
"Bawa aku ke kamar dan nanti akan ku jelaskan," titah Red.
Black pun menurut dan mereka berdua masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah. Setelahnya membawa Red ke paviliun belakang mansion.
Karena para pekerja memang tinggal di bagian ini.
"Katakan apa yang terjadi? Apa bener kau baik-baik saja? Darahnya sangat banyak," cecar Black dengan raut wajah yang mengisyaratkan kekhawatiran.
Red meringis ketika tangan Black begitu banyak darah miliknya.
"Maaf, ku harap kau tidak jijik jika aku bilang itu bukan darah yang berasal dari luka tetapi, dari bagian kewanitaanku. Aku sedang datang bulan," jelas Red detil.
Dan, reaksi Black sungguh di luar dugaannya.
"Datang bulan? Maksudnya? Dan kenapa kau berdarah-darah?" Black memasang wajah polos dengan pertanyaan yang juga sama polosnya.
"Nanti saja aku jelaskan, karena aku harus segera ke kamar mandi." Red pun masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan Black di depan pintu.
Tentu saja, Black dengan senang hati mengikuti Red masuk ke dalam rumah. Kapan lagi ia bisa berada di dalam kamar wanita pujaannya ini, pikir Black.
"Kenapa dia lama sekali di kamar mandi?" gumam Black yang sudah membersihkan tangannya di wastafel.
"Dasar perempuan. Meskipun tomboi kau tetaplah perempuan, Red. Kamarmu bahkan sangat rapi dan wangi. Sungguh berbanding terbalik dengan kamarku," gumam Black sambil tertawa kecil.
"Black! Apa kau masih ada di dalam kamarku!" teriak Red begitu kencang.
"Ya, aku masih di sini! Red, apa kau butuh bantuan! Apa aku harus memanggil dokter?"
"Tidak!" tolak Red.
"Oh, lalu apakah ambulance atau pemadam kebakaran?" teriak Black semakin kacau.
"TIDAK!"
"Lalu apa!" balas Black ikut berteriak lantaran panik. Pikirannya sudah macam-macam.
"Pembalut!"
"Hah, apa!"
"Aku butuh pembalut dan pakaian ganti!" teriak Red lagi.
"Kau bodoh sekali Red. Kenapa masuk kamar mandi tanpa membawa pakaian ganti," gerutu Red yang kini tengah bersandar pada pintu, sambil memegangi bawah perutnya yang kram.
"Aku akan ambilkan pakaian gantimu," jawab Black.
"Tidak usah!" tolak Red.
"Lalu bagaimana!" Black sudah nampak frustrasi dan mengacak rambutnya. Sebab pria itu tak tau bahwa apa yang terjadi pada Red adalah sirkulasi yang memang di alami oleh semua wanita.
"Kau keluarlah dari mansion lalu tanyakan para pekerja wanita di belakang apakah ada diantara mereka yang memiliki pembalut. Kalau ada pinta kan buatku!" tegas Red.
__ADS_1
"Ah, baik. Aku akan pergi sekarang. Kau tunggulah!" teriak Black di depan pintu kamar mandi.
Black menurut apa yang di perintahkan oleh Red. Pria itu berlari keluar dari paviliun belakang menuju area para pekerja wanita.
Black dengan suara baritonnya itu berteriak mengumpulkan para pekerja perempuan.
"Apa kalian sudah berkumpul semua!" tegas Black.
Para pekerja itupun mengangguk secara bersamaan.
"A–ada apa, ajudan Black mengumpulkan kita semua?" Salah satu pekerja wanita senior memberanikan diri dengan bertanya.
"Katakan padaku sekarang, siapa diantara kalian yang memiliki sebuah benda atau alat yang dinamakan pembalut!" tegas Black.
Para pekerja itu seketika tersedak ludah sendiri lantaran kaget akan maksud dari Black mengumpulkan mereka.
"Sa–saya punya, ajudan," jawab beberapa pekerja sambil mengangkat tangan mereka.
"Cepat kumpulkan padaku sekarang!" titah Black lagi.
Tentu saja apa yang Black perintahkan menimbulkan keheranan bagi semua pekerja wanita. Mereka sama sekali tidak mengerti apa yang akan Black butuhkan dari pembalut tersebut.
"Benda apa ini sebenarnya?" batin Black ketika pembalut berbagi rupa dan warna itu telah terkumpul di atas meja dapur.
"Bungkus!" titah Black lagi.
Sungguh kelakuannya membuat area belakang mansion geger.
Bahkan, berita Black mengumpulkan pembalut para pekerja wanita telah sampai ke telinga pekerja pria termasuk penjaga gerbang.
Black tentu saja merasa bangga karena bisa membantu Red pada akhirnya.
Black dengan cepat kembali lagi ke kamar Red.
Menggedor pintu kamar mandi hingga Red yang sempat memejamkan matanya pun kaget.
Gadis tomboi ini sudah mengenakan pakaian atas tapi tidak dengan bawahannya. Karena darahnya masih saja mengalir jika tidak di sumpal. Red, sampai lemas dan pusing. Biasanya ia akan meminta cuti selama satu hari pada Leo.
Tetapi, menstruasi bulan ini nyatanya hadir lebih awal dan Red terlupakan dengan segala persiapan karena beberapa hari belakangan begitu banyak kejadian yang menimpa majikannya itu.
"Red buka pintunya! Karen aku sudah mendapatkan barang yang kau inginkan. Lalu apa yang harus ku lakukan sekarang?" teriak Black.
"Letakkan saja di depan pintu dan kau keluarlah! Pergi dari kamarku!" usir Red.
"Haih, enak betul kau main usir aja. Minimal buatkan aku minum setelah ini!" teriak Black lagi, protes.
"Kau! Ya, baiklah!" pasrah Red yang sebenarnya ingin berada di atas kasur. Akan tetapi ia tak mau menampakkan kelemahannya di hadapan Black.
Pria yang selalu membuatnya kesal setengah mati.
Black pun meletakkan kantong itu di depan pintu. Setelahnya ia keluar dari kamar Red dan menutup pintunya.
__ADS_1
Ternyata tidak sepenurut itu. Black berniat mengintip dari balik pintu atas apa yang tengah terjadi pada Red saat ini.
Kenapa wanita itu begitu mencurigakan dan seperti tengah menutupi sesuatu darinya.
Black mengintip tepat pada saat Red keluar dari kamar mandi dengan atasannya yang hanya sebatas paha bagian atas.
Sekilas mata keranjangnya itu melihat betapa putih dan mulus paha sampai betis Red.
"Haih, dia seksi sekali. Tapi, sebenarnya apa yang sedang di alami olehnya," gumam Black.
Pria itu pun mengingat-ingat, apa yang Red katakan padanya soal darah tadi.
"Ah ya datang bulan!" pekik Black, lalu mengetiknya dilamar pencarian Google.
Pada saat itulah kedua manik mata Black seketika membulat sempurna. Bahkan mulutnya juga terbuka lebar.
"Hah! Bagaimana bisa ada sirkulasi macam itu dari dalam tubuh manusia," gumam Black yang semakin meringis ketika mendapati fakta bahwa rasa sakitnya terkadang sampai membuat wanita tak bisa bangun seharian ataupun pingsan.
"Pantas saja tadi wajah Red, pucat sekali," batinnya.
Black terus mencari artikel mengenai perempuan yang mengalami siklus bulanan ini. Hingga Black memutuskan untuk meminta pada salah satu pelayan agar membuatkan Red bubur dan juga susu hangat.
Ia kembali ke kamar karena takut Red kenapa-napa. Bahkan ada artikel yang mengatakan bahwa wanita yang menstruasi bisa saja tak sadarkan diri. Apalagi Black mendapati darah yang keluar dari tubuh Red sangat banyak.
________
"Mana Black dan Red?" tanya Nadia pada Leo.
"Aku tadi memerintahkan pada mereka berdua untuk mencari dokter spesialis kandungan yang terbaik dan terhebat di negara ini. Mungkin, mereka masih searching," jawab Leo.
"Terimakasih Leo. Tapi, aku ada satu kenalan. Dia dokter obgyn yang pernah menanganiku sebelumnya dan itu berhasil. Hanya saja bayiku--"
"Sudah jangan diingat lagi. Aku tidak ingin kau kembali bersedih. Karenanya aku akan mencari dokter dan juga rumah sakit lain," jelas Leo.
"Tidak apa Leo. Kita kesana saja," pinta Nadia.
"Setidaknya dokter Asha sudah mengerti dan paham akan kondisiku," tambahnya menjelaskan.
"Oke, kita kesana. Aku akan menghubungi Black.
______
Sementara itu, Black sedang mengendap masuk ke dalam kamar Red.
...Bersambung...
Mampir kesini ya guys!
__ADS_1
Punya kawan author nih.
Thx.