaan laut.
Leo mulai terangkat naik dan melakukan atraksi dengan benda tersebut.
Nadia melompat-lompat kegirangan. Selama ini dirinya hanya melihat olahraga itu di ponselnya. Sehingga Nadia sempat bermimpi untuk dapat merasakan terbang di atas air dengan benda tersebut.
"Nadia! Sini!" panggil Leo yang mana sudah berdiri dihadapan Nadia.
Raut wajah Nadia berseri tanda wanita itu sangatlah senang.
Leo meraih kedua tangan Nadia, dan istrinya itu pun mulai menjejakkan kakinya pada alat tersebut.
"Aaa ... Leo!" pekik Nadia.
"Jangan takut. Peluklah tubuhku dan berusaha untuk rileks agar kau dapat menikmatinya," ucap Leo.
__ADS_1
"Aaaaaa ...!"
Nadia kembali berteriak girang ketika Leo mengajaknya berputar di udara lalu melakukan manuver sederhana beberapa kali.
Sesekali Nadia terlihat menciumi bibir suaminya. Kebahagiaan nampak sekali menguar dari dalam dirinya. Suaminya itu, telah mewujudkan apa yang ia inginkan.
Berbagai atraksi Leo lakukan meski hal itu nyatanya menciptakan jeritan demi jeritan dari bibir istrinya.
Sementara keduanya menikmati momen bulan madu mereka. Ada para anak buah yang bekerja ekstra sigap di belakang kenyamanan keduanya.
Blue dengan teknologi yang ia kuasai, telah menonaktifkan sinyal dari para drone tersebut.
"Sial!"
Sekali lagi, Barca mengumpat kesal.
Karena lagi-lagi upayanya di patahkan oleh para kaki tangan Leo yang tak bisa di pandang remeh apalagi dianggap sebelah mata.
Keesokan harinya, agenda dari tour guide mereka adalah 𝙨𝙣𝙤𝙧𝙠𝙡𝙞𝙣𝙜. Atau menyelam di pinggiran pantai untuk melihat terumbu karang dan juga biota laut.
Keduanya akan menyelam dengan kedalaman satu meter dan juga kurang dari itu. Mereka akan melihat keindahan laut dangkal.
"Kau siap sayang?" tanya Leo memastikan kesiapan Nadia. Karena terdapat raut khawatir yang begitu kentara jelas di wajahnya.
Sekali lagi, Leo tersenyum bahagia ketika melihat ekspresi sang istri yang begitu antusias dan senang.
Menyentuh karang yang berwarna-warni dan juga bermain bersama calon fish serta mahkluk penghuni terumbu karang yang lainnya.
Tak lama ketenangan keduanya terusik.
Terlihat Nadia memegangi leher sambil menepuk-nepuk dadanya. Memberi isyarat pada Leo bahwa ia kesulitan bernapas saat ini.
Pria itu seketika panik. Ia pun segera meraih tubuh Nadia dan mendorongnya ke atas permukaan.
"Ada apa!" kaget sang tour guide atau pemandu wisata.
"Istri saya kesulitan bernapas. Hampir saja ia kehabisan napasnya dan pingsan. Bagaimana seandainya terjadi sesuatu padanya!" marah Leo dengan sorot mata tajam menusuk kearah para tour guide tersebut.
"Maaf Tuan dan Nyonya. Team kami akan segera melakukan pemeriksaan. Sebagai tanda permohonan maaf, maka kami bekerja sama dengan travel untuk memberikan cash-back pada kalian berdua. Sekali lagi perusahaan kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," kata pemandu wisata tersebut.
Leo sangat panik tadi karena ia mengetahui kenyataan bahwa wajah Nadia sangatlah pucat.
"Bawa kami ke ruangan CCTV, aku curiga ada seseorang yang menyabotase alat -alat snorkling barusan."
__ADS_1
"Maaf Tuan. Ini telah menjadi urusan perusahaan kami, yang dapat melihat hanya--" Pria tersebut tak dapat lagi meneruskan kata-katanya karena Leo pada saat ini telah mencekik lehernya.
Kedua tangan pria tersebut memukuli tangan Leo yang tengah melingkarkan jemarinya pada lehernya.
"Berani membantah kata-kata ku setelah apa yang baru terjadi pada istriku!" marah Leo dengan emosi tinggi.
"Suamiku, tahan emosimu! Aku tidak apa-apa!" pekik Nadia mencoba mengalihkan kemarahan Leo.
Akhirnya pemilik wahana datang dan memberikan ijin pada Leo untuk memeriksa rekaman cctv-nya.
"Blue datanglah ke ruangan cctv sekarang!!"
Tak lama Blue datang dan pria itu terlihat bermain dengan layar monitor tersebut demi mencari kebenaran. Sebab Leo yakin jika kejadian ini bukanlah kecelakaan. Akan tetapi telah disengaja oleh seseorang.
"Kecurigaan anda benar Tuan," ucap Blue dengan mimik serius.
"Shitt!" Kalian lihatlah kan? Ada yang menyabotase peralatan snorkeling!" pekik Leo geram. Seandainya wajah sang pelaku kejahatan terlihat. Mungkin dengan mudah ia dapat menemukannya lalu menanyakan siapa dalangnya.
"Temukan mereka Blue!" titah Leo dengan ekspresi bongkahan besi. Pria itu sangat kesal karena ada yang mengganggu acara bulan madunya.
________
"Ini baru permulaan."
Sebuah seringai tajam terus mengintai.
Entah bagaimana wanita itu bisa masuk ke area dengan pengamanan ketat ini. Tentu saja dengan uang yang tidak sedikit dan juga atas bantuan pria yang tergila-gila akan tubuh Clara.
"Siapa orang itu. Kenapa dia sangat menginginkan nyawaku," gumam Nadia pelan. Wanita itu hanya mengaduk-aduk makanannya saja.
Kini mereka berada di resto untuk makan siang.
Leo mengulurkan tangannya dan menggenggam dengan erat guna memberi ketenangan. "Percayalah, setelah ini takkan ada lagi yang bisa mencelakakan dirimu. Maaf, seharusnya tadi aku periksa dulu alat-alat itu," ucap Leo merasa bersalah. Sekali lagi dirinya hampir kehilangan Nadia.
"Kau tenanglah, aku tidak akan tinggal diam dan akan kucari siapa pelakunya sampai dapat. Black telah mengerahkan tim untuk mencari tahu siapa saja yang sudah masuk ke dalam ruangan peralatan snorkeling. Percayalah, jika anak buahku sudah turun tangan maka semua urusan pasti akan beres," jelas Leo, berusaha menenangkan hati Nadia.
Ia tau jika mereka memang diikuti. Akan tetapi, Leo heran karena polanya lain. Apakah ada dua orang berbeda yang tengah mengincar Nadia dan juga dirinya?
__________
"Hei kau! Sini!" Seorang pelayan menghampiri wanita dengan masker di wajahnya. Lalu matanya terbelalak dengan segepok uang yang di berikan.
"Kau hanya perlu memasukkan serbuk ini kedalam minuman yang di pesan meja nomer 15 di pojok sana. Berikan pada pria itu. Kau pergilah kesana sekarang!" Kemudian Clara tersenyum dan berlalu pergi.
__ADS_1
...Bersambung...