KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 08 #Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Aku turun dengan menggunakan pakaian sekolah dan berjalan menuju meja makan.


" Nah, seperti itu lah yang ayah mau, Nara harus sekolah agar pintar.. setelah itu nara akan bisa membanggakan ayah " jelasnya memberitahukan ku.


Aku menatap nya sesaat lalu duduk untuk sarapan roti dan susu hangat kesukaan ku.


Dimeja terlihat semuanya berkumpul terkecuali Thaeyong karena memang dia jarang ada dirumah, sama seperti Minn-kee.


Aku diantar oleh Minn-kee untuk pergi ke sekolah.


**


" Ayo, biar aku yang antar kamu ke sekolah "


" Nee..minn-kee, aku mau sama pak supir aja "


" Sama aku, aku harus memastikan kamu ada di sekolah " tegas minn kee sembari memasukan kertas ke dalam tasnya.


Aku dengan raut wajah kesal langsung menendang nya dan langsung menatap wajah ayah, ayah hanya terdiam.


Didalam mobil aku benar-benar tidak bicara apa-apa.


**


" Kau marah kepadaku? " tanya Minn kee.


" Pikir saja sendiri " jawabku tanpa melihat wajahnya.


" iya deh aku minta maaf..


aku hanya takut kamu bolos lagi "


" Kamu malah membuat rahasia ku terbongkar, aku bisa dikurung lagi "


" Seseram apa sih ruangan nya "


" Seperti ruang eksekusi "


" .... " Minn-kee hanya terdiam menatap wajahku.


" Turunkan aku di halte bus. Haduh kalau aku bilang kaya gitu, aku bakal ketauan bolos "


ucap hatiku panik.


**

__ADS_1


Sungguh sebuah keberuntungan.


Minn-kee menurunkan ku benar-benar di halte bus, aku diturunkan disana karena dia tiba-tiba ada urusan penting yang mendadak.


" Horee yoshaa! "


Aku menatap kepergian mobil Minn-kee dan melambai ke arah taksi untuk menuju rumah Jiwon.


- Di Rumah Jiwon -


" Permisii " ucapku melihat-lihat sekitar rumah Jiwon.


“ Nara ” ucap Lee yang membuatku langsung menoleh ke belakang.


" Ngapain kamu kesini pake baju sekolah? " tanyanya keheranan.


" Bolos yaa! "


Mendengar itu aku pura-pura mengabaikan nya sembari bersiul ke arah lain.


" Jiwon udah berangkat bareng eunbi " jawab Lee yang kesal tidak mendapatkan respon dari ku.


" Terus ngapain kamu disini!? " tanyaku.


" Cih kaya anak kecil " lanjut ku mengejek Lee.


" Biarin dari pada kamu, tukang bolos "


" Hishhh jangan ngomong gitu.. " aku menjawab nya dengan raut wajah sedih.


Lee park berjalan ke dalam rumah dan membuka kunci pintu, aku mengekorinya dan ikut masuk tanpa permisi dan langsung duduk.


Rumah Jiwon memang tidak ada pagarnya namun sangat luas.


" Setelah ini kamu akan pergi?? " tanyaku lagi kepada lee yang masih sibuk.


" Tentu, aku bukan pengangguran seperti mu, aku harus bekerja ".


Ucapannya benar-benar menyinggung.


" Kalau begitu aku ikut denganmu, agar aku bisa langsung kerja tanpa masuk S10 sekolah besar " ucapku antusias.


" Hahaha kamu bicara apa sih "


" Aku mau ikut, antar aku ke kantornya lanar yaa.. " melasku memohon kepada lee.

__ADS_1


" Aku sibuk "


" Aku adalah bos mu, dengarkan ucapan ku " tegasku padanya.


" Kamu hanyalah adik dari atasanku, tidak kurang dan tidak lebih " jawabnya.


" Heii ayolah~ "


Yah setelah bernegosiasi berkali-kali akhirnya aku diantar ke kantor nya lanar.


**


" Yahoo " ucapku sembari menoleh dari balik pintu.


" Nara, Kamu engga pergi sekolah?? " tanya lanar kebingungan.


" Males " ttp ku.


" kalau bolos terus nanti kamu engga punya masa depan " jawab lanar yang terlihat sibuk mengetik dilaptopnya.


" Jahat bangett.. " ucapku langsung duduk di sofa.


" Kamu engga menoleh ke arah ku?? benar-benar tidak melihat ku?? ". lanjut ku kesal karena lanar terlihat seperti mengabaikan kedatangan ku.


" Apa kamu sudah melupakan ku? " tanyaku sekali lagi.


" Kenapa bicara seperti itu, aku benar-benar sibuk " jawabnya yang masih tetap fokus.


" Sesibuk itukah kamu sampai tidak mau melihat perkembangan ku?? "


“ Iyaa kamu semakin pendek ” jawab lanar sambil terus melihat ke arah laptop.


" Yaa! aku benar-benar sedih hari ini!! " teriakku padanya.


" Tugas negara lebih penting Nara "


" Jadi maksud mu aku tidak penting!? "


" Penting kok, hanya saja tidak sepenting akses negara " candanya.


" Kenapa kamu jadi kaya gini sih lanar.. "


" Bahkan terakhir kali kau mengajakku ke ruang rapat penting mu pun, kau juga tidak menatapku! " aku yang marah langsung pergi membanting pintu kantor meninggalkan lanar sendiri.


Bukan hanya kesenangan saja saat bersamanya, terkadang kami juga suka sekali bertengkar.. memang aku yang selalu mencari masalah terhadap Lanar.

__ADS_1


__ADS_2