KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 31 #Bajingan Sialan 18+


__ADS_3

Setelah kebut-kebutan dan hampir jatuh, kami sampai ke daerah kawasan nya para musuh.


Disana begitu luas, dan terlihat semuanya tengah tersenyum berjajaran seperti memang sudah menunggu kami bertiga.


Dan yah aku melihat bangunan usang itu, itu adalah sekolah lama yang dijadikan markas oleh musuh besarnya L.Y.O generasi ke 04


Aku memberhentikan motor ku dan tersenyum menatap jiwon dan elouna.


Sudah siap dengan semuanya kami turun dan mulai berjalan ke arah musuh begitupun dengan mereka yang juga ikut berjalan ke arah kami bertiga dan anggota inti yang ada dibelakang.


Memang jumlah kami lebih sedikit, tapi yang tidak aku ketahui adalah mereka memakai s*njata, sebelum mulai bertarung aku sudah melihat pimpinan ketuanya, dia tengah mer*k*k sembari di kawal oleh dua orang.


" Licik sekali bajingan ini " ucap hatiku tersenyum.


Dan..

__ADS_1


pertarungan ala anak remaja/berandal pun dimulai, awalnya kami berhasil membuat sebagian musuh tumbang..


Langit mulai terlihat muram, aku sadar akan segera turun hujan, dan melihat waketu musuh turun dari sekolah dan berdiri tepat dibelakang para anak buahnya.


Aku tersenyum bahagia dan berlari kearahnya, saking puasnya tak sadar aku telah melebihi batas tubuhku, pandangan di depan begitu kabur dan mulai perlahan mengabu, aku berusaha menstabilkan tubuhku, namun jantungku terasa amat sakit sekali. karena semakin terasa sakit aku berhenti sebentar, terus memegangi dadaku sembari sesekali mengatur napas melihat kesekitar yang sudah tidak jelas.. Hujan turun saat itu juga, yang membuat aku benar-benar kesulitan melihat, disana aku berhenti dekat para musuh karena jantung ku yang tiba-tiba sakit, elouna terus berusaha teriak, aku mendengar nya namun suara itu samar, aku hanya bisa mendengar suara hujan, detak jantung dan suara nafasku ditambah suara orang-orang disekitar yang kesakitan.


Elouna terus memanggilku, aku sadar namun rasanya aku hanya bisa terdiam saja, dia juga berusaha memanggil yang lainnya untuk melindungi ku, namun karena jumlah kita yang sangat jauh berbeda semuanya sibuk menghab*si para musuh yang bangkit dan berdatangan, dan saat itu juga dua pria datang kearah ku..


Yang satu membawa p*sau dan yang satunya membawa pemukul bisbol, semuanya terlihat samar hingga akhirnya aku di p*kul oleh seseorang dari arah samping.


BRUGKH pukulan itu sempat hampir membuat ku tumbang, namun saat sadar p*sau itu hampir menembusku, aku yang pasrah memilih menutup mata sembari memeluk erat kepalaku.


Darah segar mengalir, sempat melamun sebentar namun lamunan itu hilang saat.


Anggota inti terpercaya memanggil nama “JIWON” diiringin suara petir yang sangat kuat, aku yang sadar langsung melihat ke sisi kanan ku.. disana terlihat jiwon dip*kuli oleh kedua orang tersebut sembari tangannya terus menahan p!sau yang sudah dit*sukkan ke perutnya.

__ADS_1


Aku melamun kembali dan tidak percaya melihat jiwon yang tumbang dan terjatuh ke tanah, mereka berdua memilih pergi, aku yang kesal dengan penuh amarah melihat kesekitar dan terdapat tongkat bisbol tadi di tanah. alih-alih ingin balas dendam aku berlari mengambil tongkat bisbol itu sembari mengejar laki-laki gendut yang sudah memukulku tadi.


Dan aku memukulnya t*rus m*nerus, hingga dia benar-benar tidak b*rnaf*s.


Aku tersenyum puas dan menatap dingin kepada laki-laki yang membawa p*sau tadi, menatap tajam dan berlari menarik kerahnya.


Tidak peduli dengan rasa sakit di kepala ku, aku memukulnya terus m*nerus, tapi tidak ada satupun yang menghentikan itu semua.


Pukulan itu berhenti saat jiwon memanggil namaku, yahh.. dia berusaha menghentikan ku dengan suara lirih yang kesakitan..


Aku menatapnya kebelakang, dia tergeletak di tanah dengan bersimbah d*rah, tidak peduli dengan kondisi nya, dia masih menyempatkan memanggil ku dengan wajah tersenyum.


Jiwon yang cengeng, manja dan kekanak-kanakan, aku dibuat terkejut olehnya yang tidak menangis atau memasang wajah kesakitan sedikit pun..


Aku berlari kearahnya dan memangku kepala nya dipahaku, dia tersenyum mengelap darah di wajahku.. jiwon yang selalu berpura-pura menangis saat terjatuh dari sepeda motor, atau saat dicakar kucing..

__ADS_1


Hari itu dia benar-benar memasang wajah tersenyum dan terlihat senyuman kebahagiaan yang tulus diwajahnya.


Benar-benar terukir indah..


__ADS_2