KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
OBAT PENINGKAT LIBIDO


__ADS_3

Malam yang dingin diiringi hembusan angin yang lebih kencang dari biasanya, rintik hujan mulai turun semakin lama semakin deras.


Alina meringkukkan badan nya di bawah selimut, sambil memainkan ponsel nya. Lalu ia terdiam karena menyadari seperti ada yang menggedor pintu rumah nya, ia mencoba mendengarkan lagi. Memang benar ada seseorang diluar rumah nya. Alina beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu rumahnya, ia menyibak sedikit tirai untuk melihat siapa diluar sana.


"Evano" ucap nya tercekat, saat melihat seseorang itu yang ternyata evano yang mengetuk rumah nya dengan kencang sedari tadi, dengan kepala yang ia sandarkan di pintu.


Perlahan Alina membuka pintu dan badan Evano ambruk seketika di badan Alina, Alina dengan cepat menahan badan nya agar tidak terjatuh, "Van..." ucap nya, namun tidak dijawab oleh Evano.


"aku mencintai mu" racauan Evano namun tidak terdengar jelas, samar-samar Alina mencium aroma wine dari mulut Evano, sekarang ia yakin kalau Evano sedang mabuk. Alina membopoh badan Evano, lalu ia dudukkan di sofa nya.


"Van" ucap Alina pelan, namun Evano masih saja meracau tidak karuan. Alina tau kesadaran Evano sudah hilang, namun ia tetap saja mencoba bicara dengan Evano.


"Vaann" teriak Alina berusaha menyadarkan Evano, sesekali ia menepuk keras pipi Evano.


Evano menolehkan wajahnya dan menatap Alina, lalu ia menyeringai, dengan cepat Evano meraih pundak Alina dan mencium bibirnya, Alina merasakan wine dari mulut Evano, dengan cepat ia mendorong sedikit badan Evano agar menjauh, "mending kamu istirahat" ujar Alina sambil melepaskan jaket Evano, dan perlahan membaringkan badan Evano.


Tidak sengaja Alina meraba sesuatu kecil didalam jaket Evano, karena penasaran ia mencoba mengambil benda itu, yang ternyata sebutir aphorodisiac, aphorodisiac merupakan obat untuk meningkatkan libido seseorang yang bisa digunakan untuk pria maupun wanita.


Alina memilih untuk mengambil obat itu dan menyembunyikan nya, ia tidak mau sesuatu terjadi pada dirinya.


Lalu ia pergi kekamar untuk mengambil selimut nya, dan menyelimutkan ke badan Evano yang entah tertidur atau tidak itu. Alina meninggalkan Evano lalu kembali ke kamar nya untuk tidur. Ia meletakkan obat itu disamping lampu tidur nya.


Esoknya Alina terbangun dengan malas nya, karena cuaca yang mendukung untuk tidur, tapi ia teringat dengan Evano, namun ia melupakan tentang obat itu.


Ia bergegas keluar dari kamar nya, dan terdiam didepan pintu kamar nya, karena melihat sofa yang sudah kosong, ia berjalan ke arah dapurnya untuk mengecek apakah Evano masih ada dirumahnya.


Alina dibingungkan dengan makanan yang sudah siap santap di meja makannya, namun tidak ada Evano disana.


"Kamu sudah bangun" ujar Evano, memeluk Alina dari belakang.


"Heii... ini kamu yang masak?" tanya Alina.

__ADS_1


"Iya" ujar Evano, lalu mencium pipi Alina, dan melepaskan pelukan nya, "Kamu mandi dulu gih" lanjut Evano.


Alina mengangguk dan pergi ke kamar mandi.


Sekarang ia keluar hanya menggunakan handuk yang sedikit membentuk lekukan badan nya, Evano melirik kearah Alina dan menyeringai, "apaan sih" ujar Alina, salah tingkah, ia mempercepat jalan nya.


Setelah selesai, ia kembali kedapur dan duduk berhadapan dengan Evano, "kapan kamu sadar?" tanya Alina.


"Emm...mungkin setelah kamu tidur" jawab Evano, "kita makan dulu, nanti aja nanyain aku hehe" sambung Evano lalu terkekeh.


Alina menatap Evano lalu memutar bola matanya dan menyantap makanan nya, setelah menyelesaikan makan, ia minum air yang juga sudah disediakan oleh Evano.


Terlihat Evano sedikit melirik saat Alina minum. Alina tidak menghiraukan Evano, ia tetap menghabiskan minuman nya, sedangkan Evano belum menyelesaikan makan nya.


Beberapa menit kemudian, wajah Alina terlihat memerah, dan seakan menahan sesuatu. Evano yang sudah paham dengan gelagat seperti itu ia hanya memandang dan tersenyum tipis dari sudut bibir nya, Alina tidak pernah memperlihatkan ke agresifan nya di hadapan orang, namun kali ini ia tidak bisa menahan lagi, karena ia rasa harus segera menuntaskan.


Alina berdiri dari tempat duduk nya, lalu menghampiri Evano. Ia langsung menarik Evano ke kamar nya, dan ******* bibir Evano, dengan napas yang sudah tidak teratur, sedangkan tangan Evano menelusuri seluruh tubuh Alina, setelah beberapa menit mereka berdua sudah tidak berpakaian sehelai pun.


Evano berusaha menyatu dengan tubuh Alina, alhasil membuat Alina merintih, "hhhh sa-sakit" ucapnya sembari mengatur napas lalu mendorong tubuh Evano.


"Sial..! kenapa dia mendorong ku, bukan nya membiarkan aku untuk mencoba lagi" geram Evano.


Tiba-tiba Alina merebahkan tubuh Evano dan menindih nya. Sambil ******* bibir Evano, tangan nya mencoba meraba ke ************ Evano dan menemukan milik Evano.


Evano merasakan sentuhan itu, dengan cepat ia membalikkan posisi, dan sekarang Alina kembali berada dibawahnya, ia segera melancarkan kembali aksinya.


Mata Evano berubah sayu karena merasakan suatu kenikmatan saat milik nya hampir masuk kedalam tubuh Alina. "Sayang" ucap Evano penuh penekanan, sedangkan Alina terlihat menahan sakit saat Evano mencoba menyatu dengan nya.


Namun karena Alina sudah tidak tahan dengan sakit itu, ia lagi lagi mendorong tubuh Evano agar menjauh dari tubuh nya.


Sekarang ia menuntun tangan Evano agar memainkan bagian sensitif nya, Evano menuruti kemauan Alina, Alina mengerang-ngerang karena nikmat juga sakit saat Evano mencoba memasukkan jari nya, namun tidak berhasil karena selalu digagalkan oleh Alina.

__ADS_1


Evano yang juga sudah tidak tahan dengan gairah nya, bergegas ia kembali melancarkan aksinya, namun kali ini dengan kasar, ia menggenggam kedua pergelangan tangan Alina, dan mengunci tangan Alina dengan erat di atas kepala nya.


Alina masih menikmati itu, dan Evano mencoba menekan pinggang nya, yang membuat Alina semakin mengerang kesakitan. Namun karena tubuh Alina tidak berhenti bergerak, ia gagal lagi.


Kali ini Evano benar-benar bingung dengan Alina. Bagaimana bisa seseorang yang libido nya sudah naik tapi masih saja tidak mau di setubuhi.


Evano menyerah dengan itu, ia hanya berbaring disamping Alina, dan Alina menindih tubuh nya, sembari ******* bibir nya, dan sedikit menggesek-gesekkan miliknya pada milik Evano.


Beberapa menit seperti itu, Alina tertidur sebentar. Evano menyelimuti tubuh Alina.


Setelah sadar, ia menoleh kesamping dan langsung menutup matanya karena terkejut melihat Evano yang tidak memakai apapun, ia membuka selimutnya dan menemukan tubuhnya yang juga tanpa sehelai benang pun.


Alina bangun dan menarik selimut nya untuk menutupi tubuhnya, "Evano! kamu ngapain" ujar nya sambil menutup matanya.


"E-ehh kamu sudah sadar" ujar Evano terbata bata, "kita tidak melakukan apapun, aku tidak sampai merusakmu" sambungnya menenangkan Alina.


Alina terdiam karena berpikir kenapa ini bisa terjadi, dan ia langsung melirik kearah lampu tidurnya yang sudah tidak ada obat di dekat situ.


"Pasti ini karena obat itu" ucap nya dalam hati lalu menepuk dahinya.


"Kamu kenapa?" ujar Evano bingung.


"Sekarang pakai pakaian mu, aku begini pasti karena obat itu, kan!" geram Alina.


"Ma-maafkan aku, tapi aku benar benar tidak merusakmu" ungkap Evano.


Alina memang orang yang tidak bisa marah, jadi dengan mudahnya ia memaafkan Evano dan meredakan amarahnya.


"Bukankah kita harus nya pergi kekantor?" ucap Alina.


"Kita libur saja hari ini" jawab Evano.

__ADS_1


"Pasti Dyra akan curiga" pikirnya.


__ADS_2