
Sudah seminggu ini aku bersekolah, terkadang banyak sekali aku melanggar aturan yang membuat lanar bolak balik pergi ke sekolah, sesekali aku juga dimarahi sekaligus dinasehati olehnya.
Hari ini pelajaran olahraga, tapi cuacanya sangat mendung udah dari kemarin sore, cuaca di Jepang menjadi gelap tanpa cahaya matahari.
Pagi -pagi sekali aku sudah ada di sekolah dengan cuaca dingin dan kabut yang menyelimuti sisi sekolah (karena dekat dengan pegunungan)
Kami dikumpulkan di lapangan oleh pak guru karena akan melakukan olahraga untuk menghangatkan tubuh.
Setelah melakukan pemanasan kami juga di suruh melakukan olahraga kecil, karena lelah hari itu aku mampir ke pinggir lapangan untuk mengambil botol minum.
Sungguh sangat menyebalkan.
Aku terciprat genangan air tanah, karena ada salah seorang anak perempuan yang sengaja melemparkan bola ke genangan air tersebut.
Aku sempat syok melihat baju belakang ku yang basah, padahal saat itu aku tidak melakukan apapun kecuali ingin minum saja.
“ maaf deh baju kamu jadi kotor tuh, bisa balikin lagi bolanya nggak? ” ucap seorang gadis yang sedang mendepani gadis lainnya, dengan tatapan sinis seolah tidak punya dosa menatap ke arah ku.
Aku yang melihat itu, rasanya ingin sekali melempar bola itu tepat ke arah wajahnya. Namun di lihat-lihat banyak sekali anak perempuan juga yang menatap sinis tepat berdiri di belakang si cewek yang melempar bola tadi kearahku.
Sungguh terpaksa, aku yang kesal hanya sengaja menendang bola Itu ke arah tembok agar genangan air tersebut mengenai mereka semua.
Benar saja, karma itu nyata..
Aku kembali ke ruangan untuk ganti baju (bisa dibilang ruang ganti baju itu adalah ruang ganti untuk berenang) Tiba-tiba saja disana aku dihampiri seorang wanita yang menawarkan baju putih kepadaku.
Aku hanya menatap sinis dan mengabaikan nya..
" Anu.. Hallo maaf menganggu, aku saki harushida aku sekelas denganmu, tepatnya tempat duduk yang kamu duduki itu tempat ku.. Hehe " ucapnya memulai obrolan.
" Ada perlu apa? " singkat ku bertanya.
" Ahh anu begini, aku melihat bajumu kotor, aku tidak bisa ikut olahraga dan hanya menonton saja.. Kalau boleh kamu bisa memakai pakaian ku.. Yah meski ini tidak baru, tapi tadi aku melihat gerakan olahraga mu sangat bagus sekali.. Makanya aku menawarimu ini.. Jadi.. "
“ Bawel banget sih lu! ”
" Hehe maaf aku orangnya emang bawel " ucapnya tersenyum duduk disebelah ku.
__ADS_1
“ B-boleh kah? ”aku yang malu-malu bertanya itu sembari menatap ke arah lain.
" Ahh jadi kamu mau memakai nya!!
Aku kira kamu akan merasa jijik.. " lanjut nya terlihat begitu senang.
" Yahh.. Sebenarnya begitu sihh tapi apa boleh buat " ucapku.
Aku ingat saat itu aku sedikit tersenyum menyebalkan ..
" Yasudah ini kamu boleh memakainya, bersih kok " ucap dia tersenyum manis sembari berdiri untuk segera pergi.
" A-aku pinjam yaa " lanjutku terlihat malu-malu karena emang malu.
“ Ehm ”dia mengangguk dengan senyuman yang tidak bisa aku lupakan hingga saat ini.
**
Aku kembali ke lapangan sembari dimarahi guru olahraga ku.. Namun disisi lain saki menyemangati ku.
Itu membuat ku tersenyum dan mulai bersemangat, tapi disisi lain juga perempuan-perempuan tadi malah membicarakan ku dibelakang.
Dan juga rumor buruk tentangku menyebar, banyak anak yang dibully (bukan oleh ku) takut denganku. Tidak banyak juga yang mencela di belakang..
Aku hanya menanggapinya dengan ketidak pedulian ku, tapi karena itu aku jadi mulai menurunkan egoku sekaligus mulai sedikit ramah, dan tidak membuat wajah cuek lagi.
Yah menyendiri setiap harinya dan banyak dijauhi sangat tidak enak dan nyaman bagi kehidupan sehari-hari ku..
Tapi semenjak saki kembali bersekolah.. hari-hariku mulai berubah drastis, apa karena dia orangnya enerjik? IDK.
**
-Hari Sabtu-
" Oi harashida! "
" Ehm iya kenapa? " ucapnya menoleh mencari-cariku.
__ADS_1
" I-ini aku mau mengembalikan baju yang kemarin aku pinjam, sudah aku cuci kok " ucapku mendekati saki.
" Ehh terimakasih loh, padahal tidak perlu repot-repot sampai harus dikantongin lagi " lanjutnya tersenyum sembari membuka bag kertas yang dibawaku tadi.
“ Ehh cokoreto??
Ahh arigatou naa.. ”
"Ehmm.." aku malu-malu saat itu dan membuat gerakan aneh.
( Sungguh dipikir-pikir sangat memalukan sekali perilaku ku!! akhh )
Begitulah setiap harinya saki selalu menyapa ku yang selalu sendirian di setiap bagian sekolah hampir setiap harinya.
Karena keseringan, aku jadi bertanya ..
" Kenapa sihh kamu menyapaku?? Aku jadi makin banyak dibicarakan, apalagi kamu yang lumayan terkenal dikalangan anak-anak " ucapku menatap tajam wajah saki.
" Ahh ngga begitu terkenal kok "
" Aku hanya membaurkan diri saja, lagi pula memangnya nggak boleh yaa menyapa teman sekelas?? " jawabnya kembali bertanya.
“ ehh t-teman!! ” ucapku terlihat sedikit berteriak kaget.
" Kita bukannya teman yaa? " ucap saki memasang wajah bertanya sembari sedikit kecewa.
" Ahh e-enggak buruk juga sihh " lanjutku yang masih memasang wajah gagap dan panik.
“ Jadi kamu mau berteman denganku! ” saki terlihat begitu antusias mengatakan itu.
" Ehm, iyaa aku mau " singkatku.
“ Horee kita bertemann! ” saki yang kegirangan merangkul tangan ku.
Yah enggak buruk juga, aku ngga marah dengan sikap saki yang seenaknya.
( Dia bawel, tidak pernah bertanya bahwa aku nyaman atau tidak dengan sikapnya itu.. tapi sepertinya dia juga tau bahwa aku tidak keberatan dengan itu semua )
__ADS_1
Sejak hari itu hubunganku dengan saki semakin dekat.