KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 11 #Hari Bahagia


__ADS_3

Bahkan yang paling mengejutkan adalah sesuatu yang diucapkan Minn-kee membuat ku sangat sakit hati sekali.


" Kamu gapapa kan Nara?? " tanya minn kee.


" Aku tadi liat kamu terbaring di ruangan ayah dengan kepala yang berdarah "


" Kamu mau mencuri?? " lanjut minn kee bertanya kembali.


" Kenapa bisa ada didalam sana, tanpa adanya ayah!? "


(bisa-bisanya dia berkata seperti itu padaku)


Hari itu aku benar-benar ingin meluap kan emosiku. namun aku benar-benar lelah sampai-sampai enggan menjawab pertanyaan minn-kee.


" Pergi.. "


" tapi nar? ”


" PERGI!! "


" GUE BILANG PERGI LO!!! "


Minn-kee hari itu benar-benar pergi.


" HUWAHHH!! HIKSS.. JAHAT! SEMUANYA JAHAT!! "


Aku menangis kencang hari itu dimalam hari yang gelap yang hanya ada satu cahaya lampu yang tidak menerangi seisi ruangan yang aku tempati, aku bersyukur karena ruangan nya cukup kecil.


**

__ADS_1


- Pagi Harinya -


Aku terbangun dan ditanyai oleh suster, aku hanya melepas jarum ditangan ku dan berjalan menuju kamar mandi tanpa menjawab apapun.


Dengan darah yang berceceran tapi aku benar-benar mengabaikan nya.


Aku ijin pulang kerumah dengan pakaian rumah sakit, kembali dan membawa celengan pig kesayangan ku. sembari aku menanyakan biaya rumah sakit, namun ternyata sudah dibayar oleh Minn-kee.


Aku bingung hari itu.. Aku harus kemana, aku hanya berjalan dengan tatapan kosong sesekali ditatapi orang-orang dan duduk di halte bus hingga dijemput oleh Minn-kee yang sudah mencariku ke mana-mana.


**


Aku pulang.. yaa dirumah benar-benar kosong sepi dan menjengkelkan, aku naik ke atas untuk melanjutkan tidurku.


Hari itu aku tidak dimarahi oleh minn-kee, aku ingin sekali berusaha memberi tahukan nya itu soal apa yang aku rasakan hari ini.


Terdengar suara panggilan yang sedang sibuk, benar-benar kecewa dan bingung.


Pada akhirnya aku terjatuh dilantai dan dibangunkan oleh minn-kee dengan raut wajah panik kembali.


Aku hanya tetap terdiam, bahkan hingga malam hari, aku melihat Minn-kee yang tertidur disofa bahkan hingga tengah malam ayah tidak mengunjungi ku.


Suara telepon berbunyi aku langsung dengan tergesa-gesa hingga terjatuh kembali dari kasur langsung mengangkat telepon itu sembari menangis perih.


" Hallo? "


Suara itu, suara yang sangat aku rindukan..


" Hikss.. bunda.. "

__ADS_1


" Nara!? "


" Bunda.. tasukete.. "


Aku menangis hari itu karena begitu senang mendengar suaranya yang benar-benar aku rindukan.. namun ia mematikan telepon ku saat mendengar aku meminta tolong padanya.


Aku menangis histeris hari itu yang membuat Minn-kee terbangun dari tidurnya, dia berlari kaget menatapku dan langsung memeluk sesekali menenangkan ku.


Ayah mendobrak pintu dan menatap tajam dengan amarah nya yang mengebu-gebu


Aku benar-benar kecewa.


Hari itu minn-kee yang tidak tega melihat kondisi ku langsung mengajakku jalan-jalan dimalam hari itu.


Didalam mobil dia begitu bawel menceritakan itu dan ini hingga aku akhirnya bisa tersenyum. dan dia memberikan jaket karena bajuku saat itu benar-benar tipis.


Saat keluar dari mobil, itu sangat dingin..udara diluar benar-benar dingin. aku dipeluk sembari berjalan menuju pedagang kaki lima yang masih buka hari itu.


Makan sup entahlah pokoknya hari itu benar-benar menyenangkan, sesekali bercanda hingga mangkuk nya pecah. dan setelah makan kami berdua tidak pulang melainkan pergi ke atas kota bandung.


Melihat bandung dimalam hari benar-benar indah dengan nuansa lampu dan suara kendaraan yang sesekali terdengar.


Aku disuruh teriak meluapkan emosi dan akhirnya kami berdua berdoa hari itu.


Udara nya benar-benar menusuk karena saking dinginnya, dan kami pergi ke rumah Jiwon untuk menginap satu malam.


Hari yang menyedihkan berubah menjadi sangat menyenangkan dan menjadi kenangan indah bagiku.


Makasih yaa untuk minn-kee..

__ADS_1


__ADS_2