KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 14 #Seragam Baru


__ADS_3

Aku sebenarnya tidak apa-apa, karena memang sudah biasa dimarahi ayah seperti itu, namun aku benci saat ayah memarahi ku tepat didepan anak tersayang nya itu dengan sengaja.


Siapa lagi kalau bukan Thaeyeong.


**


" Aku benar-benar keluar dari sekolah ini bukan!? " tanyaku melihat minn kee, minn, dan thaeyeong yang tengah berjalan didepanku.


" Ehmm "


" Aku tidak mau lagi sekolah, tidak menyenangkan " ucapku berlari pergi dari hadapan semuanya.


" Nara..! "


Langkahku terhenti..


" Kami diminta agar satu sekolah denganmu, jadi kedepannya tolong kurangi sifat nakalmu yaa " ucap minn kee.


" Ehmm baiklah " ucapku menunduk.


" Kamu mau kemana? " tanya thaeyong melihat kepergian ku.


" Parkirannya ada disana " lanjutnya.


" Aku mau kemana pun terserah padaku "


" Nara jangan kerasa kepala " tegas minn-kee.


" Apaan sih! "


" Ikut kami " marahnya padaku.


- Di Dalam Mobil -


" Haishh kenapa sih aku kena masalah mulu " ucapku kesal sembari memakan cemilan sambil menaikan kaki ku ke depan mobil.


" Bukan kamu yang kena masalah, tapi kamu yang mencari masalah itu sendiri " jawab minn kee.


" Jahat.. "


" Setelah ini kamu akan jauh lebih sibuk, jadi jauhkan dulu gadge mu itu dan jangan keseringan main game "


" APAA!! " Teriakku.


" Jangan teriak dimobil! " jawab thaeyong


" Pokoknya kamu harus menjadi peringkat pertama, aku yakin setelah itu kamu pasti akan mendapatkan kasih sayang dari ayah "


Ucapan minn-kee membuatku tergiur.


“ Sepakat! ”


" Kami bertiga akan mengajarimu " ucap minn.


" Karena hari ini sibuk, thaeyeong yang akan memulainya duluan " lanjut minn


" Tapi.. "


" Aku dan minn-kee ada urusan di markas "


" B-baiklah " thaeyong terlihat pasrah mengatakan itu semua.


" Antar aku kerumah Jiwon " ucapku.


" Siapa jiwon? " tanya thaeyong.

__ADS_1


" Adiknya lee park " ucapku tanpa dosa.


" Hah!? serius! " kagetnya.


" Kenapa?? " lanjut ku bertanya.


" Nara kamu jangan teralu dekat dengan minn atau minn-kee, bagaimana bisa kamu mengenal silsilah keluarga lee park " tegas thaeyong terlihat panik dan cemas.


" Tentu saja karena lee park yang mengenalinya.. ahh maksudnya minn-kee "


(jiwon yang dimaksud)


" Tapi sebelum itu lee dulu yang menawarkan nya " ucapku tersenyum bahagia.


" Itu tidak mungkin, dia itu seperti orang bisu " ucap thaeyong menjelaskan sifat Lee park.


" Kamu benar, tapi memang faktanya seperti itu " jawabku dengan lantang menjelaskan nya.


" Bagaimana bisa!? " tanya thaeyong.


" Karena aku adiknya.. " aku sempat ingin bilang bahwa aku adiknya lanar.


" Tapi kenapa kamu bisa kenal lee!? " tanyaku mengurungkan niat tentang lanar.


" Harusnya aku yang bertanya! " ucap thaeyong karena kesal.


" Karena aku adiknya lanar, dan dia sekarang adalah bawahanku bwahahaha " jawabku tertawa puas.


Saat itu juga aku tersedak dengan makanan yang sedang aku makan.


Kami berempat bercerita cukup lama di dalam mobil saat itu.


**


" Aku akan nginep disini bye bye " ucap ku tersenyum tanpa dosa berusaha meninggal kan Minn kee.


" Tidak kamu harus pulang! nanti malam aku jemput " tegasnya langsung pergi.


" A- "


" Cihh dasar rencanaku gagal lagi "


Rumah Jiwon terlihat terbuka lebar pintunya. (cuma satu pintu kok)


Aku memasuki rumah jiwon, terlihat eunbi tengah memasak, benar-benar sangat rajin.


" Met sore eonni " ucapku.


" Nara " menoleh dari arah dapur.


" Aku mau pamer nih eon " jawabku.


" Wahh apaan tuh " tanyanya yang masih stay di dapur.


" Eonni lagi masak apa? " lanjut ku berjalan ke arah dapur.


" Aku lagi mencuci beras untuk dijadikan minuman dan makanan "


" Hohhh " aku hanya mengangguk paham.


" Mau pamer apa tuh? " tersenyum menoleh ke arahku.


" Lihat baju baruku " ucapku tersenyum sembari mengikuti gaya model.


" Wahh seragam sekolah, apa kamu pindah? "

__ADS_1


" Seratus poin " terkekeh menujukan jempol.


" Benar-benar mirip baju sekolah Korea "


" Sungguh!? "


" Ehmm "


" Tapi kenapa pindah? " tanya eunbi.


" Aku membuat onar lagi "


" Ehh separah itukah?? "


" Ehmm sampai-sampai harus sidang dulu "


Tatapan eunbi benar-benar kaget.


“ Bercanda-bercanda ”


" Tapi kemana jiwon?? "


" Dia sedang ke rumah lee "


" Hehh aku juga ingin.. " ucapan yang terpotong.


" Aku pulang " ucap seseorang yang suaranya sangat tidak asing.


" Panjang umurr!! "


" Nara?? "


" Jiwon jeng jeng.. lihat seragam baruku " aku yang antusias berlari kearahnya.


" Wah benar-benar bagus "


" Hehe "


" Kamu dipecat karena tidak kerja dengan baik, iya kan " ucap lee yang sedari tadi memperhatikan ku dari luar rumah.


" Mana ada!! " ucap ku benar-benar kesal.


**


Setelah cukup lama, aku tiduran dipangkuan eunbi di ruang tamu sembari menonton TV.


Jiwon tertidur karena dia sudah makan.


" Aku senang karena Nara sering main kesini " jawab eunbi mengusap kepalaku.


" Aku jugaa.. "


“ Apa kabar Nara? ”


" Aku.. baik-baik aja kok "


" Tapi kenapa celana ku terasa basah yaa " lanjut eunbi tersenyum tipis.


" Ahhh maaf sepertinya aku terlalu banyak menangis!! " mendengar itu aku langsung terbangun dari pangkuan eunbi.


" Apa itu yang dinamakan baik-baik saja?? "


" Ahh.. "


Akhirnya aku menceritakan semuanya ke eunbi.. rasanya benar-benar damai.

__ADS_1


__ADS_2