
Begitulah berbulan-bulan kami menjalani hari dengan baik di jakarta, kadang juga selalu bertengkar dengan eunbi namun kembali akur. Aku jadi jarang main dengan Jiwon, kami bertiga semakin sibuk karena tugas sekolah, jiwon yang lebih memilih melakukan hobi kesukaan nya, dan elouna yang mementingkan apa yang diperintahkan.
Aku juga ikut sibuk dengan kelas tambahan dan ekstrakurikuler, sebelum benar-benar makin sibuk, aku yang jarang sekali main handphone dan memutuskan untuk mengirim pesan digrup yang telah kami buat.
Meminta agar jiwon dan elouna menyempatkan waktu untuk bermain lebih sering, jadi hari itu kami memutuskan bolos di jam pertama, kami kabur lewat belakang sekolah yang mana harus menaiki tembok besar, akhirnya kami mencari jalan keluar, dan pergi ke bioskop untuk menonton bersama, setelahnya kita pergi ke mall terdekat dan bermain permain, tidak lupa juga kami berbelanja hal yang ingin kita beli.
Menghabiskan waktu cukup lama dan menyenangkan, meski tau sikap elouna dan jiwon sedikit berbeda, entah mengapa mereka dapat menjaga perasaan ku..
(aku bersyukur soal ini)
Setelah nya kami pulang dan melanjutkan main game setelah selesai bersih-bersih, karena terlalu sibuk. bahkan lampu apartemen kami sampai benar-benar lupa untuk di nyalakan.
__ADS_1
Keesokannya kami pun jadi sibuk kembali dengan jadwal yang cukup padat. aku hanya bisa tersenyum menatap mereka dari kejauhan. Hingga ada beberapa berita kenakalan yang menggemparkan sekolah, aku tidak menyangka jika jiwon juga ikut dalam kenakalan itu, tapi dia malah tersenyum bahagia..
Aku pikir dia akan berubah dan kembali ke awal, namun nyatanya dia semakin membuat ulah, jiwon yang selalu mendengarkan dan juga sangat patuh dan penurut jadi lebih suka membantah akhir-akhir ini, dan juga sikapnya berubah kasar.
Berbulan-bulan aku dan elouna kebingungan, dan akhirnya memilih mencari tau, hingga ternyata..benar, jiwon masuk organisasi geng yang dipimpin oleh preman disana, tidak ingin Jiwon kenapa-kenapa aku dan elouna memutuskan juga untuk masuk bersama.
Setelah jiwon kami berdua juga jadi nakal, jiwon si pembuat onar, elouna murid teladan yang butuh kebebasan dan aku yang mengikuti kata hati, benar-benar melanggar aturan disekolah.
Meski sering melakukan kenakalan, aku kira eunbi akan tau dan bertindak, tapi nyatanya berbulan-bulan dia tidak melakukan apapun seperti tidak terjadi apa-apa.
Hingga lanar datang ditemani kak min-kee dia menamparku didepan umum. itu tidak membuat ku menyesal bahkan aku melakukan hal yang lebih jauh lagi.
__ADS_1
Singkat setelah menghabiskan waktu dua tahun di jakarta, aku memilih membuat geng ku sendiri yahh.. L.Y.O generasi ke 04 .
Awalnya jiwon yang akan memimpin geng tersebut, namun entah kenapa aku yang terpilih menjadi ketua utama disusul dengan elouna yang menjadi wakil..
Kami menjalani nya dengan senang dan damai, hingga geng L.Y.O tersebar cukup luas, dengan anak buah jiwon yang paling banyak. kmai ingin memiliki anggota dan memperbanyak peserta, aku juga memilih hal yang sama, dalam 3 hari L.Y.O di penuhi dengan divisi masing-masing..
Tapi jiwon jadi semakin jauh dari kami, dia jadi lebih songong terhadap lawan dan selalu menginjak-injak yang lebih lemah darinya, kami yang melihat itu seperti awal, ingin membawanya kembali. jiwon tetap bersikap baik kepada kami seakan dia tidak pernah berubah, tapi melihat itu kami berdua jadi sadar, jiwon akan dalam masalah besar kedepannya jika terus seperti ini.
Benar saja dia bentrok dengan organisasi yang lebih besar dari kami.. organisasi ke 06 yang lebih kuat setelah L.Y.O yang dipimpin oleh lanar, L.Y.O generasi ke 04 masuk dalam organisasi ke 09 terbaik.
itu membuat gaduh markas..
__ADS_1