Kebangkitan Istri Yang Dikhianati

Kebangkitan Istri Yang Dikhianati
Bab#39. KIYD.


__ADS_3

Di sebuah tempat.


Kedua wanita yang ditangkap oleh anak buah Leo, sudah di bekap mulutnya dan juga diikat kedua tangan dan kakinya.


Saat ini keduanya di letakkan pada sebuah kotak dan mereka saat ini tengah terkencing-kencing karena ketakutan.


Bagaimana tidak jika yang bersama mereka di dalam kotak tersebut adalah puluhan katak hijau dan juga ulat.


Seandainya lakban yang menutup mulut mereka itu dibuka mungkin mereka sudah berteriak-teriak histeris. Apalagi beberapa kayak terlihat melompat di atas tubuh keduanya.


Hanya terdengar gumam dan geraman tertahan dari mulut Clara dan juga sang pramusaji.


Air mata sudah berlinang membasahi wajah keduanya.


Nyatanya mereka hanya bisa menggeliat geli tatkala hewan-hewan tersebut naik ke tubuh mereka.


Tak lama kemudian terdengar derap langkah kaki yang mendekati ruangan tempat di mana kedua wanita ini disekap.


Leo akhirnya bisa datang ke tempat ini setelah membuat Nadia tertidur pulas.


Tentu saja dengan cara membuat istrinya itu lemas karena permainan panas mereka.


"Sepertinya kalian berdua sangat suka berada di tempat ini," ledek Leo dengan sebuah seringai yang mampu membuat siapapun bergidik.


"Mr Leon Is comeback," ucap Dark pelan kepada Shine.


Sementara Black dan Blue bertugas mengawasi Nadia di resort sewaan mereka.


"Mungkin aku tidak perlu turun tangan untuk memberi pelajaran pada kalian. Karena para hewan yang lucu itu secara perlahan akan membuat kalian mengerti sedang bermain dengan siapa," ucap Leo lagi.

__ADS_1


"Dark, kau harus menambahkan kawanan dari pasukan kecil ini. Agar mereka tidak terlalu kesepian." Leo memberi perintah pada sang anak buah yang langsung di mengerti oleh keduanya.


Leo kembali menyeringai bengis, sehingga aura menakutkan dan kejam itu semakin kentara pada wajah tampannya.


Sang Mr Leon benar-benar kembali.


Seorang mafia berdarah dingin yang tak kenal ampun pada lawan-lawannya.


Tak lama Dark kembali lalu menghampiri kotak tersebut. Wajah seramnya, dengan mata bulat yang bulat dan besar itu menatap tajam kedua wanita yang tengah gemetar ketakutan.


"Wah wah! Sepertinya kalian cukup bahagia. Sampai terharu saking senangnya." Dark terkekeh bagaikan Joker. Membuat keduanya beringsut mundur karena takut.


Kemudian, ia memasukkan ember yang berisikan hewan melata lainnya, yaitu beberapa ular pohon yang berwarna hijau.


"Hei, aku sudah menambah personil agar tempat ini semakin ramai dan kalian tidak lagi kesepian. Oke! Nikmatilah hari-hari kalian di sini," ucap Dark yang tergelak karena kedua wanita itu ketakutan setengah mati.


"Seharusnya, cari tahu dulu siapa calon korban kalian. Karena kau sedang berhadapan dengan lawan yang tidak sebanding. Kau bahkan tidak tahu siapa kami yang sebenarnya. Kau salah besar karena telah berani bermain-main dengan klan mafia terhebat dalam penyiksaan," kata Dark, seraya mengambil satu ular kemudian meletakkannya di atas kepala Clara, sehingga hewan tersebut menyusup ke dalam rambut pirang ikalnya.


Clara pun kelojotan, hingga menubruk kaca berulang kali. Kening dan hdungnya sudah mengeluarkan darah.


Wanita itu menarik napas terengah-engah. Anehnya, kandungannya aman-aman saja.


Anggap saja rumah sendiri nikmatilah hari yang mungkin menjadi masa-masa terakhir kalian.


"Em ... em ...em!!" Clara terdengar ingin meneriakkan sesuatu.


Leo mendekati kotak kaca tersebut sambil menahan napas karena tempat itu bau segala rupa.


"Sebelum kau mati aku akan memberitahu satu hal padamu. "Istriku bukanlah wanita tak berguna seperti apa yang kau katakan. Dia lebih hebat dan juga berkelas dibandingkan dirimu. Kau bahkan tidak ada seujung kuku pun jika dibandingkan dengan Nadia. Kau dan Dygta sama-sama manusia sampah!" ucap Leo sambil mengeratkan gerahamnya menahan kesal.

__ADS_1


Ingin rasanya ia langsung ia tebas saja leher keduanya.


"Dan kau! Wanita pramusaji yang sok tau!Seharusnya kau berpikir dulu sebelum mengambil jalan yang salah. Sekarang kau sudah tidak bisa mundur lagi. Silakan kalian nikmati kebersamaan ini, semoga kalian semakin dekat dan akrab setelah ini. Terimalah hadiah dariku dan nikmatilah. Kuharap kalian menyukainya." Leo tersenyum sinis, hingga pada akhirnya Ia pun berdiri untuk menyingkir dari tempat itu.


Mereka tidak mengira jika tuan mereka akan kembali kejam. "Tuan Leo menyiksa Clara yang beberapa kali berniat menghabisi nyawa nyonya Nadia, dengan siksaan yang sungguh di luar akal pikiran."


"Kau benar, bos kita kembali menjadi seorang pria yang sangat kejam. Menyiksa musuhnya agar mati perlahan-lahan dalam ketakutan yang teramat sangat. Bahkan aku saja sampai merinding memikirkannya." Shine yang berdiri di sebelah Dark pun bergidik ngeri.


"Tutup rapat kotak itu, agar para hewan lucu ini tidak merangkak keluar. Kata tuan Leo, kita cukup mengawasi dari jauh saja, setelah 24 jam kemudian kita bisa memeriksa keadaan mereka," ucap Dark pada Shine.


"Ya, kupastikan setelah malam ini keduanya sudah tidak bernyawa. Lalu kami bisa membakar tempat ini." Shine berkata dengan tegas dan dingin.


"Di saat tuan Leo marah, tidak ada satupun musuh yang sanggup memandang ke dalam matanya. Sungguh merupakan satu kesalahan yang besar jika berani bermain-main dengan pria kejam berdarah dingin seperti Leo."


"Sepertinya, tuan Leo tidak pernah salah strategi, kedua wanita itu pasti akan sangat menyesali kelakuan serta tindakannya," ucap Shine yang langsung diangguki setuju oleh Dark.


Sementara Leo telah kembali melajukan kendaraannya kencang agar cepat sampai ke resort.


"Kalian majulah. Cepat selamatkan Bos kalian! Kasihan kekasihku yang cantik disekap di dalam!" ucap pria penjudi yang satu kamar dengan Clara.


"Ba–banyak penjaganya Bos," jawaban anak buah pria tersebut.


"Masa kalian takut! Badan kalian kan besar-besar!" ujar pria itu memberi kode keras.


"Bukan takut, Tuan. Anda nyatanya tidak membayar kami dengan cukup. Kami hanya diperintahkan untuk mengawalnya juga memuluskan aksinya. Sementara jika kami harus bertarung semua itu butuh kesepakatan baru." Salah satu pria berbadan besar itu menyahuti kalimat yang dilontarkan oleh partner Clara ini.


"Bedebah kalian! Bisa-bisanya meminta bayarannya tambahan!"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2