
-pov-
Aku sudah membelikan pizza dan makanan untuk merayakan pesta ulang tahunnya.
Saking kecewa nya dia membiarkan aku pulang tanpa bertanya alasan aku ingin segera pulang.
Mungkin eunbi menyadari aku yang terlihat murung dan marah.
Aku berhari-hari tidak datang kesana bahkan tidak peduli mendengar kabar dia akan segera pergi ke Korea.
Tapi entah kenapa, aku malah berlari sekencang mungkin untuk pergi ke rumah eunbi.
Disana terlihat Jiwon yang sudah siap dan hampir berangkat, tanpa basa basi aku langsung mengucapkan salam perpisahan.
Dengan terus ngos-ngosan suara ku benar-benar tidak jelas.
Dan akhirnya memilih minum sebentar, aku tidak peduli saat itu juga dengan wanita yang ada disamping Jiwon.
Namun kepikiran, apa aku akan bertemu dengan nya lagi atau tidak.
Pada akhirnya aku berani berkata jujur.
" Jiwon.. aku benar-benar kecewa padamu " terus terangku pada jiwon.
" Aku tau kamu sudah memiliki kekasih, tapi..apakah keberadaan ku sangat menganggu sampai-sampai kamu mengabaikan ku seperti ini?? " tanyaku dengan wajah kecewa.
" Aku sudah Mati-Matian belajar, mungkin aku tidak akan menganggu Jiwon lagi.. tapi aku berharap besar kamu bisa kembali keindonesia dengan selamat " ucap ku to the point.
" Kamu bicara apa sih nar? " tanya jiwon keheranan.
" Kekasih?.. kekasih apanya?
aku engga punya kekasih loh " tanyanya lagi dengan tawanya yang kecil.
" Bukannya wanita ini.. " ucapku menjawab sembari menunjuk wanita di samping Jiwon.
" Ohh dia 'elouna' saudara.. engga sedarah tapi dia teman masa kecilku.. pokoknya punya hubungan yang dekat dengannya " ucap jiwon menjelaskan nya.
" Bukan kekasih! " teriakku kaget.
" Iyaa " masih menatap heran dengan tingkah lakuku.
" Ahh a-aku minta maaf.. " ucapku tidak enak dengan semuanya.
" Aku hanya kakak angkat nya jiwon, dia sudah seperti adikku.. aku cuma bercanda soal lusa lalu " ucap wanita itu sambil menepuk pundak Jiwon.
__ADS_1
" Hehhh.. aku ditipu~ "
" Yaampun Nara " ucap eunbi geleng-geleng melihat kelakuan ku akhir akhir ini.
" Eonni kira kamu kenapa "
" Apa kamu cemburu?? " lanjut eunbi bertanya.
“ E-engga kok! ” ttp ku.
" Ohh yaa kapan kamu bakal balik lagi kesini?? " tanyaku pada jiwon.
" Hmm cuma beberapa hari doang kok "
" Eonni bakal ikut?? " kembali bertanya.
" Engga, Jiwon bakal pergi dengan park "
Selesai drama yang menghawatirkan akhirnya kehidupan ku kembali ke awal dengan kehadiran orang baru yang mewarnai hidupku.
Akhirnya jiwon pergi setelah berpamitan, aku kira elouna akan ikut namun nyatanya tidak.
Dia tinggal dengan eunbi akhir-akhir ini, tapi terkadang aku tidak melihat nya juga disana.
Tapi setiap hari aku mengunjungi eunbi dengan sesekali belajar disana, main game dan menggambar bersama, tapi aku tidak banyak bicara dengan elouna.
Sepertinya dia lebih memiliki kekuasaan di rumahnya eunbi.
NAMUN!
Setelah melihat nya menghilang beberapa hari, karena tidak mau eunbi merasa sendirian dirumah, aku menemani nya beberapa hari.. tapi saat dia kembali ke rumah, dia pulang bersama lanar.
Ada apa ini!? aku tidak mengerti apa-apa.
Bahkan lanar pun kaget melihat sosokku.
Tidak masuk akal, tapi siapa sih elouna itu!!
Dengan wajah marah aku menginterogasi Lanar sembari minta di antar pulang olehnya.
Di mobil kami banyak berbincang..
" Katakan apa yang kamu janjikan " ucap ku dengan nada kesal.
" Memangnya aku buat janji apa? " tanya Lanar kebingungan.
__ADS_1
" Soal gadis tadi! " tegasku.
" Elouna?? " ucapnya sekali lagi bertanya padaku.
" Aku tidak sudi menyebutkan namanya "
" Kamu marah?? " tanya lanar.
" Jelas lah! "
" Bagaimana bisa dia dekat denganmu!? "
" Apa jangan-jangan kamu ini adalah penculik Anak-anak!! " kesalku mengatakan hal itu padanya.
" Kenapa kamu mikir jauh sihh " ucap lanar tersenyum pasrah.
“ Ya sudah cepat jelaskan..! ”
" Huftt baiklah, biar engga ada kesalahan pahaman "
" Aku.. lanar.. iya.. memiliki seorang kekasih asal Jepang.. dan dia namanya lee tsu-miin dan yang sebenarnya adalah elouna adalah adiknya lee tsu-miin begitu dehh "
" Hah!? "
" Sesingkat itu! "
" Mau sepanjang apa? skripsi?? "
“ Kamu tidak mengerti ya? ”
" Aku tidak paham dengan ucapanmu! " jawab lanar dengan nada tinggi.
" Bagaimana bisa ini terjadi.. "
" Banyak yang terjadi.. tsu-miin punya hubungan yang buruk dengan elouna bahkan tidak pernah bertemu hampir 3 tahun lamanya.. "
" Elouna membenci tsu-miin tapi aku tidak putus hubungan kontak dengan elouna "
" Yahh semacam itulah, aku juga tidak terlalu dekat dengannya " lanjut lanar mengusap rambut ku.
" Hanya kebetulan aku kembali bertemu dengannya saat dia meminta diantarkan ke rumah paman sukea "
" Sukea siapa!? "
" Haduhh kamu tidak paham juga " ucap lanar semakin prustasi.
__ADS_1