
Aku sebenarnya tidak apa-apa, karena memang sudah biasa dimarahi ayah seperti itu, namun aku benci saat ayah memarahi ku tepat didepan anak tersayang nya itu dengan sengaja.
Siapa lagi kalau bukan Thaeyeong.
**
" Aku benar-benar keluar dari sekolah ini bukan!? " tanyaku melihat minn kee, minn, dan thaeyeong yang tengah berjalan didepanku.
" Ehmm "
" Aku tidak mau lagi sekolah, tidak menyenangkan " ucapku berlari pergi dari hadapan semuanya.
" Nara..! "
Langkahku terhenti..
" Kami diminta agar satu sekolah denganmu, jadi kedepannya tolong kurangi sifat nakalmu yaa " ucap minn kee.
" Ehmm baiklah " ucapku menunduk.
" Kamu mau kemana? " tanya thaeyong melihat kepergian ku.
" Parkirannya ada disana " lanjutnya.
" Aku mau kemana pun terserah padaku "
" Nara jangan kerasa kepala " tegas minn-kee.
" Apaan sih! "
" Ikut kami " marahnya padaku.
- Di Dalam Mobil -
" Haishh kenapa sih aku kena masalah mulu " ucapku kesal sembari memakan cemilan sambil menaikan kaki ku ke depan mobil.
" Bukan kamu yang kena masalah, tapi kamu yang mencari masalah itu sendiri " jawab minn kee.
" Jahat.. "
" Setelah ini kamu akan jauh lebih sibuk, jadi jauhkan dulu gadge mu itu dan jangan keseringan main game "
" APAA!! " Teriakku.
" Jangan teriak dimobil! " jawab thaeyong
" Pokoknya kamu harus menjadi peringkat pertama, aku yakin setelah itu kamu pasti akan mendapatkan kasih sayang dari ayah "
Ucapan minn-kee membuatku tergiur.
“ Sepakat! ”
" Kami bertiga akan mengajarimu " ucap minn.
" Karena hari ini sibuk, thaeyeong yang akan memulainya duluan " lanjut minn
" Tapi.. "
" Aku dan minn-kee ada urusan di markas "
" B-baiklah " thaeyong terlihat pasrah mengatakan itu semua.
" Antar aku kerumah Jiwon " ucapku.
" Siapa jiwon? " tanya thaeyong.
__ADS_1
" Adiknya lee park " ucapku tanpa dosa.
" Hah!? serius! " kagetnya.
" Kenapa?? " lanjut ku bertanya.
" Nara kamu jangan teralu dekat dengan minn atau minn-kee, bagaimana bisa kamu mengenal silsilah keluarga lee park " tegas thaeyong terlihat panik dan cemas.
" Tentu saja karena lee park yang mengenalinya.. ahh maksudnya minn-kee "
(jiwon yang dimaksud)
" Tapi sebelum itu lee dulu yang menawarkan nya " ucapku tersenyum bahagia.
" Itu tidak mungkin, dia itu seperti orang bisu " ucap thaeyong menjelaskan sifat Lee park.
" Kamu benar, tapi memang faktanya seperti itu " jawabku dengan lantang menjelaskan nya.
" Bagaimana bisa!? " tanya thaeyong.
" Karena aku adiknya.. " aku sempat ingin bilang bahwa aku adiknya lanar.
" Tapi kenapa kamu bisa kenal lee!? " tanyaku mengurungkan niat tentang lanar.
" Harusnya aku yang bertanya! " ucap thaeyong karena kesal.
" Karena aku adiknya lanar, dan dia sekarang adalah bawahanku bwahahaha " jawabku tertawa puas.
Saat itu juga aku tersedak dengan makanan yang sedang aku makan.
Kami berempat bercerita cukup lama di dalam mobil saat itu.
**
" Aku akan nginep disini bye bye " ucap ku tersenyum tanpa dosa berusaha meninggal kan Minn kee.
" Tidak kamu harus pulang! nanti malam aku jemput " tegasnya langsung pergi.
" A- "
" Cihh dasar rencanaku gagal lagi "
Rumah Jiwon terlihat terbuka lebar pintunya. (cuma satu pintu kok)
Aku memasuki rumah jiwon, terlihat eunbi tengah memasak, benar-benar sangat rajin.
" Met sore eonni " ucapku.
" Nara " menoleh dari arah dapur.
" Aku mau pamer nih eon " jawabku.
" Wahh apaan tuh " tanyanya yang masih stay di dapur.
" Eonni lagi masak apa? " lanjut ku berjalan ke arah dapur.
" Aku lagi mencuci beras untuk dijadikan minuman dan makanan "
" Hohhh " aku hanya mengangguk paham.
" Mau pamer apa tuh? " tersenyum menoleh ke arahku.
" Lihat baju baruku " ucapku tersenyum sembari mengikuti gaya model.
" Wahh seragam sekolah, apa kamu pindah? "
__ADS_1
" Seratus poin " terkekeh menujukan jempol.
" Benar-benar mirip baju sekolah Korea "
" Sungguh!? "
" Ehmm "
" Tapi kenapa pindah? " tanya eunbi.
" Aku membuat onar lagi "
" Ehh separah itukah?? "
" Ehmm sampai-sampai harus sidang dulu "
Tatapan eunbi benar-benar kaget.
“ Bercanda-bercanda ”
" Tapi kemana jiwon?? "
" Dia sedang ke rumah lee "
" Hehh aku juga ingin.. " ucapan yang terpotong.
" Aku pulang " ucap seseorang yang suaranya sangat tidak asing.
" Panjang umurr!! "
" Nara?? "
" Jiwon jeng jeng.. lihat seragam baruku " aku yang antusias berlari kearahnya.
" Wah benar-benar bagus "
" Hehe "
" Kamu dipecat karena tidak kerja dengan baik, iya kan " ucap lee yang sedari tadi memperhatikan ku dari luar rumah.
" Mana ada!! " ucap ku benar-benar kesal.
**
Setelah cukup lama, aku tiduran dipangkuan eunbi di ruang tamu sembari menonton TV.
Jiwon tertidur karena dia sudah makan.
" Aku senang karena Nara sering main kesini " jawab eunbi mengusap kepalaku.
" Aku jugaa.. "
“ Apa kabar Nara? ”
" Aku.. baik-baik aja kok "
" Tapi kenapa celana ku terasa basah yaa " lanjut eunbi tersenyum tipis.
" Ahhh maaf sepertinya aku terlalu banyak menangis!! " mendengar itu aku langsung terbangun dari pangkuan eunbi.
" Apa itu yang dinamakan baik-baik saja?? "
" Ahh.. "
Akhirnya aku menceritakan semuanya ke eunbi.. rasanya benar-benar damai.
__ADS_1