
Ternyata Nadia benar-benar mendatangkan dokter dan Red kemudian di berikan obat penghilang rasa nyeri dan juga vitamin.
Setidaknya saat ini Black bisa tenang ketika meninggalkan gadis itu di paviliun belakang.
Red berkali-kali menundukkan kepala demi mengucapkan terimakasih pada Nadia.
"Hentikan, Red. Kau itu kan selalu membantuku semenjak datang ke mansion ini. Bahkan ini adalah hal yang tidak seberapa yang bisa aku berikan untukmu. Lain kali katakan saja bila kau butuh bantuanku, jangan seperti ini merasakan sendiri. Kau itu andalan kami, mengerti!" pesan Nadia yang kemudian diangguki dengan mantap oleh Red.
"Baiklah. Kami pergi dulu dan aku pinjem pacarmu ini sebentar ya," ledek Nadia yang sontak membuat wajah Red memerah bak tomat masak.
Sementara Black justru tersenyum puas sambil mengerling ke arah Red.
"Sialan!" maki Red dalam hati.
"Gak usah malu. Semua orang juga bisa liat rasa cinta aku ke kamu. Lagian, muka kamu juga dah mateng itu. Jadi setuju aja deh ya," bisik Black sebelum ia berlalu dengan cepat ke arah pintu.
Takut di cekik ya Black. 😆
"Apa iya mereka pacaran?" tanya Leo seraya berbisik pada Nadia.
"Ih, kamu kepo deh!" ledek Nadia yang langsung tertawa saat melihat wajah kesal suaminya.
"Untung aja sayang," gemas Leo dengan rahang yang beradu.
Mereka pun sampai di rumah sakit.
Pemeriksaan dan konsultasi berjalan dengan baik.
Kemudian dokter mengatakan bahwa dua hari lagi adalah masa subur Nadia. Sehingga, ia memberikan vitamin penyubur kandungan dan juga tambahan hormon kepada wanita itu.
Leo bersorak dalam hati, hal ini akan ia jadikan alasan untuk menyekap Nadia di dalam kamar.
"Apa yang kau pikirkan suamiku?" tanya Nadia lembut dengan nada yang sebagai di buat manja padahal bermaksud meledek. Karena Nadia paham betul apa yang saat ini tengah Leo pikirkan.
"Kau bahkan lebih tau dariku, sayang," bisik Leo, seraya menggigit telinga Nadia.
Tak peduli dimana keberadaan mereka kini.
Sama sekali tak malu ataupun risih. Justru yang malu ya yang melihat mereka berdua. Contohnya dokter obgyn yang ada di hadapan keduanya.
"Sialan ni pasangan. Apa mereka gak tau kalo aku ini masih jomblo!" kesal sang dokter tapi dalam hati.
Lah kasian jadi nyamuk. 😆
__ADS_1
Nadia yang merasa jengah akan sikap Leo yang tak bisa melihat sikon untuk menebar sikap mesumnya itu, memutuskan untuk segera pamit dari ruangan tersebut.
"Baiklah, Dok. Terimakasih atas penjelasannya. Sampai ketemu di lain waktu," kata Nadia seraya mengulurkan tangan untuk berjabatan.
Tapi tidak dengan Leo. Lelaki dewasa itu hanya menunduk sekilas.
Sejak dulu ia selalu membatasi diri dari bersentuhan dengan lawan jenis apalagi sekarang di saat sudah mempunyai pasangan cinta sejatinya.
Leo tidak akan mau meski hanya sekedar untuk bersalaman saja. Dan hal itu pun yang ia tegaskan juga pada istrinya. Agar Nadia pun melakukan hal yang sama dengan pria dimanapun itu.
Sesampainya di mansion.
"Black katakan pada sekretaris untuk mengatur kembali scheduleku. Karena selama dua hingga tiga hari ke depan aku akan berangkat ke kantor lewat dari jam sembilan dan akan pulang pukul tiga sore," jelas Leo memberi perintah pada Black.
"Baik Tuan."
Leo berniat untuk menciptakan waktu yang berkualitas untuk program bayi dengan Nadia. Ia berharap keinginannya untuk mengembalikan kebahagiaan Nadia seutuhnya ini akan dapat di wujudkan oleh Tuhan.
"Black, aku harap kau mau merekam ini," kata Leo pada saat mereka berdua rapat di ruang kerja khusus.
"Katakan Tuan."
"Black, jika istriku hamil dan ia berhasil melahirkan anak kami. Maka aku akan menjual beberapa usaha gelapku itu pada Bento. Aku akan melepaskan dunia gelap itu selamanya. Aku, hanya akan menjalankan bisnis yang legal saja. Semua itu karena aku ingin hidup normal dan keluargamu aman dari para musuh yang mengincar kekuasaan dunia bawah tanah. Aku akan melepaskannya, Black. Semua ... bahkan nama besar Leon the King of worldwide," tegas Leo.
"Done, Tuan. Janji anda aman tersimpan. Semoga tuhan mengabulkan keinginan baik anda. Saya, sebenarnya juga sudah lelah bertarung. Saya juga berumah tangga seperti anda," jelas Black jujur apa yang ada dari dalam hatinya.
"Hemm, jadi benar kau dan Red pacaran?" tanya Leo penasaran.
"I–itu belum pasti Tuan," jawab Black malu tapi jujur sih.
"Belum pasti gimana? Katanya mau nikah dan berumah tangga?" cecar Leo geram.
"I–itu sih iya. Tapi masalahnya, Red selalu menolak cinta saya," ucap Black lagi yang justru terkesan sedang mengadu.
"Kau pikir aku sedang menerima sesi curhat!" sindir Leo ketus.
"Maaf, Tuan. Saya pikir--"
"Sudah sana pergi. Urus wanitamu itu!" usir Leo yang mendapatkan senyum senang dari Black.
Setidaknya ini adalah sebuah pertanda bahwa tuannya itu merestui perasaannya terhadap Red.
__________
__ADS_1
Satu bulan kemudian.
Pagi ini nadia merasakan pegal di area pinggangnya. Padahal di baru duduk selama setengah jam untuk merangkai bunga.
"Ah!" pekik Nadia ketika ia merasakan kram pada perut bagian bawahnya.
"Ada apa Nyonya?" tanya pelayan yang memang selalu menemani Nadia melakukan hobi untuk mengisi waktu luangnya ini.
"Ini, Bi. Perut bawah aku kok sakit ya. Kayak mau datang bulan gitu," jawab Nadia jujur.
"Nyonya kan lagi program hamil. Apakah bulan ini anda sudah menstruasi?"tanya pelayan itu menyelidiki.
"Tunggu, Bi. Seharusnya sudah lima hari yang lalu. Jadi--"
"Saya akan ambil alat pengetesan urin untuk anda. Mari saya antar ke kamar agar Nyonya istirahat dulu," ucapnya.
Nadia pun mengangguk patuh.
Berjalan perlahan sambil memegang bawah perutnya.
Pakaian itu pun menyerahkan respek yang memang telah di persiapkan oleh Nadia.
"Silakan Nyonya," katanya sambil menyerahkan benda berbentuk oval panjang itu.
"Tapi, Bi. Bagaimana jika hasilnya nihil?"
"Sebaiknya anda coba dulu, Nyonya. Semoga nasib baik menyertai anda dan tuan Leo," ucap pelayan paruh baya itu memberi semangat.
Agak lama Nadia berada di kamar mandi.
Nampak wanita itu gemetar dan terduduk di atas kloset sambil membekap mulutnya. Memandang nanar pada alat yang menampakkan garis berwarna merah tersebut.
_________
"Tuan, Nyonya Nadia sudah lebih dari setengah jam berada di dalam kamar mandi," lapor pelayan pada Leo melalui sambungan telepon.
"Baiklah. Saya akan segera tiba, jaga istriku baik-baik!" titahnya.
Kemudian Leo pun melirik Black dan ajudannya itu tau bahwa ia harus menghentikan rapat secara paksa.
"Maaf, tuan-tuan semua. Rapat harus kita akhiri sampai di sini!"
...Bersambung ...
__ADS_1