
Setelah sampai hingga bawah gunung, kami telat Tujuh menit dan disana ada tentara yang tengah menunggu, itu benar-benar mengagetkan sekaligus menakutkan sekali.
Disana kami dimarahi dan langsung diberi peta, padahal saat itu kaki ku dan kaki Jiwon rasanya mau patah, ingin minum saja pun dilarang.
Karena dimarahi elouna yang menyuruh untuk berpikir serius kami pun mulai jadi serius, dan dipeta kami disuruh menaiki gunung hingga di rumah kosong Namun minn-kee benar-benar tidak bersimpati, dia menyuruh berlari ke sana dalam waktu 30 menit.
Melihat tentara yang membawa senjata kami pun langsung berlari dan berpikir tentara itu akan mengejar dan membunuh kami.
Kami membuat rencana seakan-akan tentara itu akan mengejar, memang dibelakang terlihat ada beberapa tentara yang ikut berlari.
Sesampainya disana, cukup menguntungkan karena kami tepat waktu, mungkin karena panik dikejar tentara kami berpikir harus lari lebih cepat lagi.
Disana minn-kee tengah duduk dan dibelakangnya terlihat dikawal oleh bodyguard. Kami sudah seperti budak
Disana kami mulai diperjelas dengan keadaan kedepannya dan hari itu minn-kee mulai bersimpati dan memberikan air dingin untuk kami bertiga.
Karena aku yang jarang atau bahkan tidak berolahraga sama sekali, aku dikagetkan karena harus pushup sebanyak 1000× tidak bisa dibayangkan. padahal baru ingin bilang kalau dia adalah malaikat penolong yang baik hati dia langsung berubah menjadi iblis yang tidak memiliki simpati.
__ADS_1
Aku mulai pushup karena melihat Jiwon dan elouna yang menganggap ini serius, tapi di tengah-tengah pelatihan aku mulai benar-benar kelelahan dan terjatuh lemas.
Minn-kee berjalan dan menodongkan pistol ke arah kepalaku itu membuat ku kaget setengah mati.
Aku pikir juga kali ini dia sedang bercanda, dan karena berpikir aku adalah adiknya tidak mungkin juga kan dia akan membunuhku
Tapi dia langsung menembakkan peluru ke arah atas kepalaku suaranya benar-benar ada tepat di sana, karena kaget aku terjatuh menutup telingaku.
Dia berbicara hal yang benar-benar menakutkan, dan disana aku langsung pushup sebanyak yang aku bisa
Menatap elouna dan jiwon yang juga sama-sama ketakutan, aku akhirnya pingsan di pushup yang ke 157×
Aku memasang wajah panik dan memberi tahu kan apa yang terjadi pada mereka, namun mereka menatap dingin dan berkata pelatihan kedepannya akan sangat sulit bagiku
Dan juga yang menyuruhku untuk melakukan pelatihan dengan serius, karena mulai kali ini hubungan aku, minn-kee dan lanar dibatasi bukan menjadi seorang adik melainkan atasan dan hanya anak bawang.
Aku akan dianggap adik kembali dan mendapatkan kehidupanku seperti dulu, jika pelatihannya sudah selesai dan jika aku melakukan nya dengan serius.
__ADS_1
Aku yang bingung tidak berani berkata apa-apa karena seakan, kamu terbangun dari mimpi buruk yang ternyata saat terbangun, didunia jauh lebih buruk lagi.
Aku dirawat di rumah sakit selama seminggu, benar-benar tidak ada yang Menjengukku, seorang pun tidak ada.
Aku kebingungan, memutuskan pergi keluar untuk menenangkan diri sembari menghirup udara segar, melihat para lansia tengah berjemur.
Karena bosan aku akhirnya mengajak bicara dan mengobrol banyak hal dengan nenek-nenek yang ternyata pasien di sebelah kamarku.
Aku juga cerita tentang hal yang terjadi akhir-akhir ini, aku berpikir kalau ini seperti mimpi yang tidak ada habisnya, benar-benar menakutkan.
Tapi nenek itu berkata bahwa aku tidak akan mengalami pelatihan ini selamanya dan itu juga supaya aku bisa berpikir lebih dewasa.
Aku kembali ke kamarku dan Esoknya..
Mendengar itu aku berpikir ulang, dan ingin menanyakan sesuatu, namun saat ingin menghampiri nenek-nenek tersebut. tenyata dia meninggal tepat kemarin malam.
Aku menangis histeris di kamar itu sendirian, mengingat jika sedih minn-kee akan memeluk ku, namun sekarang aku sendirian dan kebingungan dengan perasaan takut yang berlebihan.
__ADS_1
Bahkan minn-kee jadi semakin gila kedepannya!
“ Tidak peduli mau kita saudara kandung dan memiliki darah yang sama pun, selama ada di medan perang, hubungan kita bukan apa-apa melainkan musuh yang saling mengincar apa yang diinginkan ” itu ucap minn kee.