
" Rambut mu sangat lurus " ucap jiwon.
" Ehmm " aku hanya mengangguk karena bingung ingin menjawab apa.
" Aku punya catokan milik eunbi sih "
" Mau pake buat hias rambut kamu? "
" Aku takut benda panas "
" Tenang aja, biar aku yang pakaikan "
" Boleh "
Hari itu Jiwon mengkeriting kan rambut ku.
benar-benar menyenangkan.
**
" Aku pulang " ucap eunbi yang terdengar membuka pintu.
" Eonni! "
Aku dan Jiwon berlari keluar kamar.
" Ehh Nara kesini, apa kabar? "
“ Hehe aku baik-baik aja ”
" Wehh kenapa dengan rambutmu " ucap eunbi tertawa kecil sembari melepas sepatunya.
" Rambut ku sedang di catok oleh Jiwon "
" Baru sebelah " ucap Jiwon mengelus rambut ku.
" Baguss " ucapku.
" Apanya? " tanya jiwon.
" Rambut ku " lanjut ku tersenyum hangat.
" Kamu menyukai nyaa? " tanya nya sekali lagi.
" Iya, terimakasih banyak "
" Sama-sama "
" Eonni, kamu hari ini masak apa?? " ucap jiwon bertanya.
" Hmm karena ada Nara, eonni mau masak sundubbu jigae kesukaan ku "
" Boleh kan?? " tanya eunbi sembari duduk di sofa.
__ADS_1
" Iyaa "
" Nara itu rambut nya mau dilanjutin? " tanya jiwon.
" Engga usah, ini lucu bangett "
" Sini eonni fotoin "
Refleks aku dan Jiwon berdiri tegap, hari itu benar-benar menyenangkan.
Fotonya langsung Jiwon simpan di lemarinya.
(Itu foto yang bisa langsung dicetak)
Setelah itu aku membantu eunbi menyiapkan makan malam, kami makan bersama sembari banyak bercerita dan berbincang-bincang santai. Dan tiba-tiba setelah hampir selesai makan, diluar terdengar suara klakson mobil, yang juga rumah eunbi terlihat tiba-tiba di sinari lampu mobil oleh seseorang.
Kami semua pergi keluar dan terlihat jelas lanar dan minn-kee menatap sinis kearahku sembari Lee park juga yang ikut-ikutan.
" Waduh gawat! " ucapku.
" Ada apa ini?? " tanya eunbi yang kebingungan.
" APA YANG KALIAN LAKUIN SIHH!! " teriakku karena kesal sekali.
" DASARR NORAK!! "
Aku saat itu berteriak dan langsung berlari menampar ketiga pria itu yang membuat semuanya kaget.
" Mau ngapain kesini!! " ucapku memarahi Lanar.
" Apa maksudmu bilang gitu! " tanyaku marah.
“ Kamu lagi pms yaa ”
Seketika saat itu juga aku benar-benar malu dan langsung menangis tanpa suara di pelukan lanar.
" Haduh Nara, kamu ini anak perempuan tolong lebih lembut lagi " ucap minn kee terlihat pasrah.
Aku lagi-lagi menendang Minn-kee karena kesal.
" Aduhh aku kena bully preman cilik nih, hikss tolong " ucap Minn kee pura-pura meringis kesakitan.
" Ehh seriusan sakit kah!? " tanyaku cemas.
Aku mendekat ke arah minn-kee yang tengah ada di sisi Lanar itu, namun..
" Kena kamu! " jawab minn kee menjewer kuping ku.
" Kenapa bolos sekolah!? " tegasnya bertanya.
" Huwahhh lepasinn!! "
" Jawab! "
__ADS_1
Aku yang mau menujukan ekpresi pura-pura menangis malah langsung tersenyum dan tak kuasa menahan tawa.
" Hehe maaf deh, aku tadi lagi benar-benar males " lanjut ku tersenyum dengan wajah tanpa dosa.
Lanar menatapku sesaat dan langsung meminta maaf saat itu juga padaku.
Akhirnya aku pulang tanpa menghabiskan makanan ku.
**
- Di Rumah -
Yaa aku dan minn-kee ditegur, tapi tidak masuk ke dalam ruangan lagi.
Tengah malam pun tiba..aku berjalan ke ruang kerja ayah.
~ Tok Tok Tok ~
" Masuk " ucap beliau dari dalam.
" Ayah.. "
" Kenapa Nara? ini udah malem "
" Ada yang ingin Nara bicarain.. "
" Bilang "
" Kenapa minn-kee boleh mengendarai mobil, dan tidak pulang ke rumah tanpa dikurung di ruangan itu.. padahal dia kan hanya anak SMA saja..? " ucapku bertanya.
" Wajar karena dia ada dibawah organisasi mafia Nara " tegasnya.
" Dan kau masih sangat kecil! "
" Terus thaeyeong! aku hanya berbeda beberapa tahun dengannya! " lanjut ku menaikkan tinggi suara.
" Dan dia juga tidak pernah pulang kerumah! "
" Kenapa kau tidak mengurung nya juga!!? "
" Jaga nada bicaramu! "
“ KENAPA KAMU TIDAK ADIL! ”.
" Memangnya kamu tau betapa ketakutan nya aku ada didalam sana!? kamu tidak memberiku makan!! ". tegasku yang masih tidak terima dengan kejadian akhir-akhir ini.
" Aku ini sebenarnya putrimu atau bukan sih!? "
Dengan marah dia melemparkan benda yang tidak aku ketahui dan tersadar aku sudah ada dirumah sakit.
Saat itu aku melihat minn-kee yang menatap ku dengan raut wajah cemas bahkan pakaian nya blom ia ganti, sepertinya minn kee baru pulang kembali dari sekolah.
Dia menanyakan kondisi ku, tapi aku hanya terdiam dengan tatapan kosong, bahkan disana tidak ada ayah atau pun ibu tiriku.
__ADS_1
Rasanya kosong sekali..benar-benar hampa.