KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 09 #Jiwon Yang Hangat


__ADS_3

Entah apa yang Lanar katakan, tapi dia terlihat marah aku tidak peduli. Hari itu aku benar-benar kecewa, menangis di lorong sembari berjalan cepat yang membuat semua orang disana menatap ke arahku.


" Hikss jahat.. "


" Aku harus pergi kemana hiks.. " terus berjalan sembari menangis.


“ N-nona anda baik-baik saja? ”


" Diam, aku sedang tidak mau diganggu " tegasku sembari menyeka air mata.


Aku berlari dan memanggil taksi,di dalam kaca aku melihat lanar yang berada diluar kantor dengan ekpresi kecewa.


" Aku minta maaf hikss.. aku hanya merasa pusing dengan yang aku pikirkan.. lanar maafin aku.. " gumamku yang semakin deras mengeluarkan air mata dengan sesak di dadaku.


“ Maaf nona, ini kita mau kemana?? ”


" Ke danau yang ada di hutan ××× "


" Ahh ba-baik "


**


Aku dengan wajah ku yang menyedihkan entah apa yang dipikirkan melamun menuju arah danau..


Saking kesalnya aku langsung berlari dan menyeburkan diriku ke dalam danau tersebut.


Benar-benar tenang, damai dan nyaman..


Menatap langit dengan tatapan kosong, seakan pikiran ku dibawa pergi oleh angin yang menerpaku hari itu.


Membayangkan gambaran-gambaran yang lucu dan menyenangkan.


Setelah cukup lama dan merasa tenang, aku keluar dari danau dengan pakaian basah mengangkat sepatu ku juga yang ikut basah dan kotor karena terkena lumpur.


Akhh benar-benar menyebalkan, aku berjalan tanpa lelahnya menuju rumah Jiwon, butuh hampir 2 jam lebih untuk sampai kesana.


Aku menunggu di kursi yang sudah tersedia di luar rumah dan duduk melamun hingga sore hari.


Langit yang berubah ke oranye oranye.


**


" Nara!? "


" Euhm.. " aku membuka mata perlahan dan memastikan sesuatu.

__ADS_1


" J-jiwon!! " tersadar dari tidur.


" Kenapa bisa ada disini.. " tanya jiwon.


" Ahh maaf.. aku "


" Baju kamu kenapa kotor kaya gitu, rambut kamu juga kusut tuh " tanyanya lagi sembari memasang raut wajah cemas.


Tanpa sadar aku meneteskan air mata dan langsung memeluknya, menangis karena mengingat kejadian beberapa hari lalu.


Aku menangis cukup lama, dan dilihati tetangga-tetangga disana. Jiwon berusaha menenangkan ku dan membawa ku masuk.


" Cup cup sudah, lebih baik kita didalam saja " ucap jiwon mengusap kepalaku.


" Aku buatkan air hangat untukmu yaa "


" Baju ku kotor.. baju mu juga ikut- " aku merasa tidak enak karena bajuku yang kotor membuat seragam Jiwon juga ikut menjadi kotor.


" Gapapa santai aja " ucap jiwon tersenyum manis kearahku.


" Ayoo masuk "


Karena terharu sekali lagi aku menangis. Benar-benar cengeng.


Di dalam aku duduk di sofa dengan terus memikirkan apa yang ada dipikirkan ku.(benar-benar bodoh)


" Maaf merepotkan mu.. "


" Engga apa "


" Kamu baik-baik aja nar? "


" Aku rindu sama kamu, aku kira kita engga akan ketemu lagi " ucap Jiwon yang langsung duduk berhadapan denganku.


" Aku baik-baik aja kok "


" Baju kamu kenapa jadi kotor gitu, apa bajumu basah?? " tanyanya lagi.


" Ehm iya, aku nyebur ke danau "


" Danau?!! " teriak jiwon terlihat kaget.


" Kenapa?? " dengan polos nya aku bertanya.


" Kamu sakit? kamu masih waras kan?? " ucap jiwon panik menempel kan tangannya di dahiku.

__ADS_1


" Lepasin apaan sih! " kesalku, aku langsung menghempaskan tangan jiwon dari arah dahiku dengan kasarnya.


" Aku cuma menenangkan diri aja, baju ku kotor juga karena terkena lumpur " jelasku pada jiwon dengan nada kesal.


" Kamu engga dibully kan!!? " masih dengan raut wajah panik.


Mendengar itu aku jadi Teringat masa lalu.


" Tenang aja, engga kok " ucapku tersenyum untuk meyakinkan nya.


" Jangan bohong! " jiwon yang masih tidak percaya memegang pundakku.


" Aku engga sekolah, aku bolos! " to the point ku yang sudah di puncak amarah.


" Bolos?? " ucapnya langsung santai kembali.


" Engga dimarahin?? "


" Engga kok, aku kan diam-diam "


" Yaampun~ "


" Sebentar "


Telihat Jiwon perlahan masuk ke kamar nya dan membawakan baju yang ukurannya lumayan besar dan memberikan nya padaku.


" Ini kamu boleh ganti baju dulu, nanti masuk angin " ucapnya mengasongkan kaos putih padaku.


" Gapapa nih? "


" Iyaa, kamu bisa ganti baju di kamar mandi sana " menujuk kamar mandi dekat dapur.


" Yaudah aku permisi sebentar "


Setelah selesai, rambutku dikeringkan menggunakan hairdryer oleh Jiwon.


Dengan sesekali bercanda, aku bisa melihat wajahnya di depan kaca.


Benar-benar romantis.


Kamar Jiwon ada dibawah, benar-benar bersih dan ada rak buku yang sangat besar disana, aku suka itu.


Memang tidak sebesar punyaku tapi kamarnya masih bisa dilewati oleh sinar matahari. meski bernuansa gelap karena terbuat dari kayu.


Aku iri, karena kamarku yang besar tapi tidak pernah terkena sinar matahari dengan segala nuansa pink, kamarku juga jarang bersih karena banyak sekali sampah berserakan.

__ADS_1


Yahh aku memang selalu kalah..


benar-benar pemalas.


__ADS_2