KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 21 #Persiapan Piknik


__ADS_3

**


Aku hanya beberapa hari sekali ke rumah Jiwon, meski sering bolos tapi aku didaftarkan untuk masuk les yang aku sukai.


Aku memilih les piano, memanah, les paduan suara, les bahasa asing dan les privat.


Dirumah juga aku masih harus belajar, engga masalah karena engga akan merugikanku juga dimasa depan.


Kadang kala juga kami sering berlibur bersama, aku semakin hari sudah jarang sekali bertemu dengan lanar biasanya 3 bukan sekali.


Tapi nara akan menceritakan setiap harinya tentang kedekatan kami bertiga.


**


" Nara, kamu lagi apa??


aku masuk yaa " ucap minn.


" Nar? " membuka pintu.


" Kamu lagi ngapain sih?? " tanyanya padaku yang masih pokus belajar.


" Belajar nya rajin banget, sampai diacuhin nih " ucap minn terus menggoda ku.


" Seriusan nih diacuhin? "


Minn yang sedang duduk disofa langsung berdiri dan berjalan ke arah meja belajar sembari memperhatikan ku dari belakang


" Cara memasak? "


" Setan!! " Ucapku berteriak karena tersadar dari rasa pokus ku.


" Sembarangan, ini aku minn "


" Kakak ngapain sih diem dibelakang! "


" Habis dicuekin mulu "


" Sejak kapan nara suruh orang masuk ke kamar nara tanpa ketuk pintu?! "


" Bayar 10 dollar " ucapku memarahi minn.


" Yaampun nih, nih " minn terlihat pasrah dan memberikan ku uang.


" Habis pokus amat sih sampai engga denger kakak ketuk pintu "


" Ehhh " ucap wajah ku bertanya-tanya.


" Ngapain baca buku resep memasak? "


" Aku, aku mau buat kue ini " senyum ku enunjukan buku ke arah minn.


" Kue kering tohh "


" Ehmm aku ingin masak kue buat dibawa kerumah Jiwon "


" Untuk apa, ada acarakah? " tanya nya.


" Ishh bukan, aku mau piknik makan-makan ditaman sama eunbi juga loh "


" Ohh "


" Buat kapan? " tanyanya.


" Lusa "

__ADS_1


" Kalau gitu gimana kalau kita belajar bikin kue?? " tawaran yang mengesankan.


" Ide baguss "


" Ayo kita ke dapur "


" Sekarang kah?? " tanya minn


" Tahun depan kak! " Kesalku.


Beberapa hari ini aku berlatih membuat kue dan yang lainnya hingga hari piknik tiba.


" Sudah belom?? "


" Sebentar, pernak pernik nya manaa? "


" Pernak pernik apa? " tanya minn.


" Hantu "


“ Ini bukan Halloween! ”


" Tapi lucu lohh "


" Kamu aneh banget, tumben-tumbenan suka hal kaya gini "


" Ohh iya juga yaa " aku sedikit tersadar dari ucapan minn.


" Nih pakai pita aja, kamu bukannya suka hal imut yaa " lanjut minn memasangkan pita pada kotak yang berisi kan kue buatan kita.


" Kamu ngomong apa sih minn? " ucapku keheranan dengan omongan minn.


" Laah? "


- Sesampainya -


" Kalau gitu aku pulang ya " ucap minn yang terlihat senang karena akan bersantai di rumah.


" Keluarin dulu makanannya "


" Iya iya "


**


" Eunbi, Jiwon I'm here "


" Udah sampai "


" Gimana penampilan ku " tanyaku pada eunbi.


" Sangat cantik "


" Eunbi bawa apaan tuh? "


" Ini keranjang sama tikar buat duduk nanti "


" Ehmm "


" Kalau gitu nara masuk yaa "


" Iyaa "


Minn dan eunbi sibuk memasukkan makanan ke dalam mobil pink nya eunbi, mereka juga sepertinya berbincang-bincang sebentar.


" Jiwonnn~ "

__ADS_1


" Aku diatas!! " teriak Jiwon.


Aku naik ke lantai atas dan melihat Jiwon tengah memasukkan sesuatu


" Lagi ngapain? " tanyaku padanya.


" Masukin buku, biar nanti engga bosen "


" Ngapain buku?


kenapa gak game aja?? " tawarku pada Jiwon.


" Elouna suka baca buku "


Aku melihat elouna tengah bersandar di sofa sembari membaca buku


" Kalau gitu bawa beberapa komik dan game dongg " lanjut ku terlihat antusias.


" Disana kan kita mau menikmati suasana dan pemandangan masa main game sih "


" Iyaa tapi kan, kenapa harus dia.. "


" Membaca buku dibawah pohon dengan angin itu benar-benar menyenangkan " jawab Jiwon.


" Tolong bantu aku dong "


" Oke oke " aku langsung membantu Jiwon.


" Tunggu kau yakin pakai baju ini?? " tanya Jiwon yang terlihat tidak menyukai nya.


" Kenapa kata eunbi aku cantik kok "


" Itu, kamu kaya mau ke pesta ulang tahun "


" Eunbi suruh aku pakai dress "


" Aku pakai dress putih biar elegan " aku tersenyum pada Jiwon dengan perasaan senang.


" Bagus engga, aku juga pakai topi "


" Kamu mau jadi pusat perhatian? "


" Ehh kok ngomong gitu " tanyaku keheranan.


" Tunggu dulu aku bawain baju eunbi yaa " Jiwon terlihat buru-buru ingin turun dari lantai 2 untuk pergi ke kamar kakaknya.


" Jangan paksa aku, ini udah bagus loh! " tegasku marah pada Jiwon.


" Ehmm yaudah dehh " Jiwon yang mendengar itu memilih kembali dan membereskan kembali buku-buku.


" Kenapa cuma dia yang kaya cowok, tapi kamu engga marahin " tanyaku kecewa pada Jiwon.


" Elouna emang suka pakai hoodie sama jeans " tegas Jiwon.


" Terus aja kamu belain dia "


" Kalian bisa tidak jangan berisik " Elouna yang kesal langsung menyimpan buku di atas meja.


" Ayo nara kita kebawah aja "


" Tapi Jiwon.. "


" Biarin aja diamah gitu "


Itu pertama kalinya elouna mendukung ku dan tersenyum sembari mengajak bicara, yang tidak aku sadari adalah ternyata elouna ingin mulai mendekatkan dirinya denganku.

__ADS_1


__ADS_2