
Elouna dan aku berpikir untuk memberi keringanan dan kelonggaran untuknya (jiwon) tapi justru perbuatan kami membuat jiwon di tangkap polisi untuk diamankan, aku yang menatapnya dengan perasaan cemas tapi dia selalu memasang wajah yang sama seperti akhir-akhir ini, dia selalu tersenyum puas.
Jiwon diamankan beberapa hari, menunggu waktu tepat, kami memutuskan pergi ke Bandung yaitu tempat yang dijadikan pelarian/markas utama, yang berada tepat di buah batu.. agar jiwon tidak emosi dan untuk menstabilkan anggota lainnya.
Kami memilih mencari informasi lebih dalam lagi soal jiwon dan organisasi yang ia masuki, banyak sekali rahasia yang terbongkar dalam 2 hari, membuat kami tercengang..
Esoknya kami berdua memutuskan langsung kembali kejakarta, karena mendengar jiwon dibebaskan yang ternyata tidak terbukti bersalah.
Sebelumnya aku memutuskan untuk melatih anggota tanpa diketahui jiwon.. dan memutuskan senior untuk meretas markas musuh.
Beberapa hari setelah jiwon dibebaskan, ada beberapa orang yang mengincarnya, eunbi panik sekali melihat adiknya dipukuli dan akan dibawa ke suatu tempat, tapi jiwon tetap tersenyum hangat padaku..
Apa yang dia sembunyikan, tidak dapat aku ketahui hingga sekarang..
__ADS_1
Tau ini akan terjadi, kami tidak langsung mengikuti mobil yang menculik jiwon, tapi aku dan elouna memilih memutuskan kebandung lagi untuk meminta bantuan lanar dan lee park.
Anggota penting pun langsung bergegas ke tempat musuh, kami disana bertarung cukup panjang dan banyak membuat anggota lanar tumbang dan kewalahan.
Aku bisa mendapatkan jiwon kembali, dan membawanya pulang, meski harus dirawat dirumah sakit..
Elouna lebih sibuk menjaga jiwon dan pulang pergi kerumah sakit, aku hanya diam dirumah menghabiskan waktu me time ku, tapi saat sedang asik-asiknya menonton, ada email yang mengirim kan sebuah video yang membuat ku tidak percaya dan tidak menyangka dengan isi didalamnya.
Berkata bahwa dia ada di bawah menunggu ku, aku memilih segera menemuinya, dan ikut pergi ke markas musuh..
Tidak berani cerita soal aku yang menemui markas musuh, kami kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya dan jiwon juga mulai menurunkan kenakalannya, dan memilih menjadi murid yang baik yang selalu menolong sesama..
Benar-benar tenang dan lupa akan musuh..
__ADS_1
Tanggal 22 Desember, aku memutuskan mengajak anggota L.Y.O untuk konvoi ke Jakarta karena posisi kami ada di bandung saat itu, aku mendadak menyuruh mereka untuk healing bersama.
Hari yang akan aku anggap tidak akan terlupakan dan akan sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama anak-anak, ternyata memang tidak akan pernah aku lupakan..
Namun kisah bahagia yang aku bayangkan berubah judul, menjadi trauma malam berdarah yang tidak akanku sangka.
Sepertinya ada penghianat yang memberitahu kan informasi apa yang akan kami lakukan, sebelum benar-benar sore kami sudah bersiap-siap dengan perasaan riang dan senang dikelilingi canda dan tawa..
Berubah saat ada yang mencegat jalan, dan mengajak bicara cukup lama hingga mengatakan sesuatu yang benar-benar aku tutupi, itu membuat ku kesal dan marah.
Namun disisi lain elouna yang mendengar itu menjadi kecewa dan cukup sedih, namun tetap bersikap baik padaku, tapi mau dilihat dari arah mana pun dia tetap memasang wajah pasrah, dia seperti mendapatkan luka batin yang cukup menyayat dihatinya
Karna itu juga aku berusaha memberontak.
__ADS_1
Ingin melupakan semuanya sebentar, tapi itu membuat ku kepikiran dan memilih pergi untuk menemui musuh dan meninggalkan acara yang akan kita lakukan dijakarta.