
Karena kejadian kemarin, Alina sedikit canggung dengan Evano, ia mencoba memikirkan tentang ucapan Evano, mungkinkah itu benar.
"Hoii!" Keyla mengagetkan Alina dan membuyarkan lamunannya.
"E-eh apaan sih key" ujar Alina merengut.
"Lo kemarin kenapa gak masuk?" tanya Keyla sambil menatap tajam mata Alina.
"Ya gue dirumah sama..." ucap nya, lalu terdiam karena sadar, tidak mungkin ia akan menceritakan kejadian itu dengan Keyla.
"Sama siapa?!" tanya Keyla semakin penasaran.
"Sa-sama, sama, sama temen gue" ujar Alina laku tersenyum kaku.
"Oh...cuma gara-gara temen lo ga masuk" ucap Keyla sambil mengotak-atik komputer nya.
"Bukannya gitu, dia ga bisa gue tinggal, makanya gue harus bolos kerja" jelas Alina.
"Ya... tapi lo kan enak, gak bakal dimarahin" ucap Keyla, menopang dagu dengan tangannya, dan matanya masih tertuju pada laya komputer.
"Kenapa?" tanya Alina.
"Yakan Evano suka sama lo, jadi di gak bakal marah sama lo" jelas Keyla.
"Enggak!" jawab Alina cepat.
"Maksudnya?" ujar Alina.
"Dia gak cinta sama gue, perasaan gue sih bilang gitu" ungkap Alina.
"Tapi dia selaku baik sama lo, lo kan juga punya perasaan sama Evano" terang Keyla.
"Iya, dia cuma baik, tapi perasaan nya cuna untuk Dyra" ujar Alina menatap sayu Keyla, "ah sudahlah, gue gak peduli, gue bahagia kok walau liat dia sama Dyra" sambungnya, diiringi senyum yang dibuat-buat seakan baik-baik saja.
"Udah gue bilangkan? Jangan pura-pura tegar, jangan membohongi diri lo sendiri, seakan-akan lo memang kuat" jelas Keyla.
Namun Alina hanya mengangguk dan tersenyum, lagi-lagi Alina berbohong seakan baik-baik saja. Yang sebenarnya hatinya sudah remuk, ia tahan sekuat tenaga supaya tidak meneteskan air mata. Mengingat kejadian saat Evano sudah melihat tubuhnya, namun tidak ada sedikit pun perasaan untuk Alina.
"Biasanya seseorang akan berbalik menyukai kit, saat kita sudah mulai melupakannya" ungkap Keyla.
"Hm... Gue gak berharap dia balik suka sama gue kok... Mungkin memang udah jalannya seperti ini, lagian juga gak mungkin gue bisa bersatu sama Evano, apalagi sampai ke pernikahan yang selalu gue hayalkan" ungkap Alina.
"Astaga Alina! Lo menghayal udah jauh banget" kata Keyla dengan sedikit teriak.
"Shuttt... Jangan keras-keras" tegur Alina.
"Oh iya maaf... tapi gue sama afnan juga gitu" ungkap Keyla lalu menyeringai, dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Hati-hati ujung nya ntar kecewa" bisik Alina lalu terkekeh.
"Lo apalagi... Mesti lebih lagi" jelas Keyla.
"Ngapain gue hati-hati, udah kecewa duluan" ujar nya terkekeh, "andai dulu gue gak melibatkan perasaan, pasti gak bakal sekecewa ini" terang Alina, "dan bodohnya gue masih aja candu sama dia" lanjutnya.
__ADS_1
Ponsel Alina bergetar...
"Bisa makan siang sama aku?" ujar Evano.
"Bisa" balas Alina.
***
Saat dimobil, Alina hanya memainkan ponsel nya. Evano meraih tangan Alina dan menggenggamnya, "kamu kenapa diam aja? gak kaya biasanya" ujar Evano.
"Ha-hah, gak kok, lagi baca baca sesuatu aja" ujar Alina bohong.
"Pasti kamu canggung karena kejadian kemarin kan? Tapi aku berani bersumpah, aku gak merusak kamu sama sekali" jelas Evano.
"I-iya, kamu gak bakal ngapa-ngapain aku, karena pasti aku yang lebih agresif gara-gara pengaruh obat itu" terang Alina, "kamu mabuk, untuk apa bawa obat itu?, Untuk bungkus wanita yang ada di club?" Lanjutnya.
"Enggak... Obat itu sudah beberapa hari di dalam jaket ku, bukan baru kemarin" ungkap Evano.
"Untuk apa emang?" tanya Alina menoleh pada Evano.
"Titipan" jawab Evano cepat.
"Hmm..." Gumam Alina, lalu kembali menatap lurus jalanan, tangan nya masih digenggam Evano, lalu Evano mencium tangan nya.
DEGG...
"Baru kali ini Evano mencium tangan ku, astaga, jantungku, seakan mau melompat keluar dari tubuh" ujar nya dalam hati.
"Mau makan apa?" tanya Evano sambil melepas genggaman nya.
"Yakin? mie ayam?" tanya Evano.
"Iyalah, masa gak yakin" jawab Alina.
"Oke" ujar Evano.
***
Sesampainya ditempat makan, sembari menunggu makanan datang, mereka berbincang-bincang, "siapa?" tanya Evano, karena merasa ponsel Alina bergetar dimeja.
"Chat dari Keyla" ujar Alina.
"Eh Kata kamu kan Keyla punya pacar di kantor? Siapa?" tanya Evano.
"Afnan" ujar Alina.
"Oh ya?? Astaga, Afnan itu mulut nya gak pernah sekolah" ujar Evano terkekeh.
"Ada-ada aja haha" ujar Alina, "sebenarnya Keyla punya pacar diluar dari kantor" sambungnya.
"Oh ya? berati Afnan jadi pelarian dong" ujar Alina.
"Iya... Mungkin" ujar Alina memajukan bibir bawahnya, dan mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Mana liat pacar aslinya dong" ujar Evano.
Lalu Alina membuka sosial media nya, lebih tepat nya sosial media akun fake nya, dan tidak sengaja di bagian pencarian ada nama sosmed Dyra, "pasti Evano udah liat" ujar nya dalam hati, lalu melirik ke wajah Evano, yang sedang melihatnya dengan senyum.
"Ma-maaf" ujar Alina.
"Untuk apa? Karena kamu menstalk Dyra?" Jawab Evano.
"Iya... Maaf udah mencari tahu tentang istrimu" ungkap Alina.
"Istri? Pacar aja bukan" ujar Evano terkekeh, "dari awal Dyra kerja disana, aku gak pernah menganggap dia apapun" terangnya.
Lalu mereka menyantap makanan...
Alina meletakkan sesuatu di mangkok Evano.
"Kenapa? kok dikasih aku" ujar Evano.
"Itu kulit ayam, aku gak bisa makan kulit ayam" jelas Alina.
"Baru kali ini aku kenal sama perempuan yang gak bisa makan kulit ayam" ujar nya terkekeh
"Iya, biasanya kan kulit ayam pasti disukai cewek-cewek kan, tapi aku enggak, aku geli makan kulit" terang Alina.
Evano terkekeh, lalu melanjutkan makannya.
***
Mereka kembali ke kantor...
"Ini apartemen ku" ujar Evano, menunjuk ke arah kanan.
"Oh ya?" Alina menoleh ke kanan.
"Mau mampir?" tawar Evano.
"Enggak, nanti aja, kita balik ke kantor aja sekarang" tolak Alina, sambil melihat Evano.
"Beneran mau mampir?" ujar Evano meyakinkan.
"iya, kalau boleh" ujar Alina.
"Kamu sekali masuk, ntar gak bisa balik kerumah lagi" ujar Evano menyeringai.
"Yaudah, gak jadi, gak berani kalau kaya gitu" ujar Alina tertawa kecil.
"Haha, enggak, bercanda, bilang aja kalau mau kesini, nanti aku jemput" ungkap Evano.
"Iyaa...kalau kamu lagi ada waktu senggang" ujar Alina mengiyakan.
"Aku gak pernah sibuk kok kalau buat kamu" ujar Evano.
"Halah... bohong aja, tapi kalau beneran, mending jangan deh, kalau kamu emang sibuk sama kerjaan, yaudah selesain dulu, baru sama aku" ujar Alina.
__ADS_1
"Aku gak bohong, kamu kan prioritas ku" ujar Evano tersenyum.
Terlihat jelas di kaca mobil yang tegantung , bahwa Evano tersenyum, Alina melihat itu merasa bahagia.