Kebangkitan Istri Yang Dikhianati

Kebangkitan Istri Yang Dikhianati
Bab#60. KIYD.


__ADS_3

Hari ini Leo telah menjadwalkan pertemuan sang istri dengan Dokter Celine.


Dokter kandungan pribadi yang memang di bayar oleh Leo untuk dapat memeriksa dan memantau keadaan Nadia sepanjang kehamilannya.


Leo juga telah menyiapkan kamar persalinan khusus dan juga kamar untuk perawatan khusus. Semua hal yang berkaitan dengan kenyamanan sang istri pada saat melahirkan buah hati mereka beberapa bulan ke depan telah Leo persiapkan dengan matang.


Alat bernama tranducer yang menempel di kulit perut Nadia dan di gerakkan secara memutar, memancarkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi.


Sehingga layar monitor menampilkan sebuah gambar tiga dimensi dimana informasi yang ingin mereka ketahui terpampang jelas dan akurat.


"Ternyata benar dugaan kalian. Calon bayi Tuan dan Nyonya ada dua, alias kembar," jelas dokter cantik itu denah senyum yang tercetak di wajah orientalnya.


Nadia dan Leo pun saling berpandangan. Ternyata firasat keduanya tak salah. Betapa bahagianya calon mama dan papa baru ini. Mereka akan mendapatkan dua anak sekaligus.


Ah, ingin rasanya Leo berteriak dan melompat saking senangnya. Akan tetapi ia hanya bisa menubruk tubuh sang istri dan memeluknya erat.


Leo kemudian melepaskan pelukannya dan berganti dengan menciumi seluruh permukaan wajah Nadia.


"Hentikan, Leo. Kita masih di rumah sakit," protes Nadia seraya melepas paksa tautan bibir dari suaminya itu.


Leo hanya terkekeh tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Selamat untuk anda Nyonya. Seterusnya saya akan memantau dengan lebih intensif ya. Karena hamil bayi kembar tentu saja akan terasa lebih berat ketimbang satu bayi. Mulai dari asupan vitamin dan juga pola hidup. Saya akan memberikan daftarnya nanti. Dan untuk Tuan Leo, saya harap anda dapat menjadi suami dan ayah siaga yang kompak, karena saat ini calon ibu sangat membutuhkan support dan kepercayaan," jelas dokter Celine lagi.


Leo hanya terlihat mengangguk pelan pada dokter Celine dan tersenyum lebar dengan tatapan hangat penuh cinta ketika menoleh ke arah Nadia.


"Anda jangan khawatir Dokter. Saya, akan merawat sang ratu dengan sepenuh hati dan jiwa. Akan saya pastikan, dia selalu tersenyum di sepanjang kehamilannya ini," ucap Leo dengan tak memindahkan tatapannya dari sang istri.


"I–iya, itu bagus," sahut dokter Celine.


"Istrinya yang di tatap begitu kenapa aku yang grogi," batin dokter Celine, menertawakan dirinya sendiri.


Sejak awal dia memang terpikat dengan ketampanan Leo. Apalagi setelah tau betapa hangatnya perlakuan pria itu terhadap istrinya. Akan tetapi, semua itu hanya sebatas mengagumi.

__ADS_1


Lagipula, wanita mana yang tidak terpesona dan bahkan terpikat akan kerupawanan sosok Leonardo De Xarberg.


Apalagi, jika mereka tau betul bagaimana sisi manis Leo.


Leo yang dengan sikap dingin dan arogan tak tersentuhnya saja mampu memikat wanita untuk menyerahkan dirinya. Apalagi sifat Leo yang hangat dan manis jika di tampakkan ke permukaan. Mungkin, antrian wanita pemujanya akan semakin panjang berderet.


Hal itu adalah salah satu tantangan maupun cobaan terberat bagi Nadia, dan mengujinya untuk dapat terus menguasai hati serta perasaannya.


Lagipula, bagiamana pun sikap-sikap wanita yang menatap suaminya penuh kagum tak satupun yang akan ditanggapi secara berlebihan oleh Leo.


Pria itu dengan sikap hangatnya saat ini kepadanya namun akan kembali menjadi singa yang berwibawa dan irit bicara ketika berada di luar rumah.


Itulah, satu hal yang di syukuri oleh Nadia dan membuat hatinya cukup tenang.


Suaminya hingga kini tak tersentuh ulat-ulat bulu yang gatal. Karena Leo memiliki anti ulat yang telah dia semprotkan ke seluruh tubuh dan juga sekeliling tempatnya berdiam.


"Aku akan menjagamu dan juga kedua anak kita lebih protektif lagi. Aku akan mengatur pekerjaan dan merombak semua agenda. Biarlah projek yang di tangani tak sebanyak biasanya karena aku ingin kalian bertiga yang menjadi prioritas utama," jelas Leo.


Ia tak mau terlalu gila kerja dengan mengambil semua projek dengan deadline berbarengan. Leo ingin menciptakan waktu luang yang berkualitas untuk keluarga kecilnya ini.


"Terimakasih sayang. Suamiku tercinta yang sangat ku banggakan. Aku, sangat bersyukur dan bahagia karena telah memilikimu. Mendapatkan cinta dan kasih sayang sebesar ini darimu. Aku ... merasa seakan tak butuh apapun lagi," ucap Nadia penuh haru.


Tentu saja pengaruh hormonal pada masa kehamilannya ini membuat dirinya semakin melankolis dalam menanggapi apapun.


"Iya sayang. Kau tak butuh apapun lagi selain aku. Karena akulah yang kan memenuhi semua kebutuhanmu. Baik jasmani maupun rohani," bisik Leo yang pada saat ini telah mendekap Nadia ke dalam rengkuhannya.


Nadia pun menjalani hari dan bulan-bulan kehamilannya dengan bahagia.


Satu lagi masa mengidam terakhir Nadia yang membuat Leo serta kedua ajudannya membulatkan manik mata mereka.


Ya, selepas makan malam Leo mengumpulkan Red dan juga Black di ruang kerjanya. Dan, tentu saja Nadia juga ada bersama mereka dengan senyumannya yang menawan.


Garis kecantikannya semakin memancar semenjak kehamilan Nadia memasuki usia trisemester ketiga.

__ADS_1


Sekalipun, Nadia terlihat mulai kesusahan membawa perutnya. Akan tetapi wanita ini tetap aktif bergerak dan melakukan apa saja kegiatan di dalam mansion.


Nadia menjadi lebih sering ikut campur akan permasalahan apapun yang melibatkan para pekerja di mansion De Xarberg ini.


"MENIKAH!!"


Black dan Red yang terkejut pun berteriak bersamaan.


"Bagaimana pun kalian harus menuruti keinginan istriku!" kata Leo tegas. Lagipula, hal yang di inginkan oleh Nadia bukan sekedar memaksa tanpa ada unsur sama sekali.


Nadia tentu saja melakukan hal ini karena hatinya sangat peka terhadap apa yang terjadi pada keduanya belakangan ini.


"Nyonya Nadia yang benar saja," batin Red. Sekalipun hatinya berdebar bukan main membayangkan jawaban dari Black nanti bagaimana. Karena selama beberapa bulan ini pria itu bersikap dingin padanya dan hal itu jujur saja sangat menganggu suasana hati Red.


"Kenapa Nyonya menginginkan hal ini? Boleh saya tau alasannya?" tanya Black hingga Red mengerutkan kening.


Ia pikir pria ini akan langsung menjawab iya tanpa bertanya melihat betapa seringnya Black menyatakan perasaannya pada Black beberapa bulan lalu.


"Aku, hanya ingin melihat kalian berdua mengenakan pakaian pengantin dan berjanji untuk setia menjalani kehidupan di dunia bersama-sama.


"Karena aku mau nanti kedua anakku akan mendapatkan teman sebaya yang berasal dari ajudan terhebat papanya," jawab Nadia.


Deg!


"Nyonya ini, menikah saja belum sudah bahas anak antara aku dan Red nanti. Memangnya, Red mau menikah denganku?" batin Black.


Red terlihat menggaruk kepalanya frustrasi. Kenapa sekalinya mengidam maka sang majikan akan meminta hal yang paling aneh di dunia.


"Ayo tentukan hari baiknya. Pokoknya sebelum aku lahiran baby twin kalian sudah harus resmi menikah!" tegas Nadia dengan tetap memasang ekspresi senyum cantiknya.


Glek!


Sontak saja Black dan Red pun menelan ludah mereka dan saling menatap setelahnya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2