KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
KELAKUAN EVANO


__ADS_3

Sampai akhir nya sang mentari muncul menandakan untuk kembali ber-aktivitas lagi, Alina tersadar dan membuka mata nya dengan cepat mengingat tadi malam ia bersama Evano, dengan cepat ia berjalan ke arah pintu dan membuka nya, terlihat lah Evano yang masih terlelap di sofa.


"Van...van..bangun" teriak Alina menggerak gerak kan badan Evano.


Evano yang saat itu benar-benar tidur dengan nyenyak, tidak bisa di bangun kan hanya dengan itu, lalu Alina mencoba berpikir, dan ia menemukan ide, "Byurrr" Alina mengguyur Evano, lalu ia tertawa terbahak-bahak.


"Aghh apa apa an ini!" Jerit Evano.


"Emm..ma..maaf van.." tutur Alina gugup.


"Astaga... Maaf, maaf, aku ga maksud marah sama kamu, aku cuma kaget aja" kata Evano.


"Kamu aku bangunin gak bangun bangun, sekarang udah jam 7" ucap Alina.


"Lalu?" tanya Evano, dengan badan nya yang masih basah.


"Kita akan terlambat, sekarang gimana? Kamu mandi di sini atau pulang?" tanya Alina.


"Kamu punya baju kaos untuk ku?".


"Iya... Ada baju kakak laki-laki ku disini".


"Aku mandi di sini aja" ucap Evano.


"Yasudah sana".


Evano yang berjalan ke arah dapur dengan cepat ia membalik kan badan dan menghampiri Alina, lalu menggoda nya, "kamu gak mau mandi bareng aku?" ucap nya sambil mengelus dagu Alina.


"Enggak" ucap Alina terkekeh, "aku buatin kamu sarapan ya" ucap nya lagi.


Evano menyeringai dan mengangguk, lalu kembali pergi ke dapur. Alina menatap nya yang sedang berjalan dengan wajah yang tersenyum, "andai bisa seperti ini selamanya" batin nya, "aduh lin...apa apaan sih, itu mustahil" ucap nya pada diri nya sendiri.


Alina sudah menyiapkan makanan untuk Evano, lalu bergantian sekarang gilirian Alina mandi, "kamu makan dulu ya, dan ini baju nya" ucap nya pada Evano yang masih bertelanjang dada dan handuk yang masih terlilit di pinggang nya.


Tiba-tiba Evano mendorong Alina ke tembok dan menatap nya beberapa detik, "ternyata kamu sedewasa ini" ucap Evano, dan perlahan wajah nya mulai mendekati wajah Alina, Alina tau apa yang akan terjadi pada nya, ia memejamkan mata nya bersiap siap merasakan bibir Evano yang akan menyentuh bibir nya, hanya tinggal beberapa jarak lagi, lalu Evano terhenti, ia menatap lucu wajah Alina yang terpejam menanti ciuman dari nya.


Alina sadar, sudah beberapa detik ia memejamkan mata tapi ciuman itu belum sampai di bibir nya, Alina membuka sebelah mata nya dan melihat Evano menatap nya sambil tersenyum, lalu tertawa sejadi-jadi nya.


"Kamu nungguin ya?" ucap Evano.


"Enggak" jawan Alina malu.


"Udah mejamin mata gitu masa engga" ucap Evano terkekeh.


"Udah ah sana makan" ucap Alina dan mendorong pelan badan Evano, lalu ia masuk kamar mandi dengan wajah nya yang memerah karena malu.

__ADS_1


Alina keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutup tubuh sampai paha nya, dan handuk kecil yang melilit di kepala nya, membuat Evano menginginkan Alina.


Evano berjalan mengiringi Alina dari belakang, saat Alina sudah masuk ke kamar nya, dengan cepat Evano juga masuk dan mendorong Alina ke kasur hingga ia terbaring, lalu ia menimpa badan Alina, dan langsung ******* bibir Alina.


Alina terkejut, mengingat ia hanya menggunakan handuk, bisa saja Evano menarik handuk itu, dan seluruh badan nya akan terekspos di depan Evano, buru buru ia mendorong Evano kesamping.


"Van...keluar, aku mau pakai baju nih, nanti kita telat" ucap Alina sambil mendorong Evano keluar.


"Memang siapa yang akan marah kalau kita telat? sahut Evano.


"Evano!! Keluar!!" teriak Alina.


"Iya iya, Evano keluar nih" ucap Evano.


Alina mulai membuka handuk nya, tapi Evano dengan jahil nya kembali membuka pintu kamar Alina "baaaaa" teriak nya sambil tertawa, membuat Alina terkejut dan langsung kembali menutup badan nya dengan handuk, "Evano Gibran!!!" teriak nya kesal.


"Iyaaaa... Enggak lagiiii!" sahut Evano dari luar, dengan cepat Alina memakai baju nya, dan keluar dari kamar, ia mendapati Evano di meja makan yang masih saja mentertawa kan dirinya.


"Cepet makan, gausah ketawa tawa" ujar Alina dengan wajah datar.


Evano menghentikan tawa nya, "siapa yang ketawa" bantah nya sambil menahan tawa nya, lalu Alina menatap Evano dengan wajah datar, dan itu membuat Evano tidak sanggup lagi menahan tawa nya, ia kembali tertawa terbahak-bahak.


"Evano...udah dong, malu" ucap Alina memelas.


"Iya, iya, udah, aku gak ketawa lagi" jawab Evano terkekeh.


"Makan aja dulu, gak usah mikirin itu, lagian gak ada yang bakal marah juga" sahut Evano.


Ponsel Alina berdering karena telpon dari Keyla.


"Hallo Key" sapa Alina.


"Lo kemana sih? Ko ga ada diruangan? Di toilet depan ya?" oceh Keyla dari seberang sana.


"Em... Ga... Gue dirumah" jawab Alina sambil melirik ke arah Evano yang mendengarkan obrolan nya.


"Astagafirullah lin... Kok masih dirumah?" tanya Keyla.


"Iya sorry...hehe, gue telat bangun, sekarang baru sarapan" jelas Alina.


"Cepetan dah, gue ga ada temen nih" ujar Keyla.


"Iya iya" sahut Alina dan mematikan telpon nya.


Evano yang termenung menatap Alina lalu tiba-tiba tertawa.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih ketawa mulu" ujar Alina.


"Ga...keingat 2 kejadian tadi" jawab Evano.


*****


Sesampai nya dikantor, Alina dengan cepat berjalan ke ruangan nya, dan mendapati Keyla yang tertidur dimeja nya.


"Hihihi, kenapa tidur" lirih Alina di samping telinga Keyla.


"Aaaa" teriak Keyla, "bikin kaget aja, gue kira setan" ucap nya.


"Lo masih pagi gini kenapa ketiduran" ujar Alina.


"Nungguin lo tuh, udah jam 10 nih" ucap Keyla sambil menunjukan jam di ponsel nya pada Alina.


"Iya tau...gue telat" kata Alina.


"Lo telat ga ada yang marahin ya" ujar Keyla menaik kan alis nya, Alina hanya terkekeh mendengar itu.


Alina memainkan jemari nya di komputer menandakan ia sedang mengerjakan pekerjaan nya, pikiran tentang kejadian kejadian dirumah nya membuyarkan fokus nya.


"Hari ini gue serasa jadi istri Evano" batin nya, dan dengan cepat pula pikiran lain muncul dan menyadarkan nya "tuhkan, gue menghayal lagi, huhhff udah lah lin, sadar, kalau diantara lo sama Evano itu ada dinding tebal yang memisahkan kalian, jadi jangan harap kalian akan bersama"


Tiba tiba Dyra masuk, Alina pikir Dyra akan melabrak nya, ternyata ia hanya ingin mengambil berkas dari Alina, dengan wajah datar nya berkata, "mana berkas yang kemarin?."


"Bentar lagi" jawab alina.


Dyra membuang nafas kasar, dan memutar bola mata nya, mencoba bersabar.


"Emang lo di suruh ngambil dari Alina?" sahut Keyla.


"iya" jawab nya cepat.


Keyla yang sudah memiliki nomor Evano karena di berikan Alina, ia mencoba mengirim chat, "Hallo pak, selamat pagi, berkas yang kemarin bapak kasih sama Alina belum selesai, tapi Dyra udah menagih nya, kata nya disuruh sama bapak, beneran bapak suruh?"


"Saya gak ada menyuruh Dyra, dari tadi juga belum ketemu sama dia" bantah Evano.


Keyla berdehem, dan Alina menoleh pada nya, sedangkan Dyra fokus melihat pekerjaan Alina, lalu Keyla menaik turun kan tangan nya pelan, menandakan agar Alina santai saja, Alina mengangguk dan mengedipakan sebelah mata nya.


Evano tiba-tiba datang, membuat Dyra gugup, "kamu ngapain disini?" tanya Evano.


"ma...mau ngambil berkas yang kemarin" jawab nya gugup.


"Tapi kan saya gak ada nyuruh kamu" tegas Evano, "udah, jangan ganggu Alina yang lagi kerja" ucap nya lagi.

__ADS_1


Dyra mengangguk dan keluar dari ruangan itu dengan wajah kesal nya.


__ADS_2