
-pov-
" Sudah selesai belom? " tanyaku pada semuanya.
" Tinggal masukin makanan ke dalam mobil sama barang-barang " jawab elouna.
" Kalau gitu aku panggil dulu jiwon yaa "
" Uhm, barang-barang nya juga tolong masukin ke bagasi mobil ya " lanjut elouna memberi perintah sembari menepuk-nepukkan tangannya dari debu.
" BAIK WAKETU! "
**
" Yahoo jiwon.. "
" Udah pada selesai kah? " tanya jiwon yang masih sibuk dengan game ditangannya.
" Iyaa ayoo, berhenti main game "
" 5 Menit lagii "
" Engga! engga! ayoo cepet! " aku yang kesal menarik tangan bocah ingusan itu.
Jiwon masih sibuk dengan gamenya, jadi terpaksa aku harus menariknya keluar markas, dan setelahnya kami pun pergi.
Kami mengendarai sepeda motor dengan laju lumayan cepat, sembari bercanda-canda di sela-sela obrolan..
Namun obrolan terhenti saat ada telepon masuk, sempat tidak ingin mengangkat nya, tetapi telepon itu terus berbunyi berkali-kali.
Alhasil aku menepi sebentar untuk mengangkat telepon tersebut, tertulis di handphoneku “panggilan tanpa nama”
Cukup kesal jadi aku langsung mengangkat telepon itu sembari memarahi, setelah nya aku mematikan namun telepon itu berbunyi kembali, elouna yang melihat itu menarik ponsel dari tanganku dan menjawabnya.
__ADS_1
Kami semua menatap elouna sesaat, namun ekspresi wajah elouna tiba-tiba berubah menjadi serius. sempat ingin bertanya, wajah elouna langsung berpokus ke depan dimana terdengar suara motor yang sangat bising.
Mereka berhenti tepat di depan kami semua..
**
Mereka adalah musuh L.Y.O bisa dibilang atasan dari preman yang telah menculik jiwon hari itu, kami berdebat cukup lama, namun jiwon berusaha menghentikan nya karena ia pikir masalah dia dengan sang preman sudah selesai, namun mulut ku tidak bisa diam dan tidak sengaja membocorkan sesuatu.
Dan dibalas oleh mereka, mendengar kata-kata itu aku yang kesal rasanya ingin melabrak ketiga pria tersebut, mereka tersenyum dan pergi dari hadapanku.
" Woi! kembalii gue belom pukul lo satu persatu! WOII BAJINGAN!! " emosi ku tidak stabil hari itu, benar-benar mengesalkan.
" Udah nar! masalahnya udah selesai "
Mendengar itu aku menatap tajam elouna, yahh dia pikir juga sama, tapi dia tidak tau urusanku dengan musuh, saat jiwon dirawat dirumah sakit, aku membuat masalah dengan mereka dan membuat kesepakatan, yaitu untuk berpura-pura mendukung musuh untuk menjebak mereka, namun aku tidak menceritakan itu pada siapapun.
Karena tidak bisa berkata-kata aku memilih naik kembali ke motor..
" Aku bakal kejar mereka, kalian lebih baik duluan aja kejakarta " Ucapku langsung memakai helm.
" Lepasin! kamu bisa jatuh loh "
" Masalah aku udah selesai, gak usah buat masalah baru nar " ucapnya menjelaskan itu secara baik-baik.
" Kamu ga tau apa-apa shotta! "
" Ga usah buang-buang waktu buat ngehadepin musuh nar "
" Kita kan mau konvoi, happy happy sama anggota inti di sana "
" Tinggalin aku dan kalian happy happy aja disana tanpa aku! " jawab ku menegaskan jiwon.
" Jangan keras kepala dasar tupai! " lanjut elouna memarahiku.
__ADS_1
" Aku bukan tupai!! "
" Akhh aku benar-benar pusing sama pemikiran kamu nar, padahal lanar ga keras kepala tuh, kok bisa sih adiknya kaya gini "
ucap elouna prustasi dengan kepala batuku.
" Jangan sama-samain aku sama dia.. " melasku menunduk mendengar itu.
" Baiklah kalau gitu "
" Lanjut pergi? " tanya jiwon.
" SEMUANYA! DENGARKAN INI " ucap elouna berteriak.
" Kalian duluan aja kejakarta, hari ini kalian bebas ngapain aja, tapi jangan buat hal macem-macem ya! " elouna terlihat memberi aba-aba dan perintah untuk semua anggota.
“Kenapa gitu, waketu sama ketua gimana?”
tanya salah seorang.
" Ketua kalian ini keras kepala dari lahir, kalian dibebaskan hari ini mau nongkrong, mau sama pacar kalian juga gapapa " tegas elouna menjelaskan.
" Untuk anggota inti, kalian ikut aku sama Nara ke markas musuh mengerti!? " jelasnya.
Semuanya sempat kebingungan namun akhirnya mengiyakannya dan mulai bubar.
" Yang keras kepala itu kamu el " jawabku tersenyum langsung cabut dari hadapan semuanya.
" Soochan! Tungguin! "
Akhirnya kami bertiga dan anggota inti pergi ke markas musuh..
Aku sengaja pergi duluan karena tidak bisa menahan wajah marah ku dan tidak ingin memperlihatkan nya pada mereka semua, terlalu lelah juga untuk berpura-pura baik-baik saja dihadapan elouna dan jiwon..
__ADS_1
Hari itu yang ada dipikiran ku hanyalah
“MEMBUNUH”