
Sekitar jam 4 subuh aku terbangun untuk minum air, tapi aku melihat ekpresi Minn-kee seperti kelelahan terduduk di sofa.
" Minn-kee??
are you okay?? " tanyaku khawatir sembari menuruni anak tangga.
" Ehh kamu kenapa blom tidur? " tanyanya juga padaku.
" Udah kok, cuma kebangun karena haus " lanjut ku sembari berjalan kedapur mengambil air minum.
Setelah mengambil air aku mengambil kan air es juga untuk diminum Minn-kee
(suasana hati Minn-kee seperti sangat buruk)
ruangannya benar-benar gelap namun terkena cahaya dapur jadi sedikit lebih terang.
Minn-kee berterima Kasih dan menyuruhku untuk duduk disisi nya.
Aku yang kebingungan menurutinya dan duduk tepat disebelah nya.
Namun dia langsung bersandar sembari menangis, entah apa yang ia pikirkan.
Lama kelamaan tubuhnya jadi semakin panas.
Yahh mungkin karena dinginnya malam bandung membuat nya sakit..
Aku menyelimuti nya dengan kain tipis, tubuhnya semakin menggigil.. karena tidak tega aku masuk ke kamar Jiwon yang ada tepat dibelakang sofa dan mengambilkan selimut yang lebih tebal untuknya.
Dikamar nya memang ada springbed yang tidak dipakai.
Dia melindur dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak aku pahami sembari terus memegangi tanganku, akhirnya aku tertidur sembari kepalaku yang ikut besandar ke kepalanya Minn-kee.
- Pagi Harinya -
__ADS_1
Aku terbangun karena mendengar langkah kaki. yaa eunbi sudah bangun, lalu aku melepas tangan Minn-kee yang tengah terus memegangiku, dan berjalan mendekati eunbi.
Kondisi nya semakin membaik.
" Nara kenapa tidur di bawah? " tanya eunbi keheranan.
" Aku tadi mau ngambil minum, tapi ngeliat Minn-kee mimpi buruk aku tidak tega jadi menemaninya sebentar " ucapku tersenyum.
" Yaampun "
" Eonni mau kerja?? " tanyaku.
" Iyaa "
" Pasti sangat repot yaa bangun pagi-pagi dan menyiapkan segala hal " lanjut ku berjalan mengekori eunbi ke dapur.
" Iyaa Benar sekali "
Eunbi mencuci piring yang kotor sembari aku duduk di kursi yang ada tepat dibelakangnya.
Minn-kee terbangun, aku menyuruh nya untuk istirahat sehari dan aku teringat baju ku yang sudah dicuci hari itu masih ada di sini.
Aku berpikir ingin pergi ke sekolah dan meminta eunbi mengantarku.
Setelah selesai siap-siap eunbi mengantar Jiwon terlebih dahulu dan lalu mengantarku pergi ke sekolah.
Yaah entah apa yang aku pikirkan, aku jadi ingin kembali bersekolah.
Disana seperti biasa aku di tatap sinis, namun aku hanya duduk dengan santai dan lalu didatangi oleh mereka.
Yaampun, baru sehari datang untuk sekolah, aku benar-benar merasa sudah tidak tenang.
Aku diganggu dan akhirnya kita bertengkar hingga dipanggil oleh wali kelas..
__ADS_1
Hari itu minn-kee yang mendapatkan kabar, aku benar-benar menyesal karena mengganggu waktu istirahat nya.
**
" Minn-kee, apa kamu marah kepadaku? " gumamku terhenti tepat dibelakang nya.
Dia berbalik arah menatapku..
" Engga kok " sempat-sempatnya dia tersenyum ke arah Nara.
" Ayoo masuk "
" Tapi aku membuat waktu istirahat mu jadi terganggu..Seharusnya aku memang tidak perlu sekolah deh.. " ucapku masih tidak enak hati pada Minn-kee.
“ Jangan seperti itu dong, nanti impian mu bisa-bisa tidak tercapai ” jelasnya membuatku jadi ragu.
" Aku engga marah kok, ayoo masuk "
" Aku benar-benar minta maaf.. " karena tidak kuasa menahan bendungan di bawah mata, aku mulai menangis menyesalinya.
" Stss gapapa kok ". jawab minn kee menyempantarkan tingginya denganku sembari mengusap air bening di pipi ku.
**
Aku pulang kerumah, terlihat minn-kee melepas jaketnya dan langsung pergi tidur.
Aku kembali ke atas dan tanpa menganti pakaian aku langsung duduk di meja belajar untuk menggambar.
Aku mendengar bunyi telepon tapi tidak berusaha mengangkat nya.
Sepertinya aku tertidur dan langsung tersadar karena ada yang mengetuk pintu kamar.
Iyaa ayah memanggilku untuk turun dan menghadap padanya.
__ADS_1
Aku mengiyakan nya dan lalu mengekori, terlihat minn-kee juga duduk disana.
Dia blom cuci muka, rambutnya juga acak-acakan tapi dia terlihat sangat tampan meskipun terlihat sangat kelelahan.