KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 05 #Pertemuan Pertama


__ADS_3

Setelah cukup menjadikannya sebagai babu.


Aku dengan antusias membawanya menemui lanar, di kantor lanar aku mengenalkan barang-barang milik lanar. seperti patung samurai, lukisan dll nya satu persatu.


Apa dia beranggapan aku ini sangat bawel?!


Aku memperkenalkan nya satu per satu hingga pintu kantor lanar, aku membuka nya tanpa permisi.


Itu membuat nya sedikit marah, tapi memang aku agak sedikit seenaknya di kantor lanar.


" Yahoo, lanarr~ " ucapku membuka pintu perlahan.


" Yaampun aku kira siapa " ucap lanar menatap singkat dan kembali melihat kertas ditangannya.


Aku memainkan gagang pintu kaca dan menunjuk seseorang.


" Ada yang ingin bertemu denganmu " ucapku.


" Siapa? "


" Selamat siang tuan lanar " berjalan memberi hormat.


" Minn-kee? " tatap lanar sedikit tidak suka.


" Nara kenapa kau bisa dengannya! " tegas lanar memarahi ku.


" Memangnya kenapa?? " ucapku keheranan melihat minn kee dari atas kepala hingga ujung kakinya.


" Menjauhlah darinya! " berjalan menarik tanganku dan melindungi ku dibelakang nya.


Aku yang melihat itu langsung berlari melepas pegangan tangan Lanar dan memeluk Minn-kee yang membuat lanar semakin marah dan menjulurkan pist*l ke arah ku.


Benar-benar mengagetkan.


**


setelah drama yang menakutkan terjadi.


-pov-


" Jadi kalian adik kakak!? " tanya lanar menyeruput kopinya.

__ADS_1


" I-iya tuan " ucap minn kee terbata-bata.


" Kakak ku tampan bukan?? " lanjut ku menggoda lanar dengan senyuman mengejek.


" Sejak kapan?? bukannya.. "


" Saya hanya kakak tiri nya Nara "


" Ihh dicuekin.. " gumamku sedikit kesal melihat lanar yang acuh padaku.


Lagi-lagi aku menatapnya sinis..


Setelah minn-kee bilang ingin membicarakan hal yang serius, aku dimintai keluar.


Aku yang gabut turun ke bawah dan berjalan ke meja resepsionis, aku disana memilih tiduran di sofa ruang VIP dan berpura-pura menelepon menggunakan telepon di sana.


Dipikir-pikir itu benar-benar memalukan


dan disana hanya ada pegawai perempuan, beliau geleng-geleng kepala dan tersenyum ramah kearahku.


Setelah setengah jam berlalu akhirnya minn-kee menghampiriku dengan wajah mengembang penuh dengan senyum.


" Si Pintu es mencair?? " ucap hatiku yang keheranan melihat minn kee berjalan cepat ke arahku.


" Ehh, sudah ngobrol nyaa? " tanyaku melihat lorong yang cukup jauh.


" Iyaa makasih yaa "


" Kalau gitu aku mau ke ruangannya lanar " lanjut ku memakai sandal dan ingin berlari ke lorong menuju kantor lanar.


" Kamu ikut aku, tuan lanar bilang dia sedang tidak mau diganggu " ucap minn kee menggendongku dari arah belakang.


" Aku boleh kok! "


" Dia juga bilang, kamu juga tidak boleh mengganggu nyaa "


" Yaudah ayoo! dasar nyuruh-nyuruh " ucapku kesal.


**


Aku dibawa ke atas gedung oleh Minn kee, tidak terlalu tinggi tapi jika kamu melompatnya dari sana mungkin kamu sudah akan menghadap Tuhan

__ADS_1


Awalnya aku memang heran, aku tidak pernah tau disebelah kantor lanar bisa ada tempat semenyeramkan ini, karena dari suasana hingga tempatnya yang jarang atau bahkan tidak pernah dilewati ini membuat ku sedikit bertanya-tanya.


Setelah membuka pintu, minn kee terlihat menyimpan tasnya di tanah dan mengeluarkan s€njata.


Aku memperhatikan Minn Kee menggunakan senapan mengarah kepada bangunan tinggi yang menjular.


Setelah selesai melihat nya melakukan aksi itu, dia menarikku dan mengajariku cara menggunakan nya, aku benar-benar terkejut.


Ternyata dia sedang membun*h musuh bebuyut nya lanar.


Dia begitu senang, tapi aku melihat kembali dari arah senapan. bahwa laki-laki itu masih baik-baik saja, ingin memberitahu kan nya pada Minn Kee, hanya saja aku merasa kasihan.. takutnya aku melakukan kesalahan karena melihat nya begitu antusias dengan senyuman yang jarang ditunjukkan membuatku sangat bahagia.


" Terimakasih ya untuk hari ini, karena ini aku punya kejutan untukmu "


" Apa? " ucapku yang memang memiliki suara dingin.


" Kemarilah " lanjut minn kee memanggil seseorang.


Seseorang berjalan melangkah ke arah ku dan juga Minn-kee.


" Nara, perkenalkan dia Jiwon adik dari Eunbi rekan satu tim ku " Minn kee memegang pundak ku sembari memperkenalkan Jiwon.


" Umurnya mungkin lebih tua, tapi sepertinya kalian sangat cocok, berteman baik ya "


Aku menatapnya dari atas sampai bawah, dia memakai kaos putih dengan jaket abu beserta sepatu biasa dengan jeans biru yang berantakan.


Aku benar-benar meragukannya sampai berpikir kita hanya akan berkenalan setelah itu hilang, tapi ternyata hubungan kami malah semakin dekat.


Hari itu aku ditinggal oleh minn-kee, kami hanya berdua disana. berdiam diri saja, dia hanya tersenyum melihat pemandangan diatas sana sembari memfotoi alam, sedangkan aku hanya memasang wajah seperti orang marah melihati gedung tadi.


Obrolan dibuka olehnya dan dia meminta foto bersama denganku.


Aku mengiyakan dan akhirnya kita saling berkenalan setelahnya ngobrol cukup lama.


Dia mengajakku ke taman sesekali memfoto alam disekitar sana dan mengajari ku juga cara memfoto.


Benar-benar menyenangkan dan aku diajak main ke rumahnya.


Di jalan aku berpikir, jalanan yang sedang aku injak ini benar-benar tidak asing.


Dan dia menunjuk rumahnya, aku tersenyum kesal, bukannya rumah itu kan milik Lee park!!

__ADS_1


Ingin memastikan nya aku terus mengikuti Jiwon dan yah..


Saat itu juga aku melihat lee park tengah menyantai ditemani sinar matahari sore. dia terperanjat duduk melihat ku dan langsung memberikan hormat dengan keadaan hanya memakai boxer.


__ADS_2