KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 25 Minn-Kee


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah luka di pergelangan tangan ku sudah sembuh, aku dijemput secara langsung oleh seseorang dan membawaku ke suatu tempat.


" Minn-kee benar-benar jahat, kenapa tidak menyuruh ku pulang kerumah eunbi saja atau setidaknya sehari saja aku diam dirumah " ucap isi hatiku kesal memikirkan minn kee.


Aku diantar ke suatu tempat dan disana terlihat sudah ada jiwon dan elouna.


**


" Bagus karena nara sudah sembuh, pelajaran hari ini adalah memanah " ucap minn kee dengan entengnya.


“ Ehh? ” tanyaku heran.


" Kenapa? kau tidak suka " tanyanya kembali.


" S-suka kok! "


" Menggunakan api " ttp minn kee.


Semuanya yang mendengar itu menatap kaget satu sama lain, terkecuali para penjaga disana, aku dibawa ke tempat seperti bawah tanah dan disana banyak sekali ruangannya.

__ADS_1


Setelah diberi panah, aku yang disuruh maju paling pertama, karena aku les memanah jadi menurutku itu sangat mudah namun aku takut jika harus menggunakan api..


Aku disuruh menembakkan anak panah kepada manusia jerami yang ada tepat didepanku, dan akhirnya setelah berpikir keras aku menarik panah tersebut dan dengan cepat jerami itu terbakar hangus


Melihat jiwon dan elouna yang tidak mengerti cara memakainya dan tidak dapat pengajaran dari para penjaga, aku tanpa bertanya langsung berjalan untuk membantu mereka berdua sembari memberikan aba-aba, tapi minn-kee hanya berdiam diri saja dengan menatap datar kearahku.


(aku masih panik dengan kejadian yang tiba-tiba ini,menatapnya takut seakan aku ingin mengakhiri ini secepatnya)


Tapi karena itu aku disuruh menancapkan anak panah satu persatu ke tembok sebanyak mungkin, sebagai hukuman karena telah membantu Jiwon dan elouna.


Jiwon dan elouna diberi teh, aku hanya menatap dengan kesal dan terus menusukkan panah ke tembok tersebut


Hingga kepelatihan yang lebih sulit, dia jadi benar-benar semakin gila, minn-kee memberikan pistol asli dan menyuruh kami untuk menembak kan manusia buatan yang ada tepat di depan.


(benar-benar gila)


Terpaksa menerima perintahnya itu, kami melakukan tembakan pertama dengan kegagalan dan seterusnya.


Setelah nya kami disuruh melewati ruangan yang dipenuhi dengan api yang menyebar kemana-mana, kami diberikan alat pelindung dan dikunci dari dalam olehnya.

__ADS_1


Aku harus menemukan jalan keluar, disana cukup panas bahkan susah sekali mendapatkan oksigen, setelah menemukan sesuatu, disana ada pentilasi yang cukup besar, aku memasuki nya dan terjatuh, seperti berada diperosotan.. Tapi dibawahnya banyak sekali tikus, aku berteriak sekencang mungkin dan terbangun sudah ada di atas gunung dengan bantalan tas tentara.


Karena udara yang dingin dan juga terus dibangunkan, aku tersadar dan cukup kebingungan dengan apa yang telah terjadi.


Setelah itu kami diberi alat selanjutnya oleh minn-kee, kami disuruh turun dari tebing tanpa pengawasan, hanya ada kami berempat


Aku menatap Jiwon dan elouna sembari memberikan kode, tapi nyatanya disana benar-benar tidak ada yang mengawasi..


Minn-kee turun terlebih dahulu disusul oleh elouna, Jiwon dan lalu aku


Hampir jatuh, aku memutuskan menghancurkan batu dan melempar nya ke bawah, itu cukup mengenai minn-kee yang sudah lebih dahulu hampir turun dan itu juga termasuk rencana awalku, tapi dia tidak terjatuh sama sekali.. rencanaku gagal.


Setelah sampai dibawah, aku dimarahi dan melihat kepala minn-kee berdarah, karena mendengar hubungan kami saat ini bukan adik & kakak, aku meminta izin untuk mengobati nya sebagai anak bawang, dan dia menyetujui hal itu.


**


" Minn-kee.. kenapa kamu melakukan hal ini kepadaku?? " tanyaku sembari mengusap darah di kepala minn kee.


" Apakah kamu ini benar-benar manusia yang baik? kenapa kamu tega sekali?? " tegasku padanya.

__ADS_1


" Apa memang sedari awal kamu itu memang ingin membalaskan dendam kepada keluarga ku?? sekejam itukah? "


" Kenapa kamu jahat padaku.. " aku mengatakan itu dengan tatapan senduku seakan menahan tangis yang begitu sakit.


__ADS_2