
Selesai makan dan berusaha mendekat kan diri, aku akhirnya pulang diantar oleh eunbi dan Jiwon.
" Haduh maaf yaa engga pake mobil nganter nya, lagi aku simpen dibengkel " ucap eunbi memasukkan tangan ke jaket tebalnya.
" Engga apa kok, aku seneng bisa jalan kaya gini, rasanya jadi bebas " lanjut aku tersenyum.
" Eonni seharusnya surus aja Lee anter Nara, kasian tau " Jiwon membuka pembicaraan.
" Hehe eonni masih kepengen ngobrol bareng Nara " tersenyum melihat ku.
" Hahaha aku jugaa " merangkul tangan eunbi.
Dengan kagetnya eunbi langsung mengeluarkan satu tangannya agar aku bisa merangkulnya dengan nyaman.
**
-Di Rumah ku-
" Makasih yaa buat hari ini, maaf udah ngerepotin " ucapku berdiri di depan pagar.
" Gapapa sering-sering mampir yaa "
" Iyaa hati-hati dijalan, dahh " melambaikan tangan ke arah Jiwon dan eunbi.
" Seneng banget rasanya.. hihi " antusias masuk kedalam rumah.
Aku membuka pintu dengan senyuman yang terukir jelas diwajahku, Namun dikagetkan dengan kehadiran ayah yang berada tepat tengah duduk di ruang tamu yang ada di balik depan pintu dengan wajah marahnya.
" Pulang malem lagi kamu!?
masih berani pulang kerumah saya!? "
ucap ayah dengan raut wajah dinginnya.
" Waduh pake bahasa formal " ucap isi hatiku yang mulai panik.
" Tadi Nara.. " menunjuk ke arah belakang pintu.
" Banyak alesan kamu!!
Mau jadi apa anak perempuan! sering pulang malem hah!? cepat masuk ruangan dan akui kesalahan mu! minta maaf pada Tuhan! " Marah ayah benar-benar tidak main-main padaku.
" Tapi yahh! tolong jangan disana.. Nara takutt.. " ucapku mulai panik meneteskan air mata perlahan.
" Anak kaya kamu itu harus diberi pelajaran biar sadar diri! " lanjutnya sembari menyeret tanganku masuk ke dalam ruangan.
" Aww aww sakit, lepasin yahh " rintihku berusaha melepaskan genggaman kuatnya.
__ADS_1
" Masuk kamu! dan akui kesalahan mu hari ini sama Tuhan! " ucapnya memarahiku dan mengunci pintu neraka itu.
" Yahh! bukaa, Nara kann cuma pulang jam 8 malem yaahh!! "
" Ayah! jangan tega dong, disini gelap yahh..hikss " aku menangis terus mendobrak pintu itu.
" Itu sepadan sama apa yang kamu lakuin, makannya jangan keluar malem! " tegasnya.
" Hikss jahatt bangett, kenapa sih.. " gumamku terduduk lemas sembari bersandar di pintu.
" Nara takutt.. lanar hikss "
Yah dirumahku ada ruangan, di mana itu didalamnya adalah tempat patung Tuhan dan juga sangat gelap disana, setiap membuat kesalahan yang fatal akan dikurung 3 hari dan tidak di beri makan disana oleh ayah.
( menurut Nara sendiri ini jahat karena Nara engga pulang terlalu malam hari itu )
3 Hari berlalu tubuhku jadi semakin kurus, aku pingsan seharian karena kelaparan.
Ayah membukakan pintu dan membiarkan ku pergi dari sana, Aku tidak berani keluar kamar bahkan saat disuruh makan sekali pun, sungguh disayangkan Minn-kee tidak tahu menahu soal ini.
" Nara, ini aku Minn kee buka pintu nya " ucap minn kee.
Aku membuka pintu dan menarik nya masuk.
" Wajah kamu pucet banget! kenapa.. sakit?! badan kamu juga.." ucap Minn kee kaget melihat kondisi fisikku.
" Kenapa engga makan! " marahnya.
" Tunggu sebentar kakak ambil dulu makanan buat kamu " buru-buru keluar kamar.
" Akhirnya.. " gumamku tersenyum lega.
Beberapa menit berlalu, minn-kee masuk kembali ke kamar dengan membawa nampan berisikan makanan.
" Kamu kenapa engga makan!? " tanyanya.
" Nara.. " ucapku terbata sembari memakan lahap nasi yang ada di piring.
" Nara kemarin pulang malem.. padahal cuma jam 8 malem doang.. terus.. terus Nara dikurung " terus mengunyah.
" Dikurung dimana? "
" Ruangan yang seram "
" Hah!? " ucap minn kee kebingungan.
" Nanti Minn-kee juga tau, kalau Minn-kee buat kesalahan " ujarku memberi tahunya.
__ADS_1
" Lagian kamu ngapain sih, hm? "
" Nara main dirumah jiwon kak "
" Jiwon!? "
" Adiknya lee park "
" Yaampun kamu kan bisa kasih tau kakak "
" Aku ketemu eunbi loh.. cantik bangett "
Raut wajah minn-kee berubah, terlihat kulit putih nya memerah hihi.
" Apa kamu menyukai eunbi!? " tanyaku.
" M-mana ada! "
" Mau kemana? "
" Main game "
Terlihat Minn-kee berjalan menuju sofa yang dekat dengan pintu keluar kamarku.
" Akuu.. aku juga mauu mainn barengg "
Aku berlari mengambil video game ku dan menarik sofa agar menjadi kasur lalu tiduran disisinya.
" Habisin dulu makanan nyaa!!! " teriak Minn-kee hingga menembus alam semesta.
**
Esok harinya Minn-kee masih tetap menemani ku.
" Selamat pagi " ucap Minn kee terlihat ada di sampingku.
" Kenapa aku bisa ada kasur.. " lanjut tanyaku.
" Kamu mengingat nyaa? " tanya minn kee.
“ Aku akan selalu ingat game ku ”
" Haha yasudah kamu mandi dulu sana, setelah itu turun ke bawah untuk sarapan "
" Siap boss "
" Aku tinggal dulu " pergi Minn kee dari hadapanku.
__ADS_1