KEHENINGAN DUNIA ILUSI

KEHENINGAN DUNIA ILUSI
Episode 16 #Kehilangan Bunda


__ADS_3

**


Dirumah setelah selesai acara penghormatan.


" Nara.. " ucap ketiga laki-laki itu sembari mengikuti ku ke kamar.


“ HUWAHH KALIAN BODOH!!! ” Teriak ku yang masih terus menangis histeris.


" HIKSS "


" Salah mu sih! " ucap thaeyong.


" Kenapa jadi aku " jawab minn kee


" Kau yang duluan! " ucap minn.


" Sudah-sudah ini salah kita bertiga " lanjut minn kee meleraikan perdebatan.


" Nara kita minta maaf "


“ ENGGA MAU!! ”.


" PERGI KALIAN! "


" Jangan gitu dong, sebagai tanda maaf kita bolehin Nara main game 1 minggu full deh "


" Ogah! "


" Ehmm beliin full video game?? "


" Engga mau!! ".


" Beliin cemilan satu pabrik?? "


" Ogah!! "


" Puding Jepang kesukaan? " tanya minn kee.


" Emang ada puding Jepang? ”


" Nara suka banget sama puding labu " jawab minn kee yang terlihat cukup mengenalku.


" Satu kardus puding labu dengan caramel dan juga toping yang banyak gimana?? " lanjutnya memberi kan tawaran itu.


" .... "


" Mau?? "


" Engga mau "


Setelah banyak ditawari ini dan itu.


Akhirnya mereka teralihkan oleh mainan ku dan memainkan boneka.. seperti nya mereka sangat gabud sekali..


" Haduh ngapain dong nihh " tanya minn pasrah dan kebingungan.


" Itu ada boneka " ucap thaeyong menunjuknya dengan alis yang terangkat.


" Hallo Nara aku pak beruang sudah dong menangis nyaa " ucap minn kee.


" Iyaa dan aku pak jerapah " lanjut thaeyong.


" Aku tuan penguin yang sangat tampan "


" Pak woi! " ucap thaeyong terlihat kesal.

__ADS_1


" Ogah aku dibilang bapak-bapak, aku ini kuda ehh maksudnya muda dan sangat tampan "


" Bwahaha kudaa " aku yang mendengar itu sontak langsung berbalik dan tertawa mengejek minn.


" Nah seperti itu dong jangan menangis " ucap thaeyong.


" Iyaa mari kita tertawa " lanjut minn


" Aku.. aku juga mau! "


Ucapku yang langsung mengambil boneka Barbie dan langsung memperkenalkan nya.


" Hallo aku putri kiki yang sangat imut dan lucu " lanjutku memainkan boneka.


" Hallo putri kiki "


" Hallo tuan putri, senang berkenalan denganmu "


" Hehee "


" Udah engga marah?? " tanya minn kee.


" Engga, tapi soal pudingnya kalian janji yang membelikannya satu kardus full "


" Tentu "


" Masing-masing satu kardus yaa "


' HAH!!? '


HAHAHAHAH


**


Kami menghabiskan waktu bermain boneka bersama.


Suara pintunya benar-benar mengganggu.


" Nara, maaf menganggu " ucap ayah dari arah luar.


" Kenapa?! " tanyaku membuka pintu.


" Bundamu datang, katanya akan segera pergi kebandara, kau mau menemuinya? "


" Iya, tapi kenapa engga panggil bibi aja? "


" Sudah cepat, jangan membuat nya menunggu lama " tegas ayah meninggalkan ku.


" Iya iya "


" Kenapa?? " tanya minn kee.


" Aku mau ketemu bunda " aku langsung memakai sandal rumahku untuk turun ke lantai satu.


" Iya kamu kangen-kangenan dulu gih " ucap minn.


" Ayok ikutt " menarik tangan minn-kee


" Ehh kenapa, sama thaeyeong aja sana! "


" Ogah, ayoo "


Akhirnya semuanya ikut turun.


Diruang tamu utama terlihat bunda dan kak alex sedang duduk dan diluar nya ada ibu tiri beserta ayah yang tengah menunggu.

__ADS_1


" Bunda.. " gumamku masuk keruangan yang tidak ada pintunya.


" Aku akan segera pulang, kemungkinan aku tidak akan datang ke sini lagi, jadi jaga dirimu baik-baik ya "


Bunda berdiri tegap tanpa menoleh kearahku, dengan kaca mata hitamnya itu.


" Kenapa tidak ingin pulang kesini?? " tanyaku kebingungan.


" Karena aku sudah tidak punya tanggung jawab disini "


" Bagaimana denganku? " lanjut tanyaku kembali.


" Kenapa kamu memilih tinggal dengan laki-laki seperti nya, kau mau menjadi j***ng?! hah!? " bunda mengatakan itu dengan nada yang tidak mengenakkan.


" ... " aku hanya bisa terdiam dan meminta maaf.


" Maaf.. "


" Sudahlah, dilihat-lihat kamu sangat kurus dan pendek.. apa kamu yakin diberi makan olehnya?? " tanyanya padaku.


" Aku.. "


" Karena mulai saat ini aku tidak akan keindonesia kecuali ada hal penting, saat ini juga kau sudah bukan putriku lagi ya! "


Bagaimana perasaan kalian saat ibu kandung kalian berkata seperti itu??


Memangnya siapa yang menginginkan perceraian sedari awal, keegoisan mereka lah ini..ini bukan salah kami..


Aku terus menunduk dengan disaksikan semuanya yang mendengar itu.


" Bunda.. "


" Panggil aku nyonya! " tegasnya.


" Apa-apaan kau ini!! " ucap ayah terlihat kesal tidak terima.


" Terserah padaku! "


" N-nyo.. "


" Berhenti Nara! " ucap thaeyong.


" Dia sudah bilang kan dia bukan ibumu lagi " minn kee menarik paksa tanganku.


" Lepaskan! dia ibuku.. dia yang melahirkan ku!! " ucapku berteriak menangis sembari berlari memeluk bunda.


" Bunda.. kalau memang bunda engga mau anggap Nara, gapapa.. tapi bunda.. bolehkan Nara anggap bunda tetap ibu kandungnya Nara " terus memeluk erat tanpa dibalasnya.


" Hikss bunda.. bunda tau engga Nara kangen sama bunda.. Nara takut tidur sendiri.. Nara takut.. Nara pengen ditemani bunda.. dibacain dongeng kaya dulu lagi sama bunda hikss.. "


ucapku tak kuasa menahan air mata.


" Lepaskan "


Aku menangis terjatuh dan dirangkul oleh minn-kee dan thaeyong, melihat hak tinggi yang mulai pergi menjauh, kak alex mengusap kepalaku dan ikut menyusul kepergian bunda.


Aku belari seakan tidak mau kehilangannya.


" Bundaa!! "


" Sekali aja peluk Nara bunda!! "


" Kalau emang kehadiran Nara engga dibutuhin! Nara rela mati buat bunda.! "


Bunda seketika terdiam mendengar anak sekecil ku melontarkan kalimat seperti itu

__ADS_1


Dia terduduk lemas dan menoleh kearahku, lalu menangis sembari merangkul ku..


Dan akhirnya aku benar-benar kehilangan sosok nya yang benar-benar aku rindukan.


__ADS_2