
Mereka kembali ke kantor dan Alina terkejut saat membuka ruangan, karna Keyla sedang mengobrol bersama Dyra. Ia mencoba bersikap biasa saja.
"Eh Lin. Udah balik, tadi lo kemana?" sapa Keyla
"Cuma beli coklat doang nih kalo mau makan aja" Alina memberikan tas belanja nya pada Keyla.
"Kamu kalo mau juga ambil aja ya" suruh Keyla pada Dyra
"Banyak banget lin, sama siapa lo?"
"Evano" Jawab Keyla cepat
Dyra terdiam mendengar jawaban Alina...
"Thanks ya Lin. Aku keluar ya" ucap Dyra pamit.
"Lin!!! Lo tau ga, itu yang nama nya Dyra" Keyla melotot kan matanya
"Udah tau gue Key, gue pernah liat dia di ruangan Evano" Alina terduduk lemas.
"Pantesan dia kaya kaget tadi ya pas lo bilang sama Evano."
"Iya kan gue bener."
"Lin...Keluar yu beli minum, ga enak nih abis makan coklat ga minum" ajak keyla
"Yaudah yuk."
Saat keluar ruangan, mereka melihat Afnan dan Dyra yang sedang mengobrol.
"Sok banget anak baru itu, manggil CEO ko pake nama doang. Harus nya kan manggil bapak gitu" Dyra tertawa kecil.
Alina dan Keyla yang sebenarnya mendengar itu hanya berlalu, dan mereka secepat nya membeli minum, setelah itu kembali keruangan.
"Gila ya si Dyra, kalo ga suka mah bilang aja di depan muka gue, jangan malah nyindir kek gitu" Alina kesal
"Apaan coba kek gitu, gue tadi juga nyebut Evano cuma nama doang ga pake pak juga, padahal udah hadep hadepan kan gue sama dia, tapi kenapa ga langsung ngomong kalo ga suka kita kek gitu, malah bilang sama afnan lagi" Alina merengut
"Dasar hantu kesel bat gue gila!!!" teriak Alina
"Hantu haha hantu" Keyla tertawa.
"Gue coba ngechat Evano deh"
"Van..."
"Kenapa sayang?" balas Evano
"Emang gapapa kalo aku nyebut kamu Evano doang?, Ga pake pak? Btw keyla juga gitu."
"Gapapa sih, kalo kamu kan emang aku yang suruh, tapi kalo Keyla juga gitu juga gapapa, kalo aku ga suka kan udah aku tegur kalian, tapi selama ini kan aku ga pernah negur atau marah sama kalian kan" balas Evano
"Oh yaudah van hehe."
"Emang kenapa sayang?" tanya Evano heran
"Gapapa sih cuma nanya aja, kali aja kan gitu ga boleh."
"Pasti ada apa apa nih."
"Ga ada kok, tadi cuma ada yang bilang kami ga sopan karna nyebut kamu nama doang."
"Oh. Pasti orang iri hati ya haha."
"Emang siapa van?."
"Cewek apa cowok?."
__ADS_1
"Cewe."
Alina tidak membalas chat Evano lagi...
Ia curiga kalau Evano tau yang Alina maksud ini Dyra...
"Key... Evano bilang pasti dari orang iri hati katanya gitu terus katanya Cewek, pasti dia tau orang yang gue maksud ini Dyra. Iya ga sih?."
"Lah iya... Kan kita bicarain Evano cuma depan dia doang kan" Keyla menatap Alina.
"Udah fixs hantu iri sama kita hahaha" Alina tertawa kecil.
"Makin kesini makin kepo gue. Ntar gue minta kontak nya Dyra dah" ucap keyla, menaikan alis nya
"Nah bagus tuh, ntar kalo dia bikin status kasih tau gue ya" Alina mengarahkan jempol nya pada Keyla.
Malam itu Alina bermaksud untuk menghubungi Evano. Tapi tidak ada jawaban, Alina menunggu sampai tengah malam, berharap Evano menelpon balik pada nya.
Jam setengah 1 Evano menelpon balik Alina,Alina bergegas mengangkat nya.
"Hallo van."
"Hallo sayang, maaf ya tadi aku jalan, terus kehujanan, jadi ga bisa angkat telpon soal nya lagi pakai motor."
"Tumben ga pakai motor?" Alina heran tidak biasanya Evano pakai motor .
"Iya lagi pengen aja, tau nya kehujanan." terdengar Evano menghela nafas.
"Haha sabar aja. Udah ganti baju belom?."
"Udah ko abis itu langsung buka hp, taunya ada panggilan tak terjawab dari kamu, yaudah langsung aku telpon balik."
"Ada ada aja" Alina tertawa kecil
"Kenapa kamu ga tidur?" tanya Evano
"Aku temenin sampai bobo ya."
"Hehe yaudah aku tidur ya, kamu juga. Aku matiin ya telpon nya, see you Van" ucap Alina langsung mematikan panggilan nya.
Alina membuka room chat nya yang penuh
spam dari keyla.
"Lin..."
"Lo kemana sih?"
"Tumben udah tidur aja"
"Gue ada berita nih"
"Tapi lo jangan cemburu ya"
"Alinaaaaaa"
"Apa Key?"
"Iya tadi gue ketiduran"
"Kenapa key?"
"Gue ada berita, tapi lo jangan cemburu."
"Iya. Cepetan, udah kepo" Alina memaksa.
Keyla mengirim foto. Screenshot dari status Dyra, yang ternyata sedang berdua dimobil dengan Evano malam itu.
__ADS_1
Degg..."Itu Dyra sama Evano? Dimobil?" Balas Alina.
"Iya... Beberapa jam yang lalu.."
"Yaudah si santai aja. Ngapain juga gue cemburu."
"Udah gue duga Evano bohong" ucap Alina melihat foto yang dikirim Keyla itu.
"Sakit hati ya lo?" balas Keyla.
"Enggak lah ngapain juga. Udah ah gue mau tidur dulu ya Key. Besok ketemu lagi see you."
"See you Alina."
Alina yang tidak bisa tidur karna memikirkan Evano.
"kenapa Evano kaya nyembunyiin hubungan dia sama Dyra ya, padahal kan gapapa juga kalo gue tau, sedangkan Dyra di sosmed kaya ngumbar aja" pikir Alina
"Key..." Alina kembali mengirim chat pada Keyla.
"Kenapa lin? Lo ga jadi tidur?"
"Ga bisa tidur gue"
"Masih mikirin Evano?"
"Iya, tapi bukan sakit hati, gue cuma bingung kenapa yang ngumbar hubungan nya cuma Dyra, sedangkan Evano nya engga"
"Mungkin Evano ga ngakuin Dyra haha"
"Sembarang lo kalo ngomong, kalo betul gimana ya haha"
"Yaudah sih Lin. Kalo dia ngebeliin lo macem macem terima aja, itung itung rezeki wkwk" balas Keyla membuat Alina tertawa.
"Ntar gue dikira ngincar harta lagi"
"Ya engga lah, kan lo ga pernah minta, iyakan?"
"Iya sih, inisiatif dia sendiri beliin gue"
"Kaya nya kita harus lebih akrab in Evano deh, biar lebih tau gitu lin" saran Keyla
"Emm... Boleh, lo juga ya"
"Iya Lin.. gapapa kan?"
"Ya iyalah gapapa ngapain juga gue cemburu"
"Nanti dah kita jalanin rencana kita. Gue tidur duluan dah ya. Lo jangan terlalu mikirin Evano ntar malah suka lebih dalam lagi lo. Susah ntar haha" balas keyla.
"Idihh,, ga lah tenang aja, yaudah deh gue juga mau tidur"
Esok pagi nya Alina pergi keruangan Evano...
"Pagi van" Alina masuk
"Hai sayang pagi juga, sini duduk"
"Kamu tadi malam kemana?"
"Cuma jalan aja keliling" Evano tidak menatap Alina.
"Oh iya, Dyra itu pacar kamu?"
"Haha pacar? Kata siapa?" Evano menggeleng
__ADS_1
"Kata aku" Ucap Alina
"Aku ga punya pacar Lin" Evano menatap Alina