KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 04 #Lee Park Yang lucu


__ADS_3

Setelah kejadian itu, aku merasa damai, bahagia sekaligus merasa kehilangan. begitu mendalam sekali rasanya.


Semakin hari aku semakin dekat dengan kak Lanar, bahkan dia membawaku ke markas mafia terlarang miliknya.


Hari itu lanar terlihat sibuk bahkan tidak menoleh ke arah ku sama sekali, aku hanya diam disofa dengan sesekali menyentuh barang-barang di didalam lemari kaca.


Karena melihat ku yang seperti tidak ada kerjaan, Lanar menyuruh bawahan terpercaya nya untuk menemani ku jalan-jalan.


Dia sangat dingin, aku ajak bicara pun hanya mengangguk dan menggeleng kan kepala.


-pov-


" Yaa! sebenarnya kau ini bisu atau bagaimana sih?? " ucapku sedikit kesal.


" Bicara satu katapun tidak mau kah?? "


" Siapa namamu? " jawabnya.


Saat dia berkata seperti itu entah kenapa hati ku benar-benar seperti ingin meledak, kaget.. suaranya benar-benar lembut tidak seperti mukanya yang dingin seperti tidak ada ekpresi.


" Wajahmu memerah, lebih baik kita jalan-jalan ke dalam ruangan dari pada di luar ruangan " ucapnya menyuruh ku masuk kembali karena cuaca hari itu panas.


" Ahh engga perlu kok, aku mau makan eskrim aja di taman " ucapku tersenyum sembari menggandeng tangannya.


Dia hanya mengangguk


Sedikit bosan melihatnya bersikap acuh tak acuh.


" Apa tidak apa-apa yaa kamu nemenin aku kaya gini " ucap ku sembari memakan eskrim.


" Kamu mungkin harus bekerja bukan?? " lanjut tanyaku padanya.


" Tugas ku saat ini adalah menemani mu agar tidak merasa bosan "


" Sedangkan kamu orangnya sangat membosankan " jawabku menatap sinis ke pengawal pribadinya lanar.


Dia menatap ku kaget tapi seperti biasa wajah nya tidak berekspresi, hanya matanya saja yang cukup membulat.


" Namaku Lee Park " lanjutnya setelah angin bolak balik diwajahku, akhirnya dia memulai percakapan.


" lee park ?? "

__ADS_1


" Ehm " terlihat dia berusaha tersenyum, aku tidak memaksanya, hanya saja dia terlihat lucu dan tampan.


" Nama yang bagus "


" Perkenalkan namaku Nara "


" Berapa usiamu?? "


" Hmm sekitar 11-12 tahun "


" Mau main kerumah ku? aku punya adik yang lumayan seumuran denganmu, hanya saja dia seorang anak laki-laki " ucapnya menawari ku sebuah tawaran yang tidak akan pernah terlupakan.


" Ohh ayo saja sih " aku yang mendengar tawaran itu jelas langsung menerimanya, karena bagiku umurku masih terlalu muda, jadi harus mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya.


" langsung menerima?? " gumamnya yang terlihat masih memasang wajah panik.


Aku menarik tangan lee park yang membuat nya benar-benar kaget.


**


Sesampainya di rumah Lee ternyata adiknya sedang menginap di rumah pamannya. mendengar itu.. Aku terlihat gabut sekali hanya menatap langit, tapi tiba-tiba saja ada anak anjing yang menghampiri ku, benar-benar lucuu.


Setelah seharian di temani oleh lee park aku kembali pulang ke rumah.


Tapi aku hari ini tidak merasa bosan karena diajak main shogi dan juga menggambar bersama, bukan hanya menggambar! lee park juga mengajak ku bermain Ps4.


- Di Rumah -


Aku dimarahi karena pulang malam, padahal itu tidak terlalu larut malam. (dan hanya mendapatkan peringatan saja)


Melihat ayah dan ibu tiriku tengah makan malam bersama, bahkan aku tidak menaruh kecemburuan sedikit pun, hanya menatap dingin ke arah keduanya yang terlihat romantis.


Selesai makan aku kembali ke kamarku yang ada di lantai dua, kebetulan bersebelahan dengan kamar kakak (tiri) ku, Minn kee yang mendengar langkah kakiku tiba-tiba membuka pintu dengan tergesa-gesa dan menghampiri ku dengan tatapan serius.


" Nara.. " ucapnya sedikit tegas.


" Apa?! " aku yang mau masuk jadi menatap nya terlebih dahulu.


" Habis dari mana!? " ucapnya bertanya dengan wajah galak.


" Siapa kau!? berani sekali menanyakan hal ini kepadaku! " aku yang melihat ekpresinya marah begitu langsung tidak Terima dan menirukan ekpresinya.

__ADS_1


" Hahh~ baiklah, kamu habis dari mana pakaian yang kamu pakai hari ini benar-benar tidak asing " lanjut nya bertanya sembari melembutkan suaranya sedemikian mungkin.


" Aku habis jalan-jalan ke taman dan bermain game bersama seseorang " to the pointku, langsung membuka pintu kamar.


" Ohh "


" Tapi kenapa kamu mirip sekali dengan seseorang yang duduk di sofa dekat tuan lanar " ucap minn kee terlihat kebingungan.


" Lanar!! " mendengar itu sontak aku cukup berteriak kearahnya.


" Kau kenal dengannya?!! " tanyaku.


" Tentu dia atasanku "


" Ohh aku! aku adiknya! " jawabku dengan lantang dan antusias.


" Hehh.. jadi yang tadi itu beneran kau "


" Ehm!! " mengangguk girang.


" Tapi kenapa aku tidak melihatmu?? " lanjutku bertanya.


" Mana aku tau "


Dia pergi begitu saja setelah melihat ku begitu girang, karena perilaku nya mood ku jadi hilang dan kembali marah-marah.


Tapi beberapa hari kemudian dia mengajak ku berbicara kembali lalu membujuk ku agar menemui lanar sebentar.


" Ahh anu.. nara.. kau bilang kan kau adiknya tuan lanar " ucap minn kee berdiri menghampiriku ke ruang pribadi.


" Ehm kenapa?? " melihat nya bertingkah seperti itu aku jadi ingin memasang wajah songong. (sembari saat itu kakiku tengah dipijati sembari membaca buku majalah)


" Boleh tidak kita berdua menemui tuan lanar "


" Ehh, Kenapa tidak kau saja?? " tanyaku keheranan.


" Aku akan melakukan apa saja! " ucapnya memberikan tawaran dengan antusias.


Disitu aku terseringai dan memikirkan sesuatu, kesempatan yang tidak bisa datang dua kali! dan Yahh aku menyuruh nya memijit kakiku! (rasanya puas sekali)


__ADS_1


__ADS_2