
Di Lantai Satu/Ruang pribadi penting-
Aku menatap kaget karena disana ada Minn kee yang tengah duduk dengan ekpresi wajah mengantuk.
" Kenapa kamu masih terbangun " tanyaku.
" Kamu ingin aku mati " ttp minn kee.
" Bukan begitu, tapi kamu kan harus istirahat "
" Bawel " ucap minn kee terlihat marah.
Benar-benar menyakitkan.
" Nara! "
" Iya yah "
" Sebenarnya kamu ingin jadi apa sih dimasa depan! " tanyanya berkata tegas padaku.
" Nara.. "
" JANGAN MENJAWAB! "
" Terus anda mengapa bertanya! " minn kee yang kesal mendengar itu langsung menarik kerah baju ayah.
" Kakk.. "
" Apa!? "
" Udah.. lepasin "
Aku benar-benar kaget.. sungguh..
" Dasar tidak sopan, kalian benar-benar gagal menjadi seorang anak! "
" Dan! kamu Nara.. kenapa kamu selalu membuat masalah disekolah! "
" Berapa banyak uang yang harus aku berikan untuk mereka para korban yang masuk rumah sakit! hah!? " ucap beliau benar-benar marah.
" Yah.. " aku malas berdebat dengannya.
" Berisik kamu! "
" Sebenarnya kamu ini menurun dari ku atau kamu memang benar-benar mirip seperti bunda mu itu!! "
__ADS_1
" Benar-benar tidak mirip denganku! "
" Apa maksudmu, aku ini putrimu " jawabku meninggikan suara.
" Kalau kamu masih ingin aku anggap sebagai anak, turuti apa yang aku perintahkan! "
" Aku hanya ingin kamu sekolah yang benar dan tidak membuat onar! dan kamu bisa memiliki perusahaan ku kelak "
" Terus kenapa.. "
" KAMU ENGGA MATI AJA!! "
" Sembarangan kamu!! " ayah yang marah sempat ingin menamparku.
Yah aku sudah membuat gerakan namun refleks tangan Minn-kee melindungi wajahku.
" Dan kamu juga minn-kee!!
tidak tau diuntung kau jadi anak! "
" Dia adikku, jangan sekali-sekali nya anda berani menyentuh nyaa " ucap Minn kee benar-benar kelelahan.
Tiba-tiba saja thaeyeong, minn dan ibu tiriku datang kesana karena mendengar kan pertengkaran kami bertiga.
" Sayang ada apa ini?? " tanya ibu tiri.
" Seperti biasa anak tidak berguna itu membuat masalah lagi disekolah " tegas ayah menunjukku dengan wajah sinis.
" Nara.. " ucap wanita itu memelas padaku.
Suasana begitu memanas, tapi berubah saat ayah melihat ada thaeyeong disana.
" Nak, kapan kamu pulang?? " kaget melihat putra tirinya.
" B-baru aja kok Yah " ucap thaeyeong keheranan.
" Yaampun sayang kamu sudah masak kan? ayo kita makan bersama " ayah yang girang langsung mendorong pelan istrinya.
" Ahh sudah kok, ayo ayo "
Thaeyeong menatap ku sesaat membuat kami berempat saling menatap bersama.
“ Kamu gapapa Nara? ” ucap thaeyeong dengan tatapan dingin.
Rasanya ingin menangis.
" Iya.. " gumam.
" iya aku gapapa! " ucapku sembari menyeka air mata dan langsung naik ke atas.
__ADS_1
" Nara.. " ucap thaeyeong.
" Biarin dia kak " jawab minn kee.
" Lagi pula kenapa sih kamu selalu dibela thae! " ucap Minn yang memarahi thaeyeong.
" Kau juga sama saja! "
" Dasar adik b*ngsat! udah tau Nara selama ini tersiksa, tapi kalian bahkan tidak ingin melindungi nya!! " ucap minn kee kesal.
" Kau lindungi saja dia! " jawab thaeyeong.
" Siapa lagi yang ingin mempunyai saudara tiri tukang onar! " lanjut minn
Hari itu aku melihat mereka bertiga bertengkar, padahal sudah jelas aku masih memperhatikan mereka diatas. (kenapa mereka mengatakan itu seperti sengaja)
Entah apa yang aku pikirkan, aku menjatuhkan guchi yang harganya ratusan yen dengan tatapan kosong.
Suara pecahan itu menarik perhatian semuanya.
" AGKHHH BERISIK ELU SEMUANYA!!!! " teriakku benar-benar sudah tidak tahan.
Ancang-ancang ingin menjatuhkan diri, aku yang loncat dari lantai dua pun ditangkap oleh Minn-kee yang sadar melihat apa yang akan aku lakukan.
Aku benar-benar selamat.
**
Yah aku terbangun dan melihat ketiga kakak tiriku tengah duduk disofa di kamarku.
Aku memberanikan diri untuk menemui mereka dan duduk disana
Kami berempat ingin berbicara, namun menjadi terpotong dan kami malah hanya menarik nafas panjang..
Dan lalu malah tertawa bersama seperti sudah melihat film lucu, kami terlihat begitu kompak.
Esoknya seperti tidak terjadi apapun, kami menjalani hari seperti biasanya.
Aku yang melihat itu, yang sudah seperti bumbu keseharian pun mengikuti alunan itu semua.
Aku akhirnya pergi ke sekolah dengan ditemani ketiga kakak tiriku.
Banyak sekali yang memperhatikan ketiga kakak ku, dan aku malu membawa mereka. sungguh malu sekali.
Aku lalu mengundurkan diri dan mendaftar disekolah baru.
Setelah selesai aku tidak meminta pulang melainkan meminta diantar ke rumah eunbi.
Disana aku menceritakan semuanya sembari tiduran dipangkuan nya dengan sesekali dia mengusap rambutku.
__ADS_1