KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 33 #Hampa


__ADS_3

Aku terdiam sembari memikirkan kejadian akhir-akhir ini, tertawa karena ini sudah seperti jebakan dari awal.


Aku memilih keluar kamar untuk mencari perawat, namun sebelum benar-benar keluar kamar, aku melihat eunbi tengah menangis histeris di depan kamarku dengan ditemani minn yang berusaha menangkannya.


Aku sadar dan merasa sesak, menyesal rasanya.. dan aku lupa cara untuk mengendalikan emosiku


Melihat eunbi yang menangis aku hanya bisa ikut-ikutan menangis sembari bersandar di pintu kamar, dan entah berapa puluh menit, tiba-tiba pintu kamar terbuka menubruk badanku yang seketika membuat ku tersadar


Perawat itu kaget dan meminta maaf, aku akhirnya mengatakan keinginanan ku ke perawat itu, setelah makan aku kembali melamun menatapi jendela dari lantai 3.


Disana banyak anak-anak sedang bermain bersama, bukan hanya dengan teman saja tidak banyak juga pada bermain dengan orang tuanya. Melihat itu aku merasa jadi merindukan keluarga lamaku.. aku pernah merasakan hal itu dalam hidupku. hanya sekali.


Sore harinya lanar datang menjenguk, melihat nya aku tak kuasa menahan tangisanku, lanar yang mengerti tanpa berkata apapun langsung memelukku, aku..ini yang aku inginkan, sebuah pelukan hangat untuk sebuah penenang.

__ADS_1


Setelah cukup tenang, lanar berusaha menguatkan ku, disana dia membawakan beberapa baju salin ku dan mengajak makan bersama di luar, sekedar mencair kan suasana.


Kita berjalan ke cafe terdekat dengan aku yang masih memakai pakaian rumah sakit, aku masih merasa terpukul dengan ini semua yang membuat ku hanya mengangguk saja dari semua pertanyaan lanar.


Beberapa hari ini aku tidak merasa kesepian, lanar membantu ku di rumah sakit, dia juga sering menginap untuk menemani ku.


Hanya lanar dan minn kee yang benar-benar datang untuk menjenguk, setelah beberapa bulan di rumah sakit, sebelum benar-benar keluar dari sana, aku memeriksa kesehatan mental ku, dan disambut hangat oleh Lee dan minn kee, aku merasa senang.


Aku kembali ke rumah, melihat kondisi rumah aku merasa kecewa dan hanya bisa tersenyum, padahal aku berharap sedikit saja mereka merindukan dan menanyakan kabar ku.. namun semuanya kembali seperti tidak terjadi apa-apa..


Esoknya aku masih bermalas-malasan, bingung ingin melakukan apa.. ini pertama kalinya aku merasa bosan yang amat sangat bosan dan merasa kosong..


Berjam-jam melamun aku jadi memilih berjalan kaki sebentar.. Namun entah kenapa aku jadi tersadar sudah ada di depan rumah eunbi.

__ADS_1


Rasanya ingin berteriak memanggil nama jiwon untuk mengajaknya main. setelah beberapa detik aku jadi memilih pergi, namun suara seseorang membuatku mengurung kan niatku.


Disana aku disuguhkan teh camomile, dia tersenyum padaku.. aku hanya bisa membalasnya dengan senyum tipis.


Setelah berbincang sebentar aku memilih pulang, sebelum benar-benar pergi aku sempat membungkuk meminta maaf dan dibalas oleh minn dengan senyuman nya.


Aku tidak menyangka itu adalah pertemuan ku dengannya setelah bertahun-tahun kemudian kami akan dipertemukan.


Aku kembali sekolah, tidak membuat onar dan keributan, aku menjadi anak yang baik. itu membuat ku mendapatkan notice dari para guru, mereka kebingungan dan bertanya keheranan.


Aku hanya bisa tersenyum, dan akhirnya hari kelulusan ku tiba. aku semenjak keluar dari rumah sakit tidak pernah menemui elouna, dan tidak mengunjungi makan jiwon.. bahkan markas untuk memastikan keadaan disana pun aku tidak berani datang.


Setelah 7 bulan kehilangan jiwon, aku menjalani hari dengan suram, tapi aku tetap tersenyum. tapi seperti nya hatiku sudah mati.. benar-benar melelahkan untuk hidup seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2