Kebangkitan Istri Yang Dikhianati

Kebangkitan Istri Yang Dikhianati
Bab#40. KIYD.


__ADS_3

Kedua anak buah Clara akhirnya mau maju setelah, lelaki yang menjalin kerja sama dengan Clara menambah upah mereka.


Dengan begitu percaya diri menghampiri para pengawal yang di persiapkan oleh Dark dan Shine di gerbang depan. Mungkin karena postur mereka itu besar hingga mereka yakin dapat mengalahkan dua orang pria yang berdiri menjaga pintu.


Kedua anak buah Clara tersebut langsung menyerang tanpa aba-aba. Sungguh tindakan yang gegabah karena keduanya hanyalah mengandalkan kekuatan. Mereka begitu terburu-buru hingga tidak mengukur berapa kekuatan lawan. Dengan begitu kedua pengawal tersebut dapat melumpuhkan anak buah Clara hanya dengan beberapa jurus saja.


Jangankan sampai masuk ke dalam gedung, baru menghadapi dua orang pengawal di depan pintu saja mereka sudah KO.


Clara benar-benar buta, karena dia berpikir jika Leo hanyalah pengusaha biasa. .


"WHAT!! Apa gue gak salah liat. Badan segede-gede karung beras gitu kalah dalam waktu kurang dari setengah jam. Oh sial kau Clara! kau ini menyewa bodyguard macam apa? kau bahkan menggunakan uangku untuk membayar orang yang tidak berguna." Pria itu terus menggerutu sendiri dalam mobil.


"Bagaimana ini? Jika misi ini gagal lalu bagaimana dengan rencana sebelumnya? Jangankan untuk meniduri Clara gratis selama sebulan. Bagaimana nasibnya saat ini saja aku tidak tau. Apa mungkin, wanita itu sudah mati di siksa di dalam sana, setelah mereka menikmatinya bergiliran? Oh tidak! Persetan dengan itu semua. Sepertinya aku harus memikirkan bagaimana cara keluar dari tempat ini. Aku tidak mau menjadi sasaran berikutnya. Lebih baik aku pergi dari tempat ini sekarang."


Lelaki itu pun menjalankan mobilnya dan melaju dengan cepat.


_________


"Tuan, Barca. Wanita itu di tinggal di resortnya sendirian. Leo dengan kedua anak buahnya tengah mengeksekusi wanita yang mengacau selama dua hari ini," lapar Nick pada Barca.


"Awasi terus, Nick. Akan ada masanya pertahanan mereka lemah," ucap Barca pada kaki tangan kepercayaannya itu.

__ADS_1


"Benar tuan, dua buah anak buah Leo kini berjaga-jaga di sekitar resort. Tetapi, yang satunya lagi sama sekali tak terlihat selama dua hari ini," tambah Nick.


"Aku punya rencana, Nick." Barca menyeringai penuh arti dengan sorot mata berkilat.


_________


Sementara itu di kamar resort yang Leo sewa untuknya. Nadia saat ini tengah mencari cara agar bisa keluar.


Nadia resah dengan beberapa Vidio kiriman melalui ponselnya.


Dimana di sana menunjukkan bahwa wanita yang hendak mencelakakan dirinya adalah Clara. Wanita yang telah menjadi perusak rumah tangganya.


Nadia membuka kamarnya dan ia pun berhadapan dengan dua pengawal yang ditugaskan oleh Leo p untuk menjaganya.


"Leo, aku bukan lagi wanita yang lemah. Aku ingin mengajar langsung perempuan itu!" batin Nadia dalam hatinya.


"Maaf Nyonya, anda mau ke mana?" tanya salah satu pengawal, siaga. Panggil saja Black. Tanpa menjawab Nadia mengulurkan tangannya ke leher Black. ...


Black tentu saja sama sekali tak menduga akan mendapat serangan dari sang nyonya.


Kemudian.

__ADS_1


Drrrrttt ...


Black tanpa di duga langsung jatuh terkulai karena sebuah setruman di lehernya. Kejadian tersebut sontak membuat Blue menahan tangan Nadia dengan kencang.


"Nyonya apa yang kau lakukan!" kagetnya melihat kawannya itu telah tergeletak di lantai.


"Aku tidak melakukan apa-apa, hanya ini ...." Nadia menggerakkan dengan cepat tangan yang satunya lagi. Hingga tanpa di sadari oleh Blue jika ceruk lehernya juga telah tersetrum.


Bukan sekedar alat strum biasa. Karena setelahnya pandangan korban akan kabur dan tungkainya lemas. Blue pun menyusul kawannya, tertelungkup di atas lantai depan kamar.


"Tumbang sudah. Untung saja aku membawa senjata andalanku. Maaf karena aku telah membuat tidur kalian tidur di sini. Tak lama kok mungkin sekitar setengah jam." Kemudian Nadia memeriksa saku dari para pengawal tersebut.


Ia pun menemukan senjata tajam dan juga senjata api. Nadia hanya mengambil senjata tajamnya saja. Karena dia belum mahir menggunakan senjata api.


" Maaf lagi ya karena aku harus mengambil senjata ini." Setelahnya Nadia segera bergegas pergi.


Begitu keluar dari area resort, tiba-tiba seseorang menarik tubuhnya dan meletakkan sebuah kain di depan mulut Nadia.


Perlahan, kesadaran wanita itupun menurun.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2